
Aku bangkit dari pusara Nenek,
kakiku melangkah ke makam lain, makam Nenekku.
Setelah selesai menaruh bunga di makam Nenek,
Aku hanya berjalan tertunduk sambil menggenggam erat tangan Judith.
Langkah Judith terhenti..
"Paman Baik.. sedang apa paman disini"
ucap Judith,
Paman Baik yang di bilang Judith tidak menjawbnya.
Aku mengangkat kepalaku, kulihat Kak Aga Sudah berdiri dihadapan kami, menatapku tajam.
Sesaat kami hanya saling menatap, Aku menundukkan lagi kepalaku, dan akan melewatinya..
"Katakan padaku.. apakah selama ini hidupmu bahagia... "
ucapnya menarik tanganku, menghentikan langkahku.
Aku masih Kaget mendengar pertanyaannya, dengan semua kepedihan yang coba kutahan, berusaha menjawab dengan tidak gemetar, karena bukan hanya mulutku yang bergetar namun tubuhku pun bergetar dengan takjub..
Aku menoleh kearahnya, berusaha tersenyum..
"a-ku.. sa-ngat bahagia, seumur hidupku Aku tidak pernah merasa sebahagia ini.. "
ucapku terdengar getir penuh luka.
tapi setelah Kak Aga mendengarnya, tangannya langsung terlepas secara perlahan.
__ADS_1
Aku yang sudah tidak kuat menahan semua tangisku yang akan keluar segera berbalik, membawa Judith pergi meninggalkannya..
Kakak... maafkan Aku... selama ini Aku telah banyak mengecewakanmu, sekarangpun Aku melakukannya lagi...
Maaf kak.. Aku telah membuatmu kehilangan Nenek yang selama ini sangat kau sayangi..
Rasanya ini sangat lah pantas untuk-ku mendapatkan penderitaan yang lebih darimu, maafkan Aku kak.., maaf...
Tetes airmataku mengiringi kepergianku.
. . . .
Sore ini, mobilku sampai didepan rumah mungil bercat Putih.
Aida menyambut kedatangan kami dari dalam rumah karena ia tahu Judith pasti tidur selama perjalanan. Ia langsung mengangkat Judith dan membawanya masuk kedalam rumah.
Aida melihat wajahku begitu suram dengan wajahku yang sembab, tanpa bicara Ia tahu, apalagi setelah Ia melihat isi bagasi mobil selain oleh-oleh dia melihat banyak bunga mawar merah..
Aku meminta supir membantuku membawa bunga-bunga mawar yang tak bertangkai tadi ke suatu tempat,
sedang Aku membawa yang masih bertangkai, tak lupa Aku membawa pot berisi air untuk menyiram tanaman.
Kakiku melangkah ke suatu tempat.
Tempat seseorang yang sangat kucintai, Ia sekarang sudah beristirahat dengan tenang.
Kusiram perlahan,
lalu kutabur semua bunga-bunga mawar tadi, hingga menyelimuti gundukan tanah yang berwarna coklat itu, kutancapkan beberapa bunga mawar yang kubawa tadi, dan sisanya Aku taruh disampingnya...
Aku duduk disampingnya,
seolah berbisik ditelinganya,
__ADS_1
Aku mulai merebahkan tubuhku tepat disamping telinganya.. kemudian Aku mulai ber bicara seperti orang gila, tanpa sedikitpun meneteskan airmata..
"Jod, Aku sudah bertemu dengannya, tapi.. sorot matanya masih seperti dulu, Ia masih membenciku.
Aku sungguh tak sanggup menatap mata itu... lalu Ia bertanya padaku, apakah Aku bahagia, kujawab Aku bahagia. Aku tak pernah merasa sebahagia ini. Benar kan Jod..
Aku bahagia karena kamu ada disampingku.
Jod... Aku sudah mulai lelah terus bersembunyi, Aku ingin bersamamu. Ikut denganmu.. "
ucapku bercerita tentang kejadian yang kualami beberapa hari ini.
Aida yang mulai cemas, karena hari sudah semakin gelap, dan Judith sudah terbangun, Ia bertanya dan mencari keberadaanku...
. . . .
...Bersambung...
Hallo semua Aku Aleena ,
baca cerita lainku yang berjudul :
✔ Dua Hati
✔ Billionaire Master Love Prison
✔ Silence
dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.
Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.
Terimakasih dan selamat membaca.
__ADS_1