
"Nenek"
Kuberanikan diri, langsung menggandeng tangannya ketika makan siang usai.
Aku tau beliau masih sangat marah dengan sikapku tadi.
"Aku salah, aku janji nggak akan mengulanginya lagi"
ucapku merayu, langsung menghalangi jalannya seperti kucing jinak aku tarik kedua telingaku dihadapannya.
Nenek hanya menatapku, hatinya langsung luluh ketika melihat tingkahku, namun tidak beliau tunjukkan.
"Nek.. ayolah, maafin aku yaa, yah, gini aja deh sebagai hukuman, aku mainkan sebuah lagu buat nenek ya"
renggekku,
sambil memapah kakinya ke ruang keluarga, kududukkan beliau terlebih dahulu,
lalu kuhampiri meja pianonya.
Pengasuh Ma, Haga dan Cakra, yang terkejut melihat tingkahku sempat nggak percaya kalau aku berhasil merayu Nenek.
Mereka pun tampak mengikuti, sebagai penonton yang akan menikmati permainanku.
Dentingan piano langsung terdengar indah ketika jari-jariku menekan tombol hitam putih itu.
Seakan waktu terhenti. Semua menikmatinya permainanku.
Permainanku tiba-tiba terhenti, ketika rasa ngilu menjalar ditanganku.
Kenapa tanganku sakit banget ya, apa bekas luka bakarnya belum pulih benar, tapi saat kemarin aku main nggak apa-apa, apa kali ini terlalu antusias dan bertenaga jadi terasa sakit.
Mataku menatap tanganku yang terkena luka bakar. Ku coba gerak gerakkan, tapi masih terasa ngilu.
Ketika permainan terhenti, semua tampak khawatir, apalagi tau penyebab berhentinya permainanku adalah luka ditanganku.
Kucoba bermain kembali, tapi tetap terhenti, Lagi-lagi terasa ngilu menjalar ditanganku.
"Maaf Nek, hukumannya lain kali diteruskan ya"
ucapku, langsung berlari meninggalkan mereka.
Jangan bilang dia tidak akan bisa main piano lagi. Haga..
Raut wajahnya berubah sangat khawatir.
. . . .
Aku segera menghamburkan keluar semua pikiranku.
__ADS_1
Seolah mendengar jeritan jeritan.. Pandangan mataku kosong, seakan melekat ditubuhku.
Apa penyebab ini? Aku sendiripun tidak tahu..
"Nona"
terdengar suara, menghamburkan semua pikiranku.
Aku hanya masih menatapnya. Diam.
"Anda tidak apa-apa, perlu saya panggilan dokter untuk melihat kondisi tangan anda"
ucap Pengasuh Ma yang sudah di kamarku, yang melihatku duduk bersandar diranjang tempat tidur.
"Tidak Pengasuh Ma, Aku nggak apa-apa. Hanya saja saat memainkan lagu tadi, aku teringat panti"
ucapku menunduk, dan suaraku melemah.
"Sudah saya katakan berulang kali, tolong anda membiasakan diri, buang semua kebiasaan lama Nona"
berhenti sesaat masih menatapku yang sedih.
"Kami disini, Keluarga Baru Nona, dan percayalah, kami semua sangat menyayangi Nona"
tanpa mendengar jawaban,
Pengasuh Ma meninggalkan kamarku.
Bahkan Aida saja iri, dia berharap mendapatkan keluarga untuk mengadopsinya...
Keluarga kaya dan terpandang.
Tidak semua orang seberuntung diriku. Harusnya aku bersyukur dan berterima kasih pada Tuhan.
Apalagi dengan kondisiku, anak yang terlahir tanpa kejelasan.
Ibu Kandungku saja membuangku, tak ada rasa sesal atau tanggung jawabnya, malah dia bunuh diri.
Sedangkan Ayah? Hah.. dimana dia?
Keadaannya hidup atau mati, aku saja tidak tau..
. . . .
Setelah makan malam, aku langsung masuk kamar, sedang tidak ingin melakukan sesuatu.
Dikamarnya,
Haga dan Cakra, keduanya saling termenung, seolah ada yang mereka fikirkan...
__ADS_1
. . . .
Pagi menjelang.
Haga sudah berangkat ke kantor.
Aku jadi punya ide buat mengambil harmonika ku.
Nggak mungkin Kak Aga bawa ke kantor kan.
Diam-diam, tanpa sepengetahuan siapa pun, aku masuk ke kamar Kak Aga.
Apa ini? Apa benar ini kamar cowok, rapih banget berbeda sekali dengan kamar si kepala udang yang berantakan kayak kapal pecah.
Tapi kok aneh ya, kok bulu kuduk ku berdiri sih, walaupun tertata dengan rapih,
entah kenapa aku ngerasa kamar ini begitu dingin dan lembap.
Kamar yang gelap, seolah mewakilkan sosok dirinya yang dingin dan nggak banyak bicara.
Aku berjalan kearah almari-nya.
Kubuka.
Mataku di kejutkan lagi, semua baju, baik kaos, sweater, kemeja semua perlengkapan dia berwarna hitam.
Kututup almari-nya.
Mataku beralih pada papan lukis, ada beberapa papan lukis dan lukisan yang sudah jadi di tutupi kain hitam.
Lukisan siapa ya? Kak Aga bisa lukis juga..??
. . . .
...Bersambung...
Hallo semua Aku Aleena ,
baca cerita lainku yang berjudul :
✔ Dua Hati
✔ Billionaire Master Love Prison
✔ Silence
dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.
Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.
__ADS_1
Terimakasih dan selamat membaca.