ELEGI CINTA YUKI

ELEGI CINTA YUKI
Interogasi


__ADS_3

Cakra masih sibuk berkeliling mencariku,


lalu ketika dia putuskan untuk kembali ke rumah ia melihatku berjalan pelan ke arah rumah.


Klakson mobil berbunyi, aku berbalik.


aduh, mobilnya si kepala udang lagi, gimana yaa, aku cari alasannya.


Mobil berhenti tepat di sampingku. Ia buka kaca mobilnya.


"Masuk"


Aku langsung membuka pintu mobil, masuk ke dalam.


Cakra terus memandangiku, melihatku sudah mengenakan baju yang berbeda, tanganku membawa kantong dan tas basah.


Aku masih diam nggak berani bicara.


"Darimana aja lo, gue nyari lo kemana-mana nggak ketemu, kakak panik nyariin lo"


"emm.. aku dari toko buku mampir ke tempat Lisa, kehujanan, trus keasyikan ngobrol jadi nggak ingat waktu"


ucapku seceploanya.


duh, Mudah-mudahan nggak ketahuan, bisa gawat nih..


"Gak usah bohong! Gue kesana, lo nggak ada. Dan gue udah telpon dan nyari lo ketempat orang yang kenal lo"


Ara menginterogasi, dari kaca spion menatap tajam mataku.


Mati Aku, Ketahuan lagi.


Aku hanya menundukkan kepala, nggak berani menatap matanya.


"Ra..please jangan bilang kakak ya, kalau kakak tahu aku pasti nggak boleh keluar lagi"


ucapku memohon.


Cakra hanya diam, nggak menjawab atau bertanya lagi.


Pintu pagar langsung dibuka ketika mobil Ara datang. Di ruang tamu, Haga mondar-mandir karena khawatir.


Saat melihat di papah masuk Ara, dia kan menghampiri.


"Dari mana saja kamu!"


ucapnya bergetar marah.


Aku nggak berani menjawab, hanya menggenggam erat lengan Ara.


Kakak kok beda banget, dia marahnya nggak seperti biasa.


"Dari toko buku, dia ke rumah Lisa, ngobrol nggak ingat waktu"


Ara yang membelaku.


Sebenarnya Haga menebak-nebak, gelagatku tadi pagi, baju yang dikenakan pagi hari dan sekarang berbeda.


"Apa benar yang di bilang Cakra"


matanya masih tajam menatapku.


Aku hanya menganggukan kepala.

__ADS_1


"Kau sudah makan?"


Aku menggelengkan kepala.


daripada kena semprot lagi, mending bilang belum makan, nggak apa-apa makan dua kali, nggak akan bikin gemuk kok.


"Ya sudah makan dulu, lalu istirahat, besok kita menjemput Nenek"


Ucapnya lalu pergi meninggalkanku.


Ara mengambil tas basah dan bungkusanku, berniat menaruhnya di kamarku.


"Makasih Ra, ka-mu udah belain aku"


ucapku menarik lengannya, Ara nggak menjawab langsung meninggalkanku juga.


Setelah makan malam pura-puraku, aku bergegas ke kamar.


Kulihat tas basah dan bungkusan baju basahku sudah di atas meja riasku.


Ku bongkar barang-barangku, kubiarkan berserakan di lantai, mengecek mana yang basah, untung tasku anti air, hanya luar aja yang basah.


Setelah berganti baju tidur, aku berguling-guling di ranjang.


Menarik selimutku sampai menutupi seluruh tubuh, tersenyum sendiri, malu-malu sendiri, mengingat kejadian saat di hotel bersama Jodhy tadi.


Semoga bukan hanya mimpi.. Aku sudah ketemu Pangeranku, Pangeran impianku..


. . .


Sementara dikediaman Jodhy.


Ketika sampai, Ia langsung masuk ke kamarnya, hanya melewati Nenek dan kedua orangtuanya yang sedang berbincang di dekat perapian.


Ia menatap putra kesayangannya yang duduk di tepi ranjang, sambil membuka sebuah kotak yang isinya harmonika dan memandangi satu buah kotak coklat.


Kotak Coklat terus ia pandangi, perlahan ia buka, dan tersenyum setelah melihat isi coklat dengan bentuk yang lucu..


"Sejak kapan kau suka coklat, papa tidak tahu"


ucap papa Jodhy yang langsung duduk di ranjang sebelah Jodhy.


"eh, papa"


ucapnya menutup kotak tadi, dan meletakkannya di meja samping ranjangnya.


"Kau dari mana, tadi pergi nggak pamit, datang pun nggak bersuara"


Menatap mata putra kesayangannya yang berbeda dari biasanya.


"mm.. aku dari.. "


ucapku ragu, sambil melirik kotak coklat tadi.


"Julie"


tebak papa Jodhy.


"Bukan pah, dia yang mengembalikan benda ini"


sambil meletakkan kotak satunya di tangan papanya.


"Milik papa, dulu sempat terjatuh olehkusaat di pesta, dan kuanggap hilang dan dia yang menemukannya"

__ADS_1


Papa Jodhy membuka kotak tadi, dan melihat harmonikanya.


"Harmonika yang papa titipkan padaku, beberapa tahun lalu hilang, aku sebenarnya belum berani mengatakannya pada papa, karena papa bilang ini barang berharga"


Sesaat papa Jodhy menatap dalam-dalam harmonika tadi, dia seolah berlarian pada masa lalunya.


"Tapi maaf pah, harmonikanya rusak, dia bilang jatuh ke dalam api, dia sudah berusaha mengambilnya, tapi tetap rusak bagian luarnya"


"Untuk mengambil harmonika itu dia sampai mengorbankan tangannya pah, masih ada sedikit sisa bakar di tangannya"


"Dia gadis baik, cantik, lucu dan lembut pah"


ucap Jodhy seakan membayangkan ku.


Papanya menatap dalam-dalam wajah putra kesayangannya, ia menyadari perasaan putranya bukan hanya perasaan kagum saja.


Seolah tahu putranya sekarang sedang jatuh cinta. Jatuh cinta pada pandangan pertama.


Semoga kamu tidak seperti papa Jod, jatuh cinta pada pandangan pertama, tapi nggak berhasil mewujudkannya.


"Papa tidak akan memaksakan kamu, jika suatu hari nanti kita menemukannya. Papa menyerahkan keputusannya padamu"


"Pemaksaan seperti itu, papa tidak menyetujuinya, karena papa merasa bercermin pada diri sendiri"


"Papa nggak mau kamu tersiksa Jod, ataupun kamu menyesalinya seumur hidup kamu"


"Seperti penyesalan papa, yang tidak sempat meminta maaf"


"Papa nggak mau mengulang kejadian masa silam papa di kamu Jod"


ucap papa Jodhy yang teringat masa lalunya lagi.


"Bagaimana dengan Nenek pah, Papa kan tahu, semua yang terucap dari mulut Nenek adalah perintah"


"Bermimpi pun aku tidak ingin terlalu berharap, bagaimana pun aku sadar dengan posisiku di keluarga ini pah.. "


ucap Jodhy begitu dalam mengutarakan perasaaannya.


"Bersabarlah, kita masih mencarinya, percayalah pada papa, apapun nanti keputusan-mu papa adalah orang pertama yang mendukungmu"


ucap papa Jodhy yang terdengar bijaksana, lalu keluar dari kamar Jodhy.


Dan Jodhy tampak merenungi semua ucapan papanya tadi..


. . . .


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Billionaire Master Love Prison


✔ Silence


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.


Terimakasih dan selamat membaca.

__ADS_1


__ADS_2