
Tasku sudah jatuh di lantai,
sepatuku sudah terlepas.
Karena perlawananku yang ulet,
membuat mereka kewalahan,
aku terus berontak, mereka memukul dan menanpar wajahku berkali-kali.
Mereka mencoba memperkosaku.
Nafasku yang menderu dengan rasa ketakutan, tidak menyangka dengan kejadian yang terduga.
Tangisan dan airmata yang sudah bercucuran.
"Jangan, tolong jangan begini,
tolong lepasin aku"
Aku sudah terlihat syok,
rambut sudah tidak acak-acakan nggak karuan, apalagi mereka sudah berhasil membuat baju dan rokku sobek.
Barat yang sudah berkeliling,
belum menemukanku, dan terbersit kegudang belakang,
ia berlari dengan kencang.
Diikuti kedua temannya. Juga Cakra.
Tepat,
Barat mendengar kegaduhan dan suara tangisan dalam gudang,
tanpa ragu langsung mendobrak pintu,
dan melihatku sudah dalam kondisi yang mengenaskan,
dipegangi tiga orang pria dan salah satunya ditengah,
siap membuka celananya akan melancarkan serangannya padaku.
"Jack"
Barat langsung menarik Jack dari atas tubuhku, dan menghantamkan bogem-bogem mentahnya.
Meraka berkelahi.
Barat tampak kerasukan,
seperti orang gila dengan amarah penuh dia berhasil melumpuhkan Jack
dan kedua temannya Barat turut serta dalam perkelahian.
Aku yang syok, sudah seperti kehilangan akal, berteriak dan menangis ketakutan.
__ADS_1
Cakra yang baru masuk,
melihat semuanya tidak percaya,
langsung menghajar satu orang yang sedang mengeroyok salah satu teman Barat.
Dengan penuh amarah yang sama seperti Barat,
Cakra pun menghajar habis-habisan mereka.
Dan nggak lama mereka, Jack dkk sudah tergapar di lantai dengan penuh luka dan darah.
"Lo ngga apa-apa Yuki"
Cakra langsung melepaskan jaketnya,
yang melihat bajuku sudah sobek,
menyelimuti tubuhku.
Aku yang syock terus menghindari Cakra.
"Tenang Yuki, ini gue Barat"
ucapnya berusaha menenangkanku,
sesaat kesadaranku goyah,
aku pingsan dipelukan Barat.
diikuti Cakra
dan kedua teman Barat mengambil tas dan sepatuku yang berceceran dilantai.
Saat di parkiran Cakra meminta Barat memasukkan ke mobilnya,
awalnya Barat menolak,
namun Cakra meyakinkan bersikeras,
sehingga tidak ada pilihan apalagi melihat kondisiku.
Anak di kampus, heboh,
menebak apa yang sedang terjadi.
Aku langsung di bawa ke Rumah sakit.
Cakra langsung menghubungi orang-orang rumahnya termasuk kakaknya Haga.
Haga yang mendengar aku di bawa ke rumah sakit,
terkejut dan panik segera menyusul tanpa menanyakan terlebih dahulu perihal kejadianku.
Barat dkk mengikuti dengan mobil lain.
Mereka bertanya dalam hati,
__ADS_1
kenapa Cakra seolah mengenal Yuki,
padahal dikampus Yuki tidak pernah sekali pun berbicara dengan Cakra.
Mereka berfikir bagaimana seorang Cakra bisa mengenal Yuki.
"Lo pada balik lagi ke kampus gih, biar gue yang urus semua disini"
Ucap Cakra di rumah sakit,
setelah aku di bawa masuk keruang perawatan.
"Ga bisa dong, gue juga mau disini,
gue mau tau kondisi Yuki"
Barat bersikeras tetap tinggal.
"Pada balik deh,
lo ga usah khawatir,
gue janji, kalo ada apa-apa gue pasti kabarin lo"
Cakra berusaha meyakinkan Barat yang masih nggak mau pergi.
Walaupun berat akhirnya Barat,
Carlo dan Brian meninggalkan Rumah sakit.
Apalagi Barat,
yang mempunyai perasaan lain padaku,
nggak bisa nerima aku diperlakukan begitu,
dia merasa harus membuat perhitungan lagi sama Jack dan dkk,
namun kedua temannya melarang, biar pihak kampus yang mengurus tentang semua ini...
...Bersambung...
Hallo semua Aku Aleena ,
baca cerita lainku yang berjudul :
✔ Dua Hati
✔ Billionaire Master Love Prison
✔ Silence
dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.
Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.
Terimakasih dan selamat membaca.
__ADS_1