ELEGI CINTA YUKI

ELEGI CINTA YUKI
Tergores kembali 2


__ADS_3

Kulirik jam tanganku sudah mau menunjukkan pukul 7 malam.


Seperti Kak Aga tidak akan pulang cepat, dan aku nggak bisa menunggu lagi,


Judith harus beristirahat karena besok kita akan kembali. Kupanggil Judith.


"Kau tidak mau makan malam dulu, sudah lama kita nggak makan bersama"


bujuk Ara mengulur waktu agar aku tetap bisa bertemu kakaknya.


".. mungkin lain waktu Ra, nggak sekarang.. besok kami pulang, aku takut Judith kecapean"


ucapku, dan kulihat Judith turun bersama Pangasuh Ma memegangi salah satu boneka yang ada dikamarku..


"Jui sayang.. bonekanya disimpan disini ya.. "


ucapku merayu Judith.


Judith menggelengkan kepalanya, ketika aku mau mengambilnya, boneka tadi malah dipeluk tambah erat oleh Judith.


"Ayo sayang, lepas! Nanti kita beli yang baru, ini punya Paman ganteng disini.. "


bujukku lagi, tapi Judith nggak mau melepaskannya.


"Sudah Yuki.. biarkan Judith membawanya.. "


ucap Ara.


"Ta-pi.. "


"... biar Judith bawa, lagipula semenjak kau pergi tidak ada yang merawatnya,


Judith pun menyukainya.. jadi biar dia bawa saja.."


lanjut Ara.


"Baiklah jika kau tidak keberatan. Terima kasih sebelumnya.. kalau begitu kami pamit.. "


ucapku terlebih dahulu memeluk Pengasuh Ma lalu Cakra, mereka mengantarkan kamu sampai mobil.


Aku memenitipkan sisa bungkusan tadi pada Cakra,


karena bungkusan satu memang untuknya dan yang satu lagi untuk Kak Aga.

__ADS_1


. . . .


Keesokan paginya..


Setelah berpamitan pada keluargaku,


aku menyuruh supir berhenti dahulu didekat taman, tempat dimana dulu aku pertama kali bertemu dengan Jodhy..


Aku turun dari mobil.


Kakiku mulai berjalan ke suatu tempat,


semua kenangan dibenakku mulai bermunculan kembali.


Kakiku berhenti ketika melihat bangku taman, dan pohon besar yang kulihat masih sama seperti dulu.


Semuanya masih sama, hanya aku yang berubah,


kini aku hanya bisa menatap dan menahannya dengan tatapan senduku yang hampir menangis.


karena hari minggu,


saat ini Haga sedang lari pagi,


ia melihatku, melihat tatapanku yang begitu sedih, hatinya seakan tersayat tak sanggup melihatnya, namun kakinya tak berusaha pergi malah mengikutiku.


Aku mampir di sebuah toko bunga, toko yang dulu sering ku kunjungi bersama Jodhy. Pelayan yang mengenaliku,


menghampiri dan menanyakan akan membeli berapa tangkai dan menanyakan kabar Jodhy yang selalu datang bersamaku.


Aku hanya senyum sedikit getir padanya.


Aku membeli banyak bunga mawar merah. Aku meminta yang masih segar dan paling tidak tahan sampai sore ini ..


Aku pun juga membeli beberapa bunga lain.


Haga terus memperhatikan dan mengetahui salah satu bunga yang kubeli adalah kesukaan Neneknya, jadi dia bisa menebak kemana aku akan pergi setelah ini.


Yang dia binggung adalah kenapa aku membeli begitu banyak bunga mawar merah yang tangkainya sudah dipotong dan beberapa tangkai masih utuh..


Setelah pesananku selesai, beberapa pelayan membantu mengantarku membawa bunga-bunga tadi ke mobilku yang terparkir tidak jauh dari sana.


Haga pun bergegas ke mobilnya, yang memang tidak terparkir jauh juga, ia mengikuti mobilku dari belakang.

__ADS_1


Tepat seperti dugaannya, mobilku berhenti di sebuah pemakaman.


Aku bersimpuh kembali didepan batu nisan Nenek Haga. Haga dengan sengaja berada dibalik pohon yang aku belum menyadarinya terus memperhatikanku gerak-gerikku.


Kali ini aku membawa Judith, ia pun ikut bersimpuh disampingku..


"Nek.. aku nggak datang sendiri sekarang. Namanya Judith... dia cantikkan Nek.. kata orang-orang dia mirip sekali denganku.. "


ucapku dengan mata berkaca-kaca, menahan tangisku, sambil kuletakkan bunga kesayangan Nenek disamping batu nisannya..


"Maaf Nek.. aku mengingakari lagi janjiku..


aku.. bertemu dengan nya Nek..


tapi sepertinya dia belum bisa memaafkanku.. Hari ini aku Akan kembali..


sekali lagi maaf Nek...


aku sudah berusaha..


aku benar-benar minta maaf Nek..


Sekarang izinkan-lah aku kembali,


maaf karena aku tak pernah bisa menepati semua janjiku padamu... "


tangisku pecah, airmataku tak bisa kubendung lagi, kepedihan menyayat kembali luka-lukaku...


. . . .


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Billionaire Master Love Prison


✔ Silence


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.

__ADS_1


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.


Terimakasih dan selamat membaca.


__ADS_2