ELEGI CINTA YUKI

ELEGI CINTA YUKI
Kencan


__ADS_3

Mobil melintasi taman tempat dimana Aku dan Jodhy janjian.


Aku gugup dan gelisah, meminta supir untuk berhenti di persimpangan jalan.


Aku meminta izin Nenek buat turun,


tanpa mendengar persetujuan Nenek Aku langsung membuka mobil, menyebrang dan berlari.


Haga yang membuka pintu mobil juga,


ingin berteriak,


namun aku sudah menghilang dengan cepat.


Nenek hanya bisa memandangi saja tingkahku.


. . .


Aku terus berlari tanpa menghiraukan segalanya, bahkan rasa sakit di kakiku seperti tiba-tiba hilang.


Jodhy sudah berdiri menungguku.


Aku berhenti berlari, mencoba mengatur nafasku, berjalan menghampirinya.


Kami saling tersenyum,


tubuh kami seolah tarik menarik.


Jodhy langsung memelukku.


Aku kaget, senang, bahagia, gembira, nano-nano, nggak menyangka dengan pertemuan kita kemarin mengubah segalanya.


Perasaanku, perasaan Jodhy, perasaan kami sama, tidak bertepuk sebelah tangan.


Tak perlu banyak bicara, hanya mata kami saja yang saling bicara..dan tangan kami bergandengan..


Jodhy mengajakku makan siang, menonton dan berbelanja.


Jodhy mengajakku kencan.


Kencan yang selama ini ku impikan, bersama dia, ya hanya bersama dia..


. . .


Dirumah, di ruangan Nenek.


"Bagaimana situasi di rumah selama Nenek pergi"

__ADS_1


Ucap Nenek menginterogasi Haga dan Cakra.


"Semua-nya baik-baik saja Nek"


jawab Haga.


"Benarkah? Tapi seperti-Nya tidak dengan Yuki"


"Nenek tidak perlu khawatir, walaupun dia bertingkah seperti tadi, dia tetap mengikuti aturan di rumah ini"


bela Cakra.


Nenek tidak berbicara lagi,


hanya menatap keduanya, lalu keluar dari ruangan.


Diantar Pengasuh Ma untuk beristirahat.


Walau terlihat baik-baik saja di hadapan Nenek, kedua saudara itu tidak bisa membohongi perasaan-Nya, bahwa mereka terluka dan kecewa oleh sikapku.


Mereka mulai mengkhawatirkan semua perubahan sikapku, bimbang dan rasa takut menyelimuti hati mereka.


Di dalam kamar mereka, dengan semua rasa ketidak tenangannya.


. . . .


Tiga bulan berlalu dengan cepat,


Menyembunyikan bahwa kami sudah menjadi sepasang kekasih.


Aku lebih sering keluar rumah sekarang, berangkat dan pergi ke kampus aku selalu mencari alasan agar tidak di antar lagi oleh Ara.


Ara hanya bisa menatapku,


ketika pelajaran usai, aku langsung bergegas keluar dan di luar kampus sudah bertengger mobil sedan berwarna putih yang selalu menjemputku.


Nenek mulai menatap curiga,


menatap gelagatku yang semakin hari terlihat dengan jelas.


Haga pun semakin tidak kuat,


tidak kuat menahan semua perasaannya. Kesabaran-Nya mulai hilang kendali.


Apalagi setelah Nenek memberikan sebuah barang kepada Haga, yang mengharuskan dia mengukuhkan hubungan secara jelas.


Nenek memberikan sebuah gaun putih, panjang dan cantik.

__ADS_1


Nenek khusus memesannya di Eropa.


"Sebaiknya jangan di tunda lagi, carilah cincin yang tepat dengan gaun ini"


"Sudah saatnya kau mengatakan.


Jangan ditunda lagi. Nenek bertambah tua, dan Nenek tidak sabar ingin menimang anak-mu"


ucap Nenek pada Haga di ruangannya.


Dan tanpa disengaja,


di balik pintu, Cakra yang memang berniat menemui Neneknya mendengar percakapan itu.


Hati Cakra bergemuruh, seperti tersambar petir di siang bolong.


"Aku pun sama Nek, sudah tidak sanggup menahannya. Menahan rasaku yang bergejolak setiap saat, dan Aku satu atap dengan orang yang kucintai"


"Aku akan mengatakannya Nek, semua pasti berjalan sesuai rencana awal kita, dan Aku pastikan akan menikahinya"


suaranya terdengar jernih dan jelas di telinga Cakra.


Benar-benar tidak percaya, masih tidak percaya dengan yang di dengarnya.


Cakra berjalan dengan langkah berat meninggalkan ruangan tadi.


Hatinya hancur berkeping-keping.


Rasa sukanya padaku, harus dia pupus dalam-dalam, bahwasanya dia akhirnya mengetahui, Nenek mengadopsi Yuki hanya untuk menjadikan-Nya istri Haga. Untuk menjadi Kakak ipar-Nya.


Padahal rencananya, ia ingin bertemu dengan Neneknya, ia ingin mengutarakan perasaan-Nya pada Neneknya, meminta izin untuk hubungannya..


. . . .


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Billionaire Master Love Prison


✔ Silence


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.

__ADS_1


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.


Terimakasih dan selamat membaca.


__ADS_2