
"Aku ingin ke perkebunan kak.. Aku ingin melihat dimana dia tumbuh dan dibesarkan, juga ada sesuatu yang harus Aku selesaikan..." ucap Cakra.
Haga yang mendengar malah berbalik badan, sepertinya dia malas mendengar semua pembicaraan Cakra, Cakra menoleh menyadari kakaknya akan pergi..
"Beberapa hari lalu sebelum pulang, dia menitipkan ini padaku.. "
Haga berbalik, melihat bungkusan yang dibawa Cakra tadi.
Cakra berdiri dari duduknya, menghampiri kakaknya, memberikan bungkusan tadi.
"Untukmu saja"
Haga hanya melirik tanpa menyentuh bungkusan tadi.
"Kakak tidak menyesal, ini dia carikan khusus untuk kakak loh.. "
Cakra melihat reaksi wajah kakaknya, yang tak bergeming sedikit pun.
"Kakak sudah bertemu dengannya?"
tanya Cakra lagi memastikan tebakannya.
Haga tidak memperdulikan ucapan adiknya dia malah melangkahkan kakinya.
"Harusnya... jika kakak sudah bertemu dengannya, kakak tahu keadaannya.. "
Haga menghentikan langkahnya sedikit kesal, karena adiknya terus bicara..
"Iya, Aku tahu, dia.. "
"Judith cantik yaa, sangat mirip dengan Yuki, padahal bukan anak kandung Yuki.. "
lanjut Cakra yang menotong ucapan kakaknya.
Melihat reaksi terkejut kakaknya, Cakra yakin kalau kakaknya tidak tahu apa pun tentang Yuki.
"Judith itu.. hanya anak yang diterlantarkan, kedua orangtuanya bunuh diri.
Kakek Nenek dari kedua orangtuanya tidak ada yang mau merawat Judith,
Judith dianggap anak pembawa sial,
__ADS_1
karena itu Judith ditinggalkan dipanti asuhan.. Aida membawa Judith, disaat dia terpuruk dan sangat rapuh kak.. "
Cakra mengatur nafasnya, melihat wajah terkejut dan penasaran kakaknya..
"Awalnya.. dia menolak kehadiran Judith, bahkan nenyentuh Judith pun tidak..
Aida bilang.. suatu hari entah apa yang menggerakkan hatinya, hingga sekarang dia bersedia dipanggil mama oleh Judith..
Dia benar-benar tegar melewati masa terburuk dan terpuruknya.. "
"Buruk dan terpuruk, apa maksudmu?"
Cakra menghela nafasnya,
lalu berjalan ke arah tangga, duduk kembali, kali ini Haga duduk disamping Cakra,
seperti tidak ingin melewatkan sedikit pun kisah tentangku..
"Dia gadis kuat dan tegar kak..
ia telah mengucapkan janji untuk tidak menangis pada saat Jodhy pergi.. "
"Jodhy, pergi?"
"Iya kak.. selama ini Jodhy merahasiakan penyakitnya dari keluarga.
Jodhy meminta Yuki tetap merahasiakan, bahkan ketika seharusnya mereka berbahagia.. Jodhy menghembuskan nafas terakhirnya setelah melingkarkan cincin dikedua jari manis mereka..
Jodhy meninggal dipelukan Yuki saat pesta pernikahan berlangsung..
dan sekali lagi dia menepati janjinya pada Jodhy..
dia tidak menangis kak..
airmatanya tidak keluar sedikit pun.."
tukas Cakra menuntaskan ceritanya.
Hati Haga bergetar hebat,
sungguh jika boleh dia memilih, dia tidak ingin mendengar semua perkataannya Cakra tadi.
__ADS_1
"Jodhy meninggal? Pada saat pernikahan berlangsung.. "
"Jodhy, Leukemia kak..
Yuki tetap tabah dan tegar.
Selama ini kita salah menilainya, kita pikir dia manja..
tapi..Ia bisa melepas kepergian orang yang sangat dia cintai dengan senyuman.
Biarpun pada akhirnya dia memutuskan untuk terus bersembunyi.
Dan hari-hari setelah kepergian Jodhy hanya diisi dengan pergi ke makam Jodhy, terkadang dia tertidur dimakam Jodhy kak..
Aida dan Ibu Kepala menjadi penopangnya, juga kehadiran Judith sebagai peri kecil yang bisa mengubah sedikit demi sedikit luka menjadi senyuman.. "
"Makin hari perasaannya membaik, dengan rasa kehilangan yang belum dia lupakan..
Ia membangun sebuah taman bermain untuk anak-anak didekat rumah tinggalnya, Ia mulai mengajarkan anak-anak melukis dan bermain piano.. "
Cakra menghentikan ceritanya, lalu memberikan bungkusan tadi pada kakaknya, berdiri dan meninggalkan kakaknya yang masih terpukau dengan kisah Yuki yang Cakra ceritakan, dia masih belum percaya..
. . . .
...Bersambung...
Hallo semua Aku Aleena ,
baca cerita lainku yang berjudul :
✔ Dua Hati
✔ Billionaire Master Love Prison
✔ Silence
dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.
Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.
Terimakasih dan selamat membaca.
__ADS_1