
Sejauh apapun aku berlari dan menghindar.
Mereka tetap berhasil menangkap dan membawaku pulang.
Haga terus menarik tanganku dengan keras, memaksaku ikut dengannya.
Cakra yang melihat kepulanganku merasa lega, karena aku ditemukan dalam kondisi baik-baik saja.
Walau hatinya pedih melihat perlakuan Kakaknya terhadapku ia nggak bisa berbuat banyak,
hanya bisa menyaksikan semua dengan dadanya yang bergemuruh hebat.
Bagaimana ia nggak berhak ikut campur.
Haga menarikku masuk ke kamar Nenek,
ia langsung menghempaskan tubuhku hingga jatuh tersungkur,
bersujud di hadapan Nenek.
Mataku menatap sosok Nenek yang pandangan matanya kosong dan sayu, putus asa, sedih,
seperti tidak ada gairah untuk hidup.
Nenek duduk lemah dan rapuh di atas kursi roda...
"Lihatlah ulahmu"
Haga yang berteriak kencang dengan segala kemarahannya.
Kudekati Nenek, wajahnya terlihat pucat,
aku tak kuasa
membendung air mataku yang menetes..
"Apa kau tau,
berbulan-bulan Nenek mengkhawatirkan-mu hingga beliau seperti ini.. "
Haga yang seolah menekan rasa bersalahku
Aku tak perduli lagi,
jika sekarang aku harus memaksamu dengan kekerasan,
aku akan tetap mempertahankanmu di sisiku. Aku tidak akan membiarkan kau pergi jauh lagi dari-ku. Haga.
"Ne-ne-k... a-ku pulang, a-ku minta maaf"
tangisku bergetar hebat sejadinya,
bersujud dan menangis dipangkuannya.
Aku merasakan tangan Nenek bergerak di kepalaku, mengelus rambutku.
"Maaf Nek, aku sungguh-sungguh minta maaf, aku nggak bermaksud membuat Nenek seperti ini.. "
masih terisak dengan tangisku.
"Jangan pergi lagi, tetap-lah disini Nenek"
pintanya lirih.
"Baik Nek, apapun, apapun akan kulakukan, asalkan Nenek sembuh, apapun Nek..
aku akan tetap disini Nenek dan menjaga Nenek"
janjiku memeluk Nenek dengan tangisanku yang pecah sangat kencang...
Bagus.
Teruslah seperti itu dan tepati janjimu. Haga.
. . . .
Di rumah Jodhy.
Papa Jodhy dan Jodhy baru pulang kantor.
__ADS_1
Setelah mandi dan rapih bergegas untuk makan malam.
Mata Jodhy berkeliaran,
mencari sesuatu yang hilang, ia tidak melihat Yuki membantu dan melayani makan malam.
Kemana dia. Jodhy.
Nenek Jodhy dan istrinya,
tampak memperhatikan gelagat putra dan cucunya yang seolah mencariku.
Tapi mereka masih diam,
hingga saat makan malam usai,
mereka diminta keruang keluarga.
Nenek Jodhy dan istrinya tampak tidak sabar ingin berbicara dengan mereka..
"Katakan dengan jujur, siapa sebenarnya Yuki"
ucap Nenek menatap putra dan cucunya tajam.
"Dia pelayan kita mah, memang ada apa mah, kenapa mama bertanya tentang Yuki"
Papa Jodhy dan Jodhy kaget,
tapi berusaha tetap tenang, masih menutupi identitas-ku.
"Kalian pasti tahu apa yang kumaksud, jawablah dengan jujur"
masih menatap kedua orang dihadapannya dengan tajam.
Mereka masih terdiam,
tidak mau ada salah bicara.
"Baiklah jika kalian memang belum mau bicara"
Nenek Jodhy menghela nafas sesaat,
"Tadi siang kami berbelanja,
sesorang menghampiri-nya,
dan banyak pengawal yang memaksanya untuk ikut bersama mereka"
ucap Mama Jodhy yang tampak gregetan sekaligus penasaran.
"Jadi Yuki sudah dibawa pergi mereka"
Ucap Jodhy yang terlihat tidak begitu kaget.
Jodhy sadar cepat atau lambat ini pasti akan terjadi,
hanya dia tinggal menunggu waktunya saja.
"Kau seperti sangat mengenal Yuki,
siapa dia sebenarnya"
Nenek Jodhy mengulangi pertanyaannya.
Jodhy terdiam sejenak.
Kedua wanita cantik itu tampak begitu penasaran.
Jodhy mengatur nafas dan mempersiapkan diri untuk memulai bercerita.
Bercerita yang akan mengungkapkan rahasiaku.
"Yuki sejak kecil dibesarkan di panti asuhan. Beberapa tahun belakangan ini sebuah keluarga mengadopsinya.
Ia memeliki pembawaan hangat dan ceria. Hari-hari nya bersama keluarga yang mengadopsi selalu bahagia.
Hingga tiga bulan lalu, dia mengetahui alasannya keluarga itu mengadopsinya.
Ia nggak bisa menerima kenyataan,
__ADS_1
lalu melarikan diri dari rumah.. "
Jodhy berhenti sejenak,
menatap lagi wajah kedua wanita dihadapannya,
Jodhy melihat keduanya tampak serius mendengarkan cerita Jodhy,
sesaat ada keraguan dari Jodhy, tapi dia tetap harus mengatakannya...
"Maaf Nek, sebenarnya ini kesempatan-ku untuk mengatakan tentang perasaan-ku.. "
Kedua wanita itu menatap tajam Jodhy.
"Sebenarnya Aku sudah mencintai orang lain, dan dia adalah Yuki,
Aku sungguh minta maaf Nek..
Bukan Aku mengingkari semuanya,
Aku bersedia menerima semua konsekuensi. Dan jika Aku harus pergi dari keluarga ini,
Aku bisa menerimanya Nek..
Aku tidak ingin kehilangan orang yang sangat kucintai Nek...
Aku nggak bisa melepaskan-nya,
Aku tulus mencintainya dan aku menerima semua kekurangannya,
karena Aku tidak bisa hidup tanpa dia Nek.. "
Jodhy mengungkapkan rahasia yang dia simpan rapat dihadapan kedua wanita cantik tadi.
Nenek Jodhy tidak menyangka bahwa cucunya berani menetang dan mengakui perasannya pada Yuki.
Batin marah dan bergejolak,
tetap harus dia tahan, berusaha bersikap tenang dan mengerti.
Ia menyadari kalau dia memaksakan kehendaknya lagi, hasilnya sudah tergambar jelas dimata.
Bukannya dia tidak tahu dengan kondisi pernikahan putranya, tapi ia menelan bulat-bulat pahitnya empedu dan menutup mata juga telinganya rapat-rapat.
"Jadi tujuan keluarga ini mengadopsinya apa? "
menatap lekat-lekat wajah cucunya yang begitu tersiksa dengan pengakuannya.
"Sama dengan kemauan Nenek,
mereka ingin menjodohkan Yuki sebagai pendamping hidup salah satu dari cucunya"
ucap Jodhy lirih,
tampak jelas luka di dalam hatinya. . .
Si Nenek hanya bisa tertegun mendengar semua ucapan cucunya..
Dan obrolan berakhir dengan kesunyian, tanpa ada lagi suara, namun perasaan luka menyayat hati mereka...
. . . .
...Bersambung...
Hallo semua Aku Aleena ,
baca cerita lainku yang berjudul :
✔ Dua Hati
✔ Billionaire Master Love Prison
✔ Silence
dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.
Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.
Terimakasih dan selamat membaca.
__ADS_1