ELEGI CINTA YUKI

ELEGI CINTA YUKI
Perubahan Sikap


__ADS_3

Pengasuh Ma mengajak kami turun untuk sarapan.


Ah, ada yang berbeda hari ini. Penampilan Tuan Besar Haga sudah mengenakan kemeja dan jas membuat dia terlihat lebih ganteng dan maskulin.


Rupanya hari ini dia mulai ngantor.


Di kamar Cakra, ia tampak menerungi semua sikapnya terhadap Yuki tadi.


Makian kasar yang terlontar dari mulutnya, sesaat terbersit rasa bersalah, apalagi saat dia melihat nampan dengan segelas susu dan roti yang di bawa Yuki tadi.


*Cih.


ucapnya dalam hati dan memakannya*.


Haga sudah berangkat ke kantor.


Aku yang sudah sendiri, nggak tau apa yang mau dilakukan, sambil merenungi ucapan Cakra tadi.


Aku yang nggak di perbolehkan membantu, apalagi setelah aku tau statusku ternyata bukan seorang pelayan membuatku gusar.


Langkah kakiku yang berkeliling terhenti pada sebuah piano.


Kusentuh, duduk dikursinya. Kubuka papan penutupnya, tanganku mulai meraba tuts-tuts piano tersebut.


Sekejap, tak lama sudah terdengar dentingan suara piano yang mengalun. Nada piano tadi sangat menyayat hati.


Hatiku yang pedih.


Dengan takjub dan tidak menyolok, dalam hentakan-hentakan tanganku, kuingin tangan ini tetap kuat dan berjalan tenang, aku percaya akan ada lebih dari satu kesempatan, sementara itu biarkanlah aku menenangkan perasaanku ini...


Rasa penasaran Cakra bergejolak saat mendengarkan dentingan piano yang kumainkan.


Langkah kakinya menuju arah suara namun tidak berani menghampiri, ia hanya bersembunyi dari balik dinding mengamatiku bermain.


Cih, kenapa permainannya bagus sekali, ternyata cewek kampungan itu pandai juga. umpat Cakra. Sekilas ada perubahan sikap dari Cakra, ada rasa sesal tergambar dari wajahnya.

__ADS_1


Permainanku berhenti.


Cakra segera bersembunyi ketika aku berjalan ke arahnya.


Aku melewatinya dan nggak berapa lama sudah turun lagi membawa perlengkapan lukisku.


Tak lupa harmonika kesayanganku pun kubawa.


Aku berjalan ke halaman belakang, Aku mencari tempat yang nyaman untuk melukis.


Aku duduk bersandar pada tembok, kubuka peralatan lukisku.


Tanganku mulai melukis wajah wajah yang ingin kulukis, wajah seseorang yang sangat kurindukan.


Wajah dia. wajah Ibu Panti, Aida, Anak-anak disana bahkan panti asuhanku.


Aku kangen pada mereka, apalagi kejadian tadi pagi yang membuatmu syock dan tidak percaya.


Hari makin siang, Aku merebahkan tubuhku, melebarkan kedua tangan ku.


. . . .


Di sebuah perkantoran mewah. Haga sudah dengan suasana kerjanya.


Semua karyawan tampak membicarakan kepulangan Haga dari tempat liburannya.


"Direktur kita makin ganteng"


Salah seorang karyawan perempuan membuka pembicaraan yang sedang bergosip di pantry kantor.


"Iya, tambah ganteng"


"Ganteng sih ganteng tapi Arogan ama dingin banget sama cewek"


"Eh, tapi kalian liat kan, penampilannya agak berbeda, tambah cool dan ngegemesin aja"

__ADS_1


"Gila lo, gue yang sekretarisnya aja nggak dilirik, padahal gue udah dandan segini sexynya"


sambil menunjukkan dan menggoyangkan pinggang sehingga dadanya ikut bergoyang.


"Sexy apaan, lo kurang agresif kali"


"Cih, agresif, gue curiga jangan-jangan dia Homo lagi"


"Awas jangan kencang-kencang nanti kedengeran"


"Ho'oh, eh, tapi iya dia agak berubah tuh, pasti liburan kemarin dia ketemu cewek yang bikin dia klepek klepek"


"Bisa jadi tuh, gue jadi penasaran, kayak apa ya tipe direktur kita ini"


Begitulah sedikit percakapan karyawan perempuan Haga.


Yang mereka sebenarnya pada naksir dengan direktur mereka...


. . . .


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Billionaire Master Love Prison


✔ Silence


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.

__ADS_1


Terimakasih dan selamat membaca.


__ADS_2