
Pengawal langsung menyangkat tubuh Aida, dan membaringkannya di ranjangku.
Mereka semua mengikuti kekamar,
kecuali Pengasuh Ma dan Haga tahu orang yang sedang berbaring di ranjangku adalah Aida.
Nenek dan Cakra menatap penuh tanya...
"Maaf Nek, aku tidak meminta izinmu terlebih dahulu saat membawa temanku.
Aku panik langsung meminta Kak Aga membawanya, Aku tidak tahu apa yang terjadi dengannya sampai dia bisa seperti ini.. "
ucapku berbicara menahan isakku.
Nenek hanya menatapku.
"Gantilah pakaianmu terlebih dahulu"
ucap Nenek lalu meninggalkan kami.
Setelah Nenek pergi aku sibuk sendiri masih mengenakan gaunku,
pergi kebawah mengambil peralatan untuk mengelap tubuh Aida.
Kulap wajah, dilanjutkan tangan dan kaki Aida yang terlihat kotor,
kulihat baju Aida bukan cuma kotor juga beberapa bagian bajunya pun ada sobekan dimana-mana, dekil seperti gelandang jalan.
Setelah selesai kucarikan baju ganti untuknya.
Haga dan Cakra langsung keluar saat tahu Aku akan mengganti baju Aida.
Aku keluar kamar membawa pakaian tidurku.
Kulihat Haga masih bersandar pada tembok kamarnya, sedangkan Cakra sudah terlebih dahulu masuk kamarnya.
Aku masuk kamar mandi, setelah berganti baju aku keluar.
Dia masih disitu.
Haga menatapku. Tatapan matanya penuh kekhawatiran.
__ADS_1
Terlepas dari kejadian dipesta, memang kuakui dialah orang yang selalu mencemaskanku dibanding yang lain.
"Kakak istirahatlah, aku tahu kau juga pasti lelah"
ucapku.
Haga menatapku, kakinya mulai melangkah, aku langsung menghindari tatapannya, ingin segera masuk ke kamarku.
Haga menarik tanganku.
"Masalah tadi lain kali saja dibahasnya, aku sungguh lelah kak"
aku yang lagi nggak mood buat bertengkar ataupun membahas masalah tadi langsung menghempaskan tangannya.
Hatiku sekarang sedang terfokus pada masalah Aida.
Haga menyadari kesalahannya, mungkin tadi terlalu emosi,
dia pun tak bisa lagi menahan perasaannya, apalagi aku sudah tahu dengan jelas perasaannya.
Ia pun menuruti kata-kataku, masuk kekamarnya untuk istirahat.
Sampai kau bersikap seperti ini gadisku. Kapan kau bisa menerimaku sebagai seorang laki-laki yang mencintaimu.
Keesokan harinya.
Haga masuk kekamarku membawakanku sarapan.
Ia melihatku ketiduran di pinggir ranjang, Ia tahu aku menjaga Aida semalam dan Aida masih belum siuman.
Perlahan ia membangunkanku.
Aku bangun dan mengulet, badanku sakit semua.
"Mandilah, biar lebih segar"
Aku mengangguk, berjalan ke lemari baju mencari baju ganti dan langsung keluar kamar untuk mandi.
Aku mandi bergegas takut Aida siuman.
Aku menyantap makananku tidak selera dan tidak habis, lalu kembali duduk dipinggir ranjang.
__ADS_1
Haga ikut duduk dipinggir ranjang, tangannya mengeluarkan minyak angin.
Aku membuka penutupnya, kuoles sedikit dibagian hidung Aida.
Aida mulai menggerakkan kelopak matanya, tangannya bergerak.
Aida siuman.
Setelah Aida melihat sekeliling ruangan yang tidak ia ketahui dan saat mata kami bertatapan, Aida sudah tidak bisa lagi membendung airmatanya,
ia bangun, terisak pelan, lama kelamaan tangisnya semakin kencang,
ia seakan mengeluarkan semua sakitnya dipelukannku.
Aku yang tidak kuat menahan rasa sakit yang dirasakan Aida hanya bisa ikutan menangis, Haga yang berada dipinggir ranjang memberikan kami ruang dan keluar kamar.
Aida mulai bercerita dengan sesekali isaknya masih terdengar dan nafasnya yang tersengal.
Aida bilang, ia diadopsi oleh sebuah keluarga berada. Awalnya Aida sangat gembira karena keluarga itu akan mengadopsinya sebagai anggota keluarga seperti yang selama ini Aida impikan. Namun setelah sampai disana, ia hanya dijadikan sebagai pelayan dan menjadi bulan-bulanan mereka.
Mereka menyiksa Aida, Aida hanya dijadikan bahan pelampiasan mereka ketika mereka kesal. Ia dipukuli, tidak diberi makan berhari-hari dan dikurung diruang kotor dan gelap.
Makanan yang dia makan hanya makanan sisa, terkadang ia memakan makan basi hanya untuk mengganjal rasa laparnya.
Aku hanya menangis mendengar semua cerita Aida. Betapa malang nasib sahabatku. Apa salah jika kami hanya menginginkan sebuah keluarga. Keluarga kecil. Kami hanya butuh kasih sayang, bukan harta. Apakah itu sangatlah sulit..
. . . .
...Bersambung...
Hallo semua Aku Aleena ,
baca cerita lainku yang berjudul :
✔ Dua Hati
✔ Billionaire Master Love Prison
✔ Silence
dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.
__ADS_1
Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.
Terimakasih dan selamat membaca.