ELEGI CINTA YUKI

ELEGI CINTA YUKI
Tidak sadarkan diri


__ADS_3

Di luar ruang perawatan,


Cakra tidak bisa menutupi rasa khawatirnya.


Di lubuk hatinya, ia merasa bersalah,


bersalah karena tidak bisa menjaga Yuki seperti pesan Neneknya.


Dia hanya bisa menebak,


kalau peristiwa yang terjadi pada Yuki di sebabkan olehnya.


Oleh citra buruk yang dimiliki Cakra di kampus.


Nenek dan Pengasuh Ma sampai lebih dulu,


Aku yang sudah dipindahkan kekamar VVIP, langsung meminta untuk melihat kondisiku.


Kondisi yang terbaring lemah,


tak sadarkan diri dengan beberapa luka diwajahku


Haga datang dengan berlari,


wajahnya terlihat marah,


dia langsung meninju wajah adiknya sampai jatuh dilantai.


Cakra tidak membalas pukulan kakaknya sebab dia memang merasa bertanggung jawab atas peristiwa yang terjadi padaku.


Haga bertanya kronologi kejadian yang menimpaku.


Cakra tidak bisa menjelaskan banyak, memang dia tidak tau,


yang dia tau hanya akau akan diperkosa.


Haga begitu geram mendengar penjelasan Cakra,


dan saat lihat kondisiku yang tak sadarkan diri, tanpa banyak bicara,


ia pergi meninggalkan rumah sakit dengan kemarahannya.


Dokter menjelaskan keadaan fisikku tidak parah,


yang mengkhawatirkan kondisi sikisku yang lemah,


sangat sulit untuk memulihkan seperti kondisi seperti semula.


Syock dan trauma terlalu parah dan dalam.


. . . .


Sudah sebulan aku di rawat di rumah sakit.


Masih belum menunjukkan tanda kesembuhan.


Pandangan mataku kosong dan penuh ketakutan.


Haga selalu setia menemani.

__ADS_1


Tidak pagi, siang ataupun malam, dia selalu ada di sisiku.


Bahkan untuk urusan perusahaan dia tinggalkan dan mempercayakan pada tangan kanannya.


Cakra tidak dapat melakukan banyak hal,


dia sama khawatirnya seperti kakaknya,


dan rasa bersalah selalu menghantuinya.


Barat pun setiap hari datang ke rumah sakit, sangat perhatian dan khawatir akan kondisiku. Berusaha menghibur dan mengajakku ngobrol dan bercanda.


Membuat Haga tau kalau dia punya perasaan lain terhadap Yuki,


Haga masih menahannya,


karena melihat kondisiku yang belum stabil.


Aku memang tau siapa saja yang berada disisiku.


Namun entah mengapa jiwaku seolah seperti terbelenggu rantai,


rantai yang mengikat dileher dan kakiku,


tidak ada semangat untuk menghadapinya, seperti tertutupi awan hitam yang sulit dijangkauan.


Dokter menyarankan untuk membawa pulang, karena tidak ada yang bisa di lakukan lagi.


Mungkin jika berganti suasana,


dilingkungan Keluarga yang mencintai kondisiku bisa cepat pulih.


Haga menatap gembira reaksiku..


"Ibu... "


Haga mencermati ucapanku,


menatap pandangan mataku yang masih kosong.


Ia memapahku duduk di kursi roda,


membawa semua barang, mendorong kursinya, keluar dari rumah sakit.


. . . .


Aku sudah berada di kamar ku.


Aku kembali dengan orang yang berbeda.


Tidak ada senyum dan keceriaan dari wajahku seperti sebelumnya.


Haga menatapku tidak tega,


andaikan dia bisa mengambil separuh atau bahkan seluruh penderitaanku,


dia rela menggantikannya, asalkan dia bisa melisa senyumannku lagi.


"Aku akan membawanya Nek, seperti sudah tidak ada cara lain lagi"

__ADS_1


Ucap Haga pasrah diruangan Neneknya.


Cakra berada di luar ruangan menguping pembicaraan mereka.


"Apa tidak ada pilihan lainnya"


"Tidak Nek, aku rasa saat ini, itu yang paling diperlukaanya"


"Bagaimana dengan-mu"


Haga masih terdiam.


Neneknya dapat merasakan kegelisahan yang dirasa cucunya.


"Kau sungguh rela melepaskan-Nya"


ucap Nenek terdengar putus asa,


dia merasa semua rencana yang dia susun gagal berantakan.


Masih menatap wajah cucunya yang sungguh menderita.


" Aku akan mengantarkan-Nya sendiri Nek"


Dan tidak ada ucapan lagi,


Haga keluar dari ruangan Neneknya,


kembali ke kamarku.


Cakra yang tahu kakaknya akan keluar segera bersembunyi,


sepertinya dia pun mengerti arah pembicaraan Nenek dan kakaknya.


Tidak berapa lama terlihat Pengasuh Ma membawa tas pakaian kuturun,


dan Haga menggendong tubuhku dan memasukkanku kedalam mobil.


Cakra hanya menatap kepergian, dengan rasa penyesalan,


bahkan dia belum sempat meminta maaf padaku..


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Billionaire Master Love Prison


✔ Silence


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.


Terimakasih dan selamat membaca.

__ADS_1


__ADS_2