ELEGI CINTA YUKI

ELEGI CINTA YUKI
Cakra dan Aida 2 (Rev 7 Sudah Diedit dan dipotong)


__ADS_3

...**WARNING 21+...


...PARA PEMBACA DIHARAPKAN BIJAK SAAT...


...MEMBACANYA YAA**!!!...


Cakra tersadar akan sentuhan tangan Aida, saat Aida akan menipisnya,


kedua tangan Ara sudah ada dipinggang Aida, dengan sepersekian detik tubuh mungil Aida sudah berada dipangkuan Ara.


Aida kaget, berusaha melepaskan cengkraman erat Ara di pinggangnya. Aida mulai panik, dia nggak pernah melihat sikap Ara yang seperti ini.


"tadi katanya tanyain kabar, aku baik-baik saja"


ucap Ara berbisik di telinga Aida,


dan tangan satunya mengelus punggung Aida.


Wajah Aida merona merah dan desiran aneh terjadi pada tubuh Aida.


Aida yang berusaha menepis tangan Ara yang masih menelusuri tubuhnya.


Ara memegang dagu Aida ia dekatkan wajahnya pada Aida,


satu kecupan manis ia daratkan dibibir mungil Aida. Aida yang terkejut sekaligus senang sampai membuka mulutnya.


Ara yang gemas melihat tingkah Aida langsung mendaratkan lagi ciumannya,


Membuat Aida yang belum pandai berciuman kewalahan,


Tangan Ara mulai menyentuh bagian pundaknya, menurunkan satu lengan gaun Aida hingga membuat Aida menikmati setiap sentuhan tangan Ara.


Ara melepaskan ciumannya sesaat ia lihat wajah Aida yang sudah memerah karena malu.


Ara tersenyum penuh kemenangan. Ia tahu Aida menginginkannya juga.

__ADS_1


lihat saja, malam ini aku kubuat sertifikat hak milik, agar kau tidak bisa kabur lagi dari sisiku. Menjadi milikku selamanya.


"Aku merindukanmu"


ucap Ara,


Aida mendanggakkan kepalanya,


tidak percaya apa yang diucapkan Ara..


"Kau merindukanku?"


tanya Ara lagi sambil memainkan rambut Aida.


Aida yang merasakan cintanya nggak bertepuk sebelah tangan lagi, hanya menganggukkan kepalanya.


"Boleh aku minta lebih"


ucap Ara meminta izin Aida.


Aida yang dimabuk asmara walau berusaha menolaknya tapi rasa penasaran dan keinginannya lebih besar. Aida menganggukkan kepalanya lagi.


Aida menggelengkan kepalanya perlahan.


Mendapatkan persetujuan Aida menandakan kemenangan besar bagi Ara.


Tanpa ragu Ara mulai melancarkan aksinya kembali, perlahan ia benarkan posisi Aida agar dia saling berhadapan.


Ara mulai kembali dengan ciumannya, mengabsen setiap jengkal tubuh Aida, memberikan tanda kepemilikan dimana-mana.


Setelah memastikan Aida dimabuk asmara...


"Tahan sebentar ya kalau sakit"


ucap Ara, yang meyakini Aida belum pernah dibongkar oleh siapapun. Aida hanya mengangguk pelan.

__ADS_1


Ara mulai memasukkannya pada area sensitif Aida, seperti terdengar suara robekan beberapa kali saat Ara memasukin Area sensitif Aida, membuat Aida Menyerinyit kesakitan, bersamaan dengan keluarnya darah segar dari area sensitif Aida.


Masih sangat sempit yang dirasa Ara, berbeda dengan para piala bergilir di kampusnya.


Ara memulai aksinya hingga mereka mencapai ******* bersama.Ara mengecup kening Aida.


"Terima kasih Aida, kau mengizinkan aku menyentuhmu untuk pertama kalinya, aku bahagia menjadi orang yang pertama bagimu"


ucap Ara tulus setelah berhasil membuat sertifikat hak milik nya.


Ara membantu Aida duduk, dan membantu merapihkan pakaiannya yang berantakan.


Dan Ara segera membenarkan posisi kursinya.


"Berikan handphonemu"


Aida hanya menurut memberikan handphonenya pada Ara.


Ara memasukkan nomor telponnya dan menghubungi handphone dengan handphone milik Aida. Setelah selesai menyimpan nomor telpon Ara mengembalikan handphone Aida.


" Kau pasti lapar, sebelum pulang kita makan dulu ya"


Aida hanya mengangguk, dan mobil pun mulai melaju...


. . . .


Ditempat pesta.


Orangtuaku sudah mulai bosan. Mereka pun mengajakku pulang.


Aku menyuruh mereka dan Ibu ke mobil duluan sementara Aku mencari Judith. Aku nggak mencari Aida, karena Aida sudah mengirimiku pesan.


Aku menjemput Judith ke taman belakang, kulihat Judith begitu serius berbicara dengan Seorang pria.


Aku tersenyum dan menghampirinya...

__ADS_1


. . . .


...Bersambung...


__ADS_2