ELEGI CINTA YUKI

ELEGI CINTA YUKI
Rekreasi Alam 1


__ADS_3

Oya, sekarang kamar Kak Aga sudah tidak gelap dan baju yang dipakainya pun sudah berwarna tidak hitam melulu.


Dengan memeluk salah satu boneka kesayanganku.


Aku duduk gelisah diruang televisi.


Kak Aga belum pulang kerja, pasti lembur.


Cakra masih sama dengan kebiasaan keluyuran malamnya,


hanya saja sekarang sudah tidak mabuk-mabukkan lagi.


Tepat pukul 21:00,


kudengar pintu pagar dibuka, dan mobil masuk.


asyikk.. Kak Aga pulang, tapi gimana ngomongnya yaa.


Saat dia masuk, menyadari ruangan televisi menyala,


Ia langsung menghampiri,


dan satu kecupan lembut menempel dikeningku.


"Nanti aku kembali"


langsung naik kekamarnya.


Ya.. ini suka jadi kebiasaan Kak Aga,


entah dimulai dari kapan,


saat dia berangkat dan pulang kerja selalu menyempatkan mencium keningku.


Setengah jam kemudian Kak Aga turun, mengenakan kaos polos hitam dan celana pendek kargo selurut.


Ia langsung duduk di ruang televisi.


Dan aku sendiri,


sibuk kedapur menggambilkan makanan untuknya.


Dan ini pun jadi kebiasaan Kak Aga lagi,


setelah pulang kerja,


kalau makan harus aku yang suapin.


Dulu pertama kali alasannya karena kecapean lembur,


tapi sekarang jadi kegiatan rutinnku menyuapinya makan.


Setelah selesai makan,


aku lebih manja dari biasanya.


Kak Aga selalu menyempatkan diri,


selalu meluangkan waktunya buatku,


walaupun lelah bekerja menuruti mauku.

__ADS_1


Kak Aga juga sudah hafal dengan sikapku yang berubah jadi super manja.


Bersandar didadanya sambil mataku ke televisi.


"Ada apa? Apa uang jajan-mu kurang? "


Ucap Kak Aga terus menyelidiki.


Aku nggak sadar kalau Cakra sudah pulang.


"Bukan Kak"


"Lalu apa? "


"Kau perlu apa? "


"Jangan Kak,


nggak usah di dengerin ucapan si Mie Kriting ini"


ucap Ara tau-tau udah dibelakang kami.


Aku berbalik.


"Eh, dasar si kepala udang,


kalo orang ngomong nyamber aja kayak bensin. Awas ya,


kamu jangan ikut campur, ini urusanku"


ucapku membulatkan mata ke arahnya


dan berkacak pinggang karena kesal.


kalian ya, kalau ketemu pasti begini,


kayak kucing dan anjing"


"Ia nih, Kak, dia nyamber aja sih"


"Kenapa lo kesel,


ayo sini berantem ama gue"


ucapnya yang ambil kuda-kuda mengangkat kedua tangannya meledekku.


"eh, malah nantangin"


"Sudah,


diam Ara, kamu ngalah,


biar Yuki bicara"


ucap Kak Aga yang selalu membelaku.


Aku menjulurkan lidah, meledek Cakra.


Puas dengan kemenanganku.


"Katakan"

__ADS_1


ucap Kak Aga padaku.


"Aku mau ikutan rekreasi alam Kak,


cuma tiga hari, boleh ya kak"


ucapku bergelayut di lengan Kak Aga, merayunya sambil cengar cengir.


"Jangan Kak, jangan kasih izin.


Dia tuh cuma alesan, padahal dia mau berdua dan PDKT ama cowok doang"


Ara yang mengompori kakaknya,


agar tidak mengizinkan ku.


"Oya"


Kak Aga menatapku tajam.


"Nggak Kak. Bohong.


Ucapan si Kepala Udang tuh cuma hoax doang, nggak usah didengerin"


"Percaya sama aku deh Kak,


mau se-ganteng dan se-keren apapun,


aku nggak akan pernah naksir ama mereka, karena ruang hatiku ini udah ada seseorang yang menempatinya.."'


Ucapanku terdengar jelas dan jernih dihadapan mereka.


Tampak keduanya kaget,


mendengar pengakuan.


Selama ini mereka tidak tahu kalau hatiku sudah ada yang memiliki.


"Kak, boleh ya.


Aku janji nggak akan nakal dan berbuat aneh-aneh,


SWEAR deh!! "


ucapku sambil tersenyum menaikan jari tengah dan telunjukku.


. . . .


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Billionaire Master Love Prison


✔ Silence


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.

__ADS_1


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.


Terimakasih dan selamat membaca.


__ADS_2