
Flashback on
Saat itu sedang musim hujan, dan ketika dia datang disambut dengan hujan.
Dari dalam mobil Ia melihat kakeknya tampak berbicara dengan seorang wanita. Tak berapa lama setelah obrolan dengan wanita itu selesai si kakek menghampiri mobilnya.
Ia membuka pintu mobil pintu mobil, mengajak seorang anak kecil dan memayungi tubuhnya. Ia menyerahkan anak kecil tadi pada wanita tersebut..
"Sebastian.. kakek titip kamu disini dulu, setelah urusan selesai dan semua stabil,
kakek akan menjemputmu lagi.. "
Anak kecil itu hanya diam, tidak menjawab apa pun.
"Ibu Kepala, saya titip dulu Sebastian disini, saya pasti akan datang lagi untuk menjemputnya, tolong jaga sementara sampai saya kembali" ucap si kakek berpesan kepada Ibu Kepala..
"Tenang saja Tuan, Tuan Muda akan saya jaga dengan baik sampai Anda Kembali"
"Baiklah terima kasih, Sebastian.. kakek pergi dulu, secepatnya kakek akan kembali"
lalu si kakek pun pergi. Cucunya melepas kepergian kakeknya dengan rasa haru..
"Tidak apa-apa, Ayo kita masuk.. diluar semakin dingin dan masih hujan"
Ibu Kepala mengandeng masuk tangan Sebastian.
Sebastian hanya terus menperhatikan punggung tangan Ibu Kepala yang membawanya.
Saat dia datang, kami sedang makan malam.
"Perhatian smua, Ibu perkenalkan kepada kalian, ini Sebastian.. teman baru kalian"
ucap Ibu Kepala
Anak-anak kasak kusuk, termasuk Aida yang terus menatap Anak itu tanpa berkedip..
"Ayo lanjutkan makannya, Sebastian kamu duduk disebelah Aida ya"
__ADS_1
ucap Ibu Kepala, memapah Sebastian hingga dekat bangku Aida, Aida bergeser lalu Sebastian pun duduk disebelah Aida.
"Halo Sebastian.. namaku Aida, senang sekali bisa berkenalan dengan kamu"
Aida yang mengulurkan tangannya sebagai salam perkenalan. Dan di sambut sedikit ragu oleh Sebastian.
Semenjak saat itu Aida dan Sebastian selalu berdua, bermain bersama, kemana-mana berdua..
Aida selalu menempel terus dengan Sebastian.
Sampai beberapa bulan berlalu,
kakek Sebastian datang menjemput,
Aida menangis tanpa henti..ketika tahu Sebastian akan pergi..
"Aku nggak mau tahu, pokoknya kamu harus datang lagi menjemputku.. "
Aida yang tidak mau melepaskan tangan Sebastian.
janji Sebastian mengkaitkan jari kelingkingnya pada Aida.
"Janji Yaa"
"Iya janji.. "
"Baiklah kalau begitu kamu boleh pergi.. " Aida teringat kalung mainan bintang dilehernya, Ia lepaskan,
"Simpan baik-baik Yaa, bawa kembali saat kau akan menjemputku"
ucap Aida yang meletakkan kalung tadi ditelapak tangan Sebastian,
Sebastian pergi dengan senyuman bersama janji juga kakeknya..
Flashback off
Tubuh Aida bergetar dipelukan Sebastian. Perlahan Ia lepaskan pelukan Sebastian, Aida masih sangat kaget..
__ADS_1
Sebastian menyadarinya.
"Ibu.. Aku izin bawa keluar Aida sebentar, boleh"
ucap Sebastian meminta izin.
"Iya, ya.. Ibu mengerti kalian pasti rindu.. Menginaplah disini bila perlu" tawar Ibu Kepala
"Baik bu, memang saya ada rencana untuk disini beberapa hari" jawab Sebastian.
"Ya sudah.. pergilah melepas rindu" usir Ibu Kepala.
Sebastian pun langsung menggandeng tanganku untuk ikut bersamanya.
Mati Aku, kenapa Aku bisa lupa Sebastian, lalu janjiku....
Guma Aida di hati..
. . . .
...Bersambung...
Hallo semua Aku Aleena ,
baca cerita lainku yang berjudul :
✔ Dua Hati
✔ Billionaire Master Love Prison
✔ Silence
dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.
Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.
Terimakasih dan selamat membaca.
__ADS_1