Full Moon Portal

Full Moon Portal
Episode 1


__ADS_3

Hari yang hangat sekaligus membahagiakan. Sangat tepat membawa berita baik.


“Tak kusangka, strateginya sungguh ampuh menakklukan musuh. Aku rasa tuan putri pasti akan menyukai hal ini, dan Pyeha¹ akan mengabulkan permintaan tuan putri untuk masuk ke dunia militer sebagai perencana strategi perang,” dengan mengatakan hal itu, Jo Hyuk sebagai jenderal kerajaan Jangmi membayangkan senyum ceria tuan putrinya itu.


“Daejangnim² telah tiba... Buka gerbang utama sekarang juga, dan beri perayaan yang meriah malam ini!” seru putra mahkota di depan istana dengan memberi perintah.


Titah dari raja sudah terpenuhi, saatnya membongkar rahasia dari kemenangan jenderal Jung Jo Hyuk.


-


Malam pun tiba, perayaan dimulai dengan mendatangkan para seniman tari di seluruh penjuru negara Jangmi. Suara kecapi memenuhi halaman istana dengan tarian anggun.


Raja bertanya, “Kau menyukainya, Jo Hyuk?”


“Terima kasih Pyeha, aku ingin mengatakan sesuatu pada anda...”


“Apa itu? Ah... aku sudah tahu. Berkali-kali kau memintanya, Hyuk-ah... tenang saja dan jangan khawatirkan itu.”


Jo Hyuk tersenyum dan menundukkan kepala mempercayai rajanya itu.


Saat ini putra mahkota yang duduk di samping raja juga berharap-harap cemas, dia juga ingin adiknya bisa menduduki kursi di pemerintah kerajaan.


Lee Yoo Tae sang putra mahkota tak handal di dunia perang, ilmu pedang tak sanggup ia kuasai, hanya panahan dan ilmu pemerintahan yang mampu ia kuasai. Di sisi lain adik perempuannya, Lee Yoo Ra, dia berbakat dalam ilmu pedang, panahan, hal strategi perang dan sistem pemerintahan. Dulu ia hampir melengserkan menteri peperangan saat usianya menginjak 20 tahun.


Pesta telah usai, hari telah berganti pagi.


Suara gemuruh dari langkah kaki bergema di istana putra mahkota, jenderal itu membawa kabar buruk yang membuat Yoo Tae mengabaikan sarapannya.


Ternyata benar saja, itu adalah kabar buruk.


-


Keakraban kakak beradik yang menyandang sebagai status bangsawan tertinggi, kini sedang berlatih di arena untuk mengasah kemampuan.

__ADS_1


“Kak, perombakan pemerintahan akan terjadi sebentar lagi, kali ini aku berharap akan masuk kandidat di bagian militer. Huh...(menghela nafas)” Yoo Ra dengan semangat mengakatakan hal ini di depan kakaknya sambil berlatih adu panah bersama.


“Yoo Ra, suatu saat kalau kau dikecewakan oleh sebuah keputusan, jangan pernah kecewa, aku ada bersamamu, dan selalu seperti ini. Kau tahu kenapa? karena aku sangat dan sangat menyayangimu (senyum lebar).” Tak ragu Yoo Tae megucapkan hal itu walau dirinya sendiri tak percaya dengan ucapannya sendiri.


“Hei, suatu saat nanti kau akan menikah, mana bisa kakak selalu bersamaku. Kakak sudah berusia 28 tahun, waktunya menikah, tidak baik saat putra mahkota lama melajang, itu akan jadi aib bagi kerajaan dan negara Jangmi, hahaha...”


Tawa canda yang keluar dari mulut Yoo Ra membuat hati Yoo Tae terganggu. Yoo Tae hanya tersenyum dan menerima candaan Yoo Ra.


“Yang Mulia Raja tiba.....” suara prajurit menggema.


"Ayah?... Salam kepada Pyeha,” ujar Yoo Tae dengan gugup. Tadi ayahnya mengatakan bahwa di arena panah nanti dia akan memberitahu Yoo Ra tentang keputusannya.


Yoo Tae tak sanggup melihat adiknya harus terpukul dengan impian yang selama ini Yoo Ra inginkan hanya akan menjadi angan-angan kosong belaka.


“Yoo Ra putriku! Mendekatlah (senyum), Ayah ingin bicara kepadamu,” raja berkata demikian, rona merah dari wajah sang putri ini tidak bisa disembunyikan.


"Oh? Baik."


“Yoo Ra... Kali ini maafkan Ayah, aku harus menolak keinginanmu untuk menempati posisi di dunia militer.”


"Ayah... apa maksudmu, aku merasa bingung dengan ucapan Ayah."


"Kau tidak bisa menduduki jabatan itu." Raja menghela napas karena keputusannya sudah mengecewakan putri tercintanya.


“Benarkah? Ayolah, Ayah pasti bercanda... Ayah tahu kalau 5 tahun lalu aku hampir melengserkan menteri peperangan. Dulu Ayah berkata kalau aku terlalu muda, dan harus menunggu selama 5 tahun untuk cukup dewasa agar bisa mendapat posisi di pemerintahan. Apalagi ini? Apakah Ayah memintaku untuk menunggu selama 5 tahun lagi?” Suara lantang Yoo Ra yang tidak pernah seperti ini kepada Raja membuat semua orang yang ada di arena latihan terkejut.


“Saat ini posisi penasihat perang tak penting bagimu, usiamu cukup untuk menikah, dan itu jauh lebih baik demi kerajaan kita.” ucap Yang Mulia Lee Yoo Jae.


“Huh... (senyum pahit). Pernikahan?" Yoo Ra meneteskan air mata kekecewaan.


"Ada pria yang melamarmu, menurut Ayah dia adalah pria yang baik dan cukup berkuasa untuk menjadi menantu Ayah. Dan untukmu, kau akan sangat bahagia ketika sudah menikah dengannya."


"Jadi... Ayah yang menerimanya? Kenapa tidak bilang padaku? (memegang erat tangan Raja). Seharusnya Ayah tidak bersikap seperti ini, kenapa Ayah begitu egois? (menangis)"

__ADS_1


"Bukannya aku egois nak, Ayah hanya ingin kau melakukan sesuatu yang lebih penting dan berguna bagi kelangsungan hidup rakyat kita."


"Begini, aku akan melakukan apapun yang Ayah minta asalkan bukan pernikahan ini. Ya... aku mohon..."


"Sudahlah, Ayah yang mohon padamu (duduk bersimpuh). Ini lebih baik Yoo Ra"


"Ayah... berdirilah (memapah). Siapa pria itu? Raja? Putra mahkota? Entah siapapun dia aku tetap tidak mau ayah."


"Yoo Ra!"


***


"Bi Yeon-ah... Aku pergi dulu."


"Agassi³? Kau mau kemana dengan terburu-buru seperti ini?"


Tuan putri keras kepala itu mengabaikan pertanyaan dari pelayannya. Dengan mengambil jubah hitam dari lemarinya, dia pergi begitu saja dengan wajah penuh kemarahan.


Tepat di sebuah gubuk kecil, dia mendatangi tempat itu. Bukan, lebih tepatnya di belakang gubuk. Alih-alih gubuk sebagai pintu, terdapat sebuah bangunan 2 tingkat dengan banyak ornamen.


Banyak bangsawan yang berkumpul di sana untuk minum teh dengan mendiskusikan sesuatu, tentu saja lewat pintu yang semestinya.


Kedai teh, tempat ini berfungsi sebagai tempat pertukaran informasi dengan letak yang strategis. Bagi Yoo Ra, tempat ini adalah tempat persembunyian yang tepat.


Gubuk itu adalah pintu masuk khusus Yoo Ra, entah apa tujuannya tapi bukankah gubuk begitu absurd untuk disebut pintu?


***


¹ Baginda


² Jenderal


³ Nona

__ADS_1


__ADS_2