Full Moon Portal

Full Moon Portal
Episode 68


__ADS_3

Jauh-jauh hari Kim Yoo sudah memikirkan dengan matang-matang perihal Yoo Ra masuk ke kantor, berhubung Yoo Ra masih disibukkan dengan kuliahnya, Kim Yoo masih menunggu waktu yang tepat.


“Oh iya, biasanya kalau libur panjang banyak mahasiswa yang cari tempat magang.” Ucap Kim Yoo.


“Emmm . Aku rasa yang paling banyak peminatnya sekitar angkatannya Yoo Ra. Setelah orientasi baru ada libur panjang. Song Jun Moo yang dari kelasnya Yoo Ra juga tanya-tanya apa ada lowongan magang saat libur musim panas.” Jawab Kim Jae menyambung ucapan Kim Yoo.


Nampaknya Kim Yoo sudah memiliki ide. Rencananya adalah Yoo Ra akan ikut magang selama libur musim panas, dan juga dilihat dari potensi Yoo Ra yang sangat tinggi juga akan mempengaruhinya untuk naik jabatan sebagai direktur.


“Begini, kita jadikan dia sebagai sekretarismu kemudian setelah waktu magang selesai, kita angkat dia sebagai direktur komersial?” Ucap Kim Yoo.


“Kim Jae, aku sama sekali tidak ingin memanfaatkan dia. Dia sendiri yang ingin melibatkan diri, jiwanya memang bukan dari tahun abad ini. Tapi pemikirannya sangat cerdas dan memikirkan masa depan.” Sambung Kim Yoo kembali untuk meluruskan perkataannya.


Rencana ini diperkirakan akan berjalan dengan mulus, agar Kim Jae bisa menduduki posisi itu, sehingga hutang budi Kim Yoo bisa terbayar dengan lunas.


Selain itu, Kim Yoo juga memikirkan kembalinya Yoo Ra ke asalnya. Sampai sejauh ini, Kim Yoo berusaha menjadi egois, dengan mencari sesuatu yang bisa membuat Yoo Ra tinggal di dunia ini selamanya.


Kim Yoo tak ingin Yoo Ra pergi dari sini, dia sudah terlalu menyayangi bunga itu seperti putrinya sendiri. Dan Kim Yoo pun merasa kalau semua orang membutuhkan wanita yang bernama asli Lee Yoo Ra itu.


Berusaha sekuat tenaga, agar takdir bisa dirubah, sehingga dia bisa membangun sebuah keluarga kecil.


“Aku akan menikahi Eun Ji, lalu Kim Jae dan Yoo Ra akan menjadi putra dan putriku. Aku mohon, aku ingin sebuah keluarga yang bertahan, bukan keluarga bayangan seperti saat ini.” Kim Yoo memohon kepada Yang Maha Mulia.


***


Hari H ya?


Sejenak menyesakkan dada, acara wajib per semester sudah tiba. Seluruh panitia sudah berkumpul dan begitu juga dengan mahasiswa baru yang sudah bersiap dengan camp orientasi yang akan berlangsung selama 2 hari 1 malam.


Bukan di hotel atau di penginapan wisata, tapi di bukit.


Sebelumnya, Yoo Ra tidak terlalu setuju dengan camp ini. Mengingat lokasi camp yang harus naik ke bukit tentu akan melelahkan, namun setelah merubah beberapa acara, nampaknya camp ini tidak akan melelahkan karena perjalanan, sebab camp kali ini disusun sama persis dengan karya wisata.


“Dulu juga ada pengalaman camp seperti ini kan, dan para mahasiswa baru lebih bahagia. Jadi kita sepakat bahwa camp semester ini tanpa tugas.” Ucap Yoo Ra pada saat rapat terakhir, semua meyambut ide cemerlang dari high club ini, terutama ketua panitianya.


---


Setelah pendakian dan beristirahat, malam hari ini akan ada pesta penyambutan bagi mahasiswa baru, saling berkenalan diri.

__ADS_1


Duduk di rerumputan lapangan camp berhiaskan lampu tumblr, ada penghangat dari api unggun yang tak terlalu besar ukurannya. 30 mahasiswa baru dengan 20 orang senior mereka. Tidak ada kecanggungan sekalipun di acara ini, biasanya mereka terbebani dengan tugas presentasi mengenai kampus, tapi games yang berturut-turut layaknya outbound.


Oke... malam yang penuh nyanyian dengan kilauan bintang di atas mereka. Berseberangan dengan tenda-tenda yang sudah menancap. Para senior menggunakan jaket almamater high club, sementara mahasiswa baru menggunakan jaket almamater kampus. Duduk berkelompok dan melingkar, 30 mahasiswa terbagi menjadi 6 kelompok, jadi 5 orang per kelompok.


Mereka satu-persatu berkenalan, dimulai dari para senior. Yoo Ra harus memperkenalkan diri terlebih dahulu, karena dia adalah ketua panitia pada orientasi semester ini.


“Salam kenal semuanya, saya Kim Yoo Ra. Kita sebelumnya sudah pernah bertemu saat kalian mengambil form pendaftaran orientasi, saat ini saya akan berkenalan lebih jauh dengan kalian semua.”


Setelah panjang lebar dan memberikan beberapa kalimat hangat sekaligus motivasi, mendadak dalam 10 menit sudah menjadi senior favorit mahasiswa baru.


Terdengar bisikan junior-junior disana.


“Bukankah senior Yoo Ra sangat keren?”


“Awalnya aku hanya mengincar yang tampan-tampan saja. Karena kak Yoo Ra sudah tampil, aku jadi ingin seperti dia.”


“Hei, ayolah, bukankah senior Yoo Ra sudah dikenal sejak musim gugur kemarin? Bahkan fotonya sudah ada di papan buletin milik Nam Group.”


“Katanya dia dibesarkan di luar negeri, gak heran kalau dia kelihatan pro.”


Deiji adalah kampus yang sangat terkenal, bahkan sekolah-sekolah SMA sudah banyak yang mengidam-idamkan kampus Deiji sebagai kampus masa depan. Terkenal dengan gedung megah sekaligus mahasiswa kalangan atas, tidak hanya itu, beasiswa di kampus ini sangat melimpah, persaingan juga sangat ketat, bahkan anak orang kaya saja mengharapkan beasiswa dari kampus ini.


Saat orientasi ini, mereka lebih tahu persis kalau nama besar itu bukan hanya didasarkan anak orang kaya saja, tapi kemampuan mereka sangat cerdas dan berkualitas, terbukti dari senior-senior yang sedang mendampingi mereka.


Lanjut saat perkenalan, Yeon Jin kembali membuat ulah. Sebelumnya banyak sekali mahasiswi yang menjadikannya tipe ideal sekaligus incaran untuk menjadi pacar. Selain tampan, mereka sudah tahu kalau Yeon Jin adalah seorang CEO. Anehnya...


“Halo, namaku Park Yeon Jin, aku juga hampir lulus sebentar lagi. Aku tahu diantara kalian ada yang suka padaku, tapi aku mohon maaf, aku sudah milik orang lain. Terima kasih.”


Yoo Ra menahan tawanya, namun kesedihan di mata mahsiswi yang menyukai Yeon Jin tersorot sangat tajamnya dan membuat Yoo Ra merinding. Teman-teman seorganisasi yang lain juga tertawa mendengarnya, kisah cintanya begitu menarik di mata mereka.


Diantara mahasiswa baru, ada seorang siswi yang sangat menonjol dibandingkan dengan mahasiswa yang lain. Yoo Ra tertarik dengan siswi itu, dan menjadikannya ketua di kelas ini. “Boleh tahu siapa namamu?”. “Nama Saya Kang So Hyang, salam kenal senior Kim.” Ucap gadis itu dengan membungkukkan badan dengan sopannya. “Kita minta bantuannya ya, tolong kamu yang mengkoordinir teman-teman yang lain.” Kata Yoo Ra.


So Hyang terlihat memimpin teman-temannya.


---


Malam hari sekitar pukul 9.30, acara dilanjutkan dengan perburuan malam hari. Berjalan-jalan menyusuri bukit yang indah ini, tak perlu khawatir, setiap jalan sudah diterangi dengan lampu-lampu cantik sehingga tidak membuat orang tersesat. Ada banyak sekali cabang jalan, sekitar 8 sampai 10 cabang jalan dari jalan utama. Mereka bebas memilih mau lewat rute yang nomor berapa, toh pada akhirnya mereka akan kembali ke camp dan dipersilahkan untuk istirahat sampai pagi hari.

__ADS_1


Entah kebetulan atau keberuntungan, perbandingan laki-laki dan perempuan adalah 1:1, jadi mereka akan berpasang-pasangan. Hal itu juga terjadi pada para senior, mereka juga berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan.


Sebelumnya acara ini pernah terjadi di tahun lalu, berkeliling bukit secara berpasang-pasangan, dan itu menciptakan banyak pasangan baru. Kemungkinan juga akan terjadi di tahun ini, ehem...


Jae Won ingin menawarkan diri untuk berjalan bersama Yoo Ra, saat dia melihat Yoo Ra, Yoo Ra hanya memandangi Yeon Jin terus menerus dan pada akhirnya menghampiri Yeon Jin disana. Yoo Ra memang sudah berjanji untuk berjalan bersama Yeon Jin saat perburuan malam.


So Hyang, junior yang aktif itu memilih untuk berpasangan dengan senior sekaligus asisten dosen itu. Karena Jae Won sudah tak ada pilihan lain, lagi pula dia lega sebab Soo Ah tidak ikut serta dalam camp ini, jadi dia menyetujuinya sekaligus meneliti mahasiswa baru ini.


“Untung saja dia gak ikut, kalau dia ikut... hancur semua mood ku.” Gumam Jae Won sembari mengutuk Soo Ah.


Untung mereka belum berangkat, sebab tiba-tiba Kim Jae datang dengan membawa banyak sandwich. “Wah, banyak banget ya. Aku pengen ikut acara ini, tapi kalian juga tahu kalau aku agak sibuk. Nih aku bawain sandwich sama kopi.” Ucap Kim Jae dengan ramah.


Mereka sangat kagum dengan penampilan formal Kim Jae, apalagi mahasiswa baru. “Ini beneran Super Model itu? Daebak... Tampan banget.” Ucap salah satu mahasiswi baru.


Kim Jae memperkenalkan diri, dan pada saat itu mahasiswa baru sangat mengelu-elukannya. Naik pangkat lagi deh, populer dikalangan maba.


Kim Jae melirik ke arah Yoo Ra yang sedang menghampirinya dengan Yeon Jin disampingnya. “Oy... Udah makan?” Tanya Kim Jae dengan nada preman.


Yoo Ra mengrenyitkan dahi, bertanya-tanya kenapa Kim Jae disini. “Kenapa kau disini?” Tanya Yoo Ra. “Ehm... Gimana jelasinnya ya? Pengen aja datang kesini. Oh... dan lagi aku juga pengen liat wajahmu yang nyebelin.” Ucap Kim Jae.


Candaan Kim Jae sampai terdengar ke telinga orang-orang, mereka yang menyaksikan ini merasa terhibur dengan kedekatan antara kakak dan adik ini. Seolah iri dengan keisengan yang dilakukan oleh seorang kakak kepada adik kesayangannya.


“Adikmu aman bersamaku, pulanglah, kita mau jalan-jalan. Berkat dirimu acaranya ditunda 10 menit.” Yeon Jin menyatakan kekesalannya kepada Kim Jae. Kim Jae membalasnya dengan tertawa sembari meminta maaf karena sudah merusak rencananya. Kim Jae kembali mengatakan kalau dia mempercayakan Yoo Ra kepada Yeon Jin, setelahnya dia bergegas pulang untuk istirahat.


“Nikmati acaranya, kakak tampanmu ini pulang dulu.” Ucap Kim Jae dengan memeluk Yoo Ra.


-


-


-


Sepuluh menit kemudian, acara perburuan dimulai. Mereka yang menantikan acara ini sangat berbahagia dan berharap bisa menemukan sesuatu yang menarik. Rupanya ada sesuatu yang sudah dipersiapkan oleh pengelola camp, semacam kejutan-kejutan sepanjang rute perjalanan.


“Saat break tadi kebetulan aku mendapat informasi yang menarik dari pengelola, mereka mengatakan kalau disepanjang rute perjalanan ada beberapa box kecil yang kelap-kelip, isinya juga tidak biasa, bagi yang menemukannya ada hadiah tambahannya. Jumlah box terbatas, usahakan kerja sama tim ya.” Yoo Ra mengumumkan hal itu.


Semuanya semakin penasaran, dan ingin segera menemukan box itu, semangat mereka membara dan sangat antusias untuk berkompetisi.

__ADS_1


“Perburuan malam, dimulai.”


__ADS_2