Full Moon Portal

Full Moon Portal
Episode 15


__ADS_3

Kim Jae dan YooRa berangkat bersama menuju kampus, seperti biasa mereka satu mobil. Saat perjalanan, mereka juga berbincang-bincang sedikit. Yoo Ra khawatir kalau nanti akan banyak orang yang tidak suka dengan kehadirannya sebagai mahasiswa baru, ditambah lagi dengan Kim Jae yang selalu bersamanya.


Kekhawatiran Yoo Ra sudah diredakan oleh Kim Jae dengan menenangkannya bahwa semua akan baik-baik saja dan tidak akan terjadi kejadian semacam itu. Mungkin kesalahpahaman para fans Kim Jae tentang Yoo Ra sebagai pacar Kim Jae akan segera mereda.


Sampai di halaman parkir Universitas Deiji. Kondisi lebih ramai daripada sebelumnya saat registrasi kemarin, sekarang adalah hari pertama masuk kuliah setelah libur semester.


(Kim Jae)


“Bagaimana? Sudah tenang”


(Yoo Ra)


“Ya, aku sudah tenang (menghela nafas).”


(Kim Jae)


“Ckkk... dengan sifatmu yang seperti ini kau tidak akan terluka. Betapa cueknya dirimu saat menanggapi orang lain, apalagi hal seperti ini. Mungkin aku harus memberimu julukan sebagai Ratunya Bodo Amat (senyum mengejek).”


(Yoo Ra)


“Boleh juga (mengangguk), kau tahu aku sosok tuan putri yang tangguh kan, sepertinya aku akan terbiasa dengan julukan baru darimu.”


(Kim Jae)


“Oppa mu ini akan mengantarmu sampai depan kelas, saat pulang nanti aku akan menunggu disini.”


(Yoo Ra)


“Oke... ayo turun.”


Tak seperti kemarin, fans Kim Jae yang biasanya berkerumun untuk menyambut Kim Jae kini tidak ada lagi.


Kim Jae merasa terselamatkan dengan kehadiran Yoo Ra, namun dia juga rindu untuk diperlakukan seperti idol Kpop.


Yoo Ra menyusuri lorong menuju kelas dengan ditemani Kim Jae. Yoo Ra memasang wajah ramah agar tidak dicap buruk, namun orang yang melihatnya justru sebagai pacar Kim Jae. Tatapnnya sungguh sinis, serasa ingin menerkam Yoo Ra.


Kim Jae mengantar Yoo Ra sampai di depan pintu kelas.


(Kim Jae)


“Kelasmu disini, nantinya jangan sampai tersesat .”


(Yoo Ra)


“Iya (tersenyum), aku juga sudah lumayan hafal setiap lorongnya.”


(Kim Jae)


“Aku akan ke kelas, jaga dirimu ya (menepuk bahu Yoo Ra).”


Yoo Ra mulai masuk ke dalam kelas, ternyata ia mendapat sambutan hangat di dalam kelas. Para mahasiswa disini sudah tahu bahwa akan ada murid baru, jadi mereka menyapa Yoo Ra duluan. Selain menyapa, mereka juga saling berkenalan.


Yoo Ra tidak mau menjaga jarak dengan teman-temannya. Tapi, apalah daya ia juga harus individual karena sistem perkuliahan memang seperti itu, membuat individu menjadi aktif dibandingkan berkelompok.


Karena ini adalah hari pertama, jadi jadwal mata kuliah belum efektif. Masih banyak waktu senggang di kelas. Yoo Ra dan teman-teman barunya bercengkrama dengan saling mengakrabkan diri, hanya dalam waktu 2 jam Yoo Ra sudah bisa beradaptasi dan menjalin hubungan pertemanan yang baik.


***


“Annyeong...” Ada suara sapaan dari pintu kelas.


“Chae Soo Ah... kau terlambat rupanya.” Ucap Ra Jeon Ki (Teman sekelas, JK: Laki-laki).


(Soo Ah)


“Maaf, aku dengar hari pertama ini pembelajaran tidak terlalu efektif, dan aku juga masih ada urusan. Aku juga mengajak Yeom Mi.”


(Yeom Mi)-Sahabat Soo Ah


“Maaf, aku juga terlambat karena aku menginap di rumah Soo Ah tadi malam, dan masih ikut beres-beres di rumahnya.”


(Jeon Ki)


“Seharusnya kau memanggilku, aku bisa membantumu (wajah memerah karena dia menyukai Soo Ah).”


(Soo Ah)


“Ah, tidak perlu. Lagi pula hanya pindahan saja.”


(Jun Moo)-Teman akrab Jeon Ki


“Sadarlah, kau lelaki... mana boleh berkunjung ke rumah gadis yang bukan berstatus sebagai pacar.”


(Jeon Ki)


“Aku Tahu, (berbisik) setidaknya aku ada kesempatan utuk mendekatinya.”


(Jun Moo)


“(mengecilkan suara) dasar pria gila!!!)


Sekarang waktunya pembelajaran. Ternyata benar, pengajar saat ini adalah Jae Won. Yoo Ra tidak terkejut, karena Yoo Ra sudah tahu kalau siapa yang menjadi pengajar di kelasnya.


Jae Won memeperkenalkan diri untuk pertama kalinya di kelas ini.


“Halo semua...Nama saya Do Jae Won dari jurusan Manajemen Bisnis dan saat ini sudah semester 5. Mulai dari sekarang saya adalah asisten dosen dari Profesor Kang, dan saya menggantikan beliau selama beberapa semester kedepan khusus di kelas kalian. Mohon bantuannya.”


Suasana kelas menjadi gaduh, para mahasiswa di kelas ini saling berbisik. Dikalangan mahasiswa lama Jae Won adalah sosok senior terbaik dan paling populer di jurusan manajemen bisnis, tak khayal sang dosen tertarik untuk menjadikannya asisten karena kepandaiannya.

__ADS_1


Banyak mahasiswi yang kagum dengannya. Selain bermodalkan paras yang tampan, Jae Won pun bermodalkan kepandaian yang ia miliki. Bahkan ia diperkirakan akan lulus dengan predikat cumlaude.


---


Tak terasa kelas sudah berakhir dan waktunya untuk istirahat, dan Yoo Ra sudah memiliki teman akrab disini. Namanya adala Moo Ra, cukup mirip dengan namanya, marganya pun sama “Kim”. Yoo Ra juga merasa Moo Ra ini sangat mirip dengan sahabat sekaligus pelayannya, yakni Bi Yeon.


Yoo Ra berinisiatif untuk memperlakukan Moo Ra sebagai sahabat, begitu juga dengan Moo Ra. Moo Ra sangat bahagia dengan kehadiran YooRa, selama satu semester kemarin ia sama sekali tidak memiliki teman, karena ia tidak terlalu suka dengan mereka yang pandang buluh dan memiliki sifat negatif.


Berbeda dengan Yoo Ra, menurutnya pemikiran Yoo Ra selalu cocok dan Moo Ra merasa nyaman.


Jae Won masih belum pergi dari kelas, dan terus memperhatikan Yoo Ra yang masih berbincang dengan Moo Ra.


Tiba-tiba Soo Ah menghampirinya.


(Soo Ah)


“Jae Won seonbaenim, sekarang sudah waktunya makan siang. Ayo kita makan bersama, mau?”


(Jae Won)


“Maaf Soo Ah..., lain kali ya.”


Jae Won melihat Yoo Ra yang sudah sendirian disana, dan Jae Won pun menghampirinya.


(Jae Won)


“Soo Ah, aku harus pergi dulu. Sampai jumpa.”


Perasaan Soo Ah agak kecewa karena permintaannya ditolak lagi, padahal ini adalah kesempatan untuk mendekati senior itu. Soo Ah segera pergi dan menyusul Yeom Mi ke cafe kampus.


(Jae Won)


“Yoo Ra...”


(Yoo Ra)


“Oh, seonbaenim... aku kira kau sudah pergi ke ruanganmu.”


(Jae Won)


“Ayo ke kantin, sekarang sudah jam makan siang.”


(Yoo Ra)


“Aku masih menunggu Moo Ra, aku akan makan dengannya.”


(Jae Won)


“Oh... begitu ya?”


Moo Ra pun tiba dan melihat mereka berdua sepertinya ada sesuatu yang aneh dengan mereka berdua.


(Moo Ra)


(Jae Won)


“Tidak ada... aku hanya ingin mengajak Yoo Ra ke kantin, katanya dia mau makan bersamamu.”


(Yoo Ra)


“Benar, katanya kamu ingin makan bareng aku. “


Moo Ra curiga dengan gelagat Jae Won yang seperti malu-malu, sepertinya dia ingin mendekati Yoo Ra. Dan Moo Ra pun punya ide.


(Moo Ra)


“Itu... tidak jadi deh, aku sudah diajak Jun Moo. Hei Song Jun Moo!!! Ayo ke kantin.”


(Jun Moo)


“Apa? Oke... kau yang traktir ya!”


(Moo Ra)


"Iya, aku yang traktir."


Moo Ra bergegas pergi bersama Jun Moo dan segera pergi meninggalkan mereka berdua.


(Jae Won)


“Nah, sekarang kau sendiri kan.”


(Yoo Ra)


“Mengapa dia berubah pikiran? Nah aku? (heran).”


(Jae Won)


“Ajakanku masih berlaku kok. Ayo...”


(Yoo Ra)


“Iyadeh...”


Mereka menuju ke kantin dan duduk bersama, belum sampai satu menit mereka langsung menjadi pusat perhatian. Karena baru pertama kali ini Jae Won mau makan berdua di kantin, sebelumnya dia hanya mau berdua dengan teman laki-laki atau bergerombol.


Saat masih makan, semua ponsel orang-orang di kantin menerima SNS, tak terkecuali Yoo Ra dan Jae Won. Dalam SNS itu selalu memuat gosip yang sedang hangat di Universitas Deiji dan nama adminnya adalah “Kiz”, menggunakan nama samaran.

__ADS_1


Postingan itu berisi foto Yoo Ra dan Jae Won ketika di cafe dekat kampus, dan caption foto itu agak menyebalkan dengan menggunakan kata-kata yang pedas.


“Bukankah itu si senior Do? Wah... dia sedang bersama seorang gadis. Yang merasa suka dengan senior Do, janganlah kalian patah hati ya? Sepertinya dia mulai tergoda dengan gadis baru itu. Uwuwu... ^^.”


Tak hanya itu saja, komentar di postingan itu juga cukup pedas.


“**Bukankah dia mahasiswa baru itu ya?”


“Wah.. Daebak, bukan hanya Kim Jae yang ia dekati.”


“Apa maunya? Dandannya aja sok polos.”


“Aku rasa dia gadis baik.”


“Baik? Matamu buta ya?Hahaha...”


"Dari fashionnya dia gak ulzzang, tapi pakaiannya merk branded semua o_o"


"Orang kaya tuh, setara dong sama Jae Won."


"Gosipin anak baru nih, jangan dinilai begitu. Palingan cuman temen."


"Kalaupun temen juga gak gitu kali."


"Mereka berdua lanjut kencan di kantin nih ... T_T**"


Yoo Ra merasa kalau ini sangat merendahkan dirinya, tapi dia hanya tersenyum melihat postingan ini. Dia hanya mengacuhkan postingan ini dan bersikap tenang, lalu dia melanjutkan makannya.


Jae Won nampak bersalah, dan ini sangat mengganggunya. Ia terkejut dengan kelakuan Yoo Ra yang masih melanjutkan makan walau ia mendapat ejekan dan digosipkan buruk seperti ini.


(Jae Won)


“Kau tidak kesal?”


(Yoo Ra)


“Kenapa memangnya? Seharusnya aku berterima kasih dengan adminnya (tersenyum).”


(Jae Won)


“Em...?”


(Yoo Ra)


“Begini seonbae... hari ini adalah hari pertamaku disini, dan tentunya banyak yang belum mengenal diriku. Berkat postingan ini, aku menjadi cukup terkenal. Iyakan?”


(Jae Won)


“Haisss (tertawa)... kau membuatku kagum.”


(Yoo Ra)


“Aku lebih suka diam daripada marah. Kalau aku marah itu akan memperburuk suasana. Lagi pula aku tidak bersalah, hanya mereka yang kurang kerjaan.”


Jae Won mulai berpikir kalau Yoo Ra adalah gadis dingin dan tenang, tak disangka Yoo Ra juga memliki sisi berpikir yang logis. Jae Won juga merasa kalau ia menemukan gadis impian yang tepat.


Yoo Ra ingin sendirian, ia menuju ke taman kampus dan duduk sambil menikmati udara segar. Lalu ada 4 wanita yang menghampirinya.


“Kau Yoo Ra kan?”


“Iya, saya Yoo Ra. Ada masalah apa?”


“Wah... kau tahu makna SNS itu?”


“Maaf sebelumnya, saya tidak ingin memperkeruh


masalah.”


“Kau bukannya memperkeruh, tapi kau akar masalahnya. Kau tahu tidak? Betapa kecewanya kami sebagai fans dari para senior-senior yang terkenal di kampus ini?”


“Ini berhubungan dengan senior Do Jae Won ya? Kalian jangan salah paham, saya hanya berteman dengannya, bukan berkencan.”


“Hei hei... sikapmu yang seperti ini memang pertanda kalau kau wanita licik.”


“Permisi... Seonbaenim, tolong jaga ucapanmu (dengan tenang lalu berdiri).”


“Aku sudah menjaga ucapan loh. Siapa lagi yang akan kau dekati sesudah Jae Won dan Kim Jae? Huh? Jawab!!! (memukulkan buku ke wajah Yoo Ra).”


“Eonni, tolong jangan kasar. Kalau eonni mencintai mereka, silahkan nyatakan cinta. Jangan menunggu gosip baru bertindak.”


“Jaga mulutmu ya, junior sepertimu hanyalah kutu bagi kami.”


“Sudah bicaranya? Aku masih sibuk, permisi... (berbalik dan hendak pergi).”


“Hei anak baru! Aku belum selesai bicara (melempar botol air yang penuh ke kepala Yoo Ra)."


Langkah Yoo Ra terhenti karena lemparan botol itu mengenai kepala Yoo Ra, lemparan itu sangat keras sampai kepala Yoo Ra sangat sakit dan telinganya berdenging.


Ada suara mendekat, “Apa-apaan ini? (memungut botol dan melemparkan ke tong sampah). Kau ingin aku melaporkan ini ke petugas kedisiplinan? Kalau tidak mau, pergilah!”.


Perkataan pria itu langsung mengusir mahasiswi yang melabrak Yoo Ra.


Yoo Ra masih memegang kepalanya yang sakit dan menelan ludah atas perlakuan kasar mereka, YooRa tidak menyangka kalau persaingan disini sangat sadis.


“Kau baik-baik saja?” tanya pria itu sambil memegang tangan Yoo Ra.


“Em (mengangguk)... aku baik-baik saja.” Yoo Ra menoleh ke pria yang ada di depannya itu, dan betapa terkejutnya ia melihat pria itu.

__ADS_1


“Loh... Yeon Jin-ssi?” Ujar Yoo Ra yang agak terkejut.


***


__ADS_2