Full Moon Portal

Full Moon Portal
Episode 25


__ADS_3

“Nomor tidak dikenal? Siapa ya? Oh, bukannya nomor ini yang dihubungi oleh Yeon Jin seonbae? Jangan-jangan ini sekretarisnya? Aku harus bagaimana? Mulutku masih penuh... aku angkat saja deh, walau mulutku masih penuh. Setidaknya dia akan mengerti dengan kata-kataku.” Gumam Yoo Ra.


Yoo Ra menjawab telepon dari nomor tersebut.


“Halo...”


“Kau dimana?”


“Oh... anda sekretaris dari Park Yeon Jin seonbaenim?”


“Apa yang kau bicarakan?”


“Heh? (bingung dan bergumam) suaranya familiar.”


“Ini aku, dan nomor ponselku.”


“Iya saya tahu, anda sekretarisnya kan?”


“Kau berbicara seperti itu, mulutmu penuh makanan ya?”


“Oh itu... maaf maaf, coba anda telepon ke ponselnya.”


“Ini aku, PARK...YEON...JIN... DAEPYONIM***.”


“Astaga... (tersedak) uhuk-uhuk...”


“Hei hei... gwaenchanha*?”


Yoo Ra langsung mematikan panggilan dan mencari air. Ia tersedak karena terkejut dengan panggilan teleponnya tadi. Ia langsung melihat ponselnya kembali, dan menerima pesan singkat dari nomor itu tadi.


“Kau dimana?”


“(bergumam)Oh... bagaimana ini?... A...Aku di luar kampus.”


“Ngapain?”


“Makan...”


“Dimana?”


“Di gerai sandwich.”


“Aku kesana...”


“Aku sudah hampir selesai.”


“Intinya hampir kan. Tunggu aku disana, Oke...”


Sudahlah, lagi pula jam istirahat masih panjang, dan sandwich yang dipesan juga masih ada satu yang belum dimakan. Yoo Ra pun melanjutkan makannya.


Sepertinya Yeon Jin sengaja menggunakan cara yang tak biasa ini demi mendapatkan nomor ponsel Yoo Ra. Kurang gentle man sih, tapi seru juga.


(Jae Won)


"Yeon Jin... Mau makan siang?"


(Yeon Jin)


"Oh... Jae Won. Iya, mau cari makan di luar."


(Jae Won)


"Ayo ke kantin saja."


(Yeon Jin)


"Tidak tidak...Aku mau cari udara segar."


(Jae Won)


"Kalau begitu, aku ikut ya."


(Yeon Jin)


"Tidak, tidak usah (berkeringat). Aku juga sudah ada janji dengan seseorang."


(Jae Won)


"Oh begitu... Baiklah."


(Yeon Jin)


"Iya... Sampai jumpa. (Dalam hati) Fiuh... hampir saja gagal lagi."


Yeon Jin segera pergi ke gerai sandwich untuk menemui Yoo Ra. Dan dalam perjalanan, Yeon Jin berjalan seperti gentle man. Kenapa demikian? Karena ia tidak ingin terlihat rendah sebagai seorang CEO di hadapan para mahasiswi kampus Deiji. Memang agak norak sih, tapi ia selalu bersikap cool hanya untuk menjaga citra dirinya.

__ADS_1


Terlihat dari luar gerai. Ada sosok gadis yang duduk dengan menyantap sandwich di dekat jendela kaca. Yeon Jin segera menghampiri Yoo Ra, mendekat seperti lebah yang mencari madu di dalam bunga.


Yeon Jin berjalan dari arah belakang Yoo Ra. Saat itu Yoo Ra selesai memakan sandwich pertamanya, sekarang gilirang menyantap sandwich kedua. Yoo Ra hendak melahap namun ada tangan yang menahan sandwich agar tidak digigit oleh Yoo Ra.


(Yoo Ra)


"Ayolah jangan bercanda. Kau tidak tahu betapa laparnya diriku?"


(Yeon Jin)


"Lapar ya??? Buat aku saja ya?"


Yoo Ra memutar kepala dan melihat kebelakang.


(Yoo Ra)


"Omo...Seonbae... ***Hik***... (cegukan)"


(Yeon Jin)


"Wah... ternyata cegukan ya. (duduk) Lucu juga."


(Yoo Ra)


"Hik... Hik... Jangan dimakan aku belum..Hik!!!"


(Yeon Jin)


"Nyam... (memakan sandwich). Aku lapar. Nih minum (menyerahkan air). Atasi dulu cegukanmu. Lucunya (mencubit pipi Yoo Ra)."


(Yoo Ra)


"Singkirkan dulu tanganmu (menepis)."


(Yeon Jin)


"Aigo... Ngambek ya? (menggoda)"


Yoo Ra segera minum dan menepuk dadanya agar cegukan itu segera mereda. Ia masih terdiam, dan menunggu cegukannya reda. Setelah beberapa menit, cegukannya mereda. Dan saat itu juga sandwich kedua miliknya sudah habis di lahap oleh Yeon Jin.


(Yoo Ra)


"Akhirnya cegukan ku reda. Dan rasa laparmu reda juga ya."


(Yeon Jin)


(Yoo Ra)


"Ya tadinya belum. Sekarang sudah kenyang."


(Yeon Jin)


"Aku beritahu ya, anak gadis tidak boleh makan terlalu banyak. Nanti gendut loh."


(Yoo Ra)


"Apa urusannya denganmu, tubuhku ini milikku. Gara-gara cegukan, minum banyak, sekarang kenyang deh."


(Yeon Jin)


"Ehehehe... Maaf ya (menyenggol)."


(Yoo Ra)


"Jadi, yang seonbae telepon kemarin bukan sekretaris seonbae?"


(Yeon Jin)


"Benar, sekali lagi maaf ya. Sudah membohongi dirimu (minum)."


(Yoo Ra)


"Sungguh berandal kantoran."


(Yeon Jin)


"(menyembur air) Apa? Kau menyebutku apa?"


(Yoo Ra)


"Kau sudah dengar tadi, tidak perlu aku ulang kan."


(Yeon Jin)


"Hei hei... kau tidak boleh seperti itu. Aku seonbaenim yang terbaik loh."

__ADS_1


(Yoo Ra)


"Auh... terserah maumu. Aku pergi dulu. (keluar gerai)"


(Yeon Jin)


"Yoo Ra... Kim Yoo Ra... Kau marah padaku? (teriak). Haish... tak kusangka dia lucu sekali (tersenyum). Tunggu aku peri kecilku..."


Yeon Jin segera mengejar Yoo Ra, dan menggodanya lagi. Sampai di taman pun Yeon Jin tidak habis-habisnya menggoda Yoo Ra. Mereka duduk bersama untuk menyejukkan tubuh di siang hari yang sangat terik ini.


Mereka berdua bercanda dan tertawa bersama. Dari kejauhan mereka nampak seperti pasangan kekasih, namun kenyataannya sama sekali bukan.


Jae Won baru saja selesai makan. Dan saat ini ia berada di lantai 2 kantin kampus. Dari sana taman kampus juga terlihat, dan Jae Won melihat Yoo Ra bersama dengan Yeon Jin. Jae Won merasakan kegundahan, seolah ini kesedihan yang tiada artinya namun menembus alam bawah sadarnya.


Jae Won ingin menghampiri mereka, namun ia tidak ingin mengganggu kebersamaan mereka. Jae Won menebak-nebak, "mereka berdua sudah berkencan ya? Mungkin belum, kalau secepat ini juga mustahil bisa menjadi pasangan. Kali ini aku akan segera bertindak." Itulah isi hati dari seorang Jae Won saat ini.


(Yeon Jin)


"Joan bilang kalau kamu mengajaknya berangkat bareng ke kampus. Beneran?"


(Yoo Ra)


"Kebetulan tadi aku lihat dia di tepi jalan sambil membuka kap mobil, dan kap mobilnya keluar asap. Ternyata bener, mobilnya mogok. Jadi aku menawarkan tumpangan deh."


(Yeon Jin)


"Begitu ya. Bawa mobil sendiri? Gak sama Kim Jae?"


(Yoo Ra)


"Dia sakit."


(Yeon Jin)


"Wah... Dokkaebi pun bisa sakit ya?"


(Yoo Ra)


"Em? Apa?"


(Yeon Jin)


"Em... Maksudku (panik), orang seperti dia bisa sakit juga. Padahal dia orang yang nyebelin dan suka buat onar."


(Yoo Ra)


"Aku juga berpikir begitu."


(Yeon Jin)


"1 minggu lagi ada program musim panas, kamu ikut yang mana?"


(Yoo Ra)


"Itu keputusan kelasku. Jadi kita satu lokasi, dan yang memutuskan adalah penanggung jawab, dan dia adalah Do Jae Won seonbaenim. Aku juga belum diberitahu dimana tempat yang dia putuskan."


(Yeon Jin)


"Oh... (kecewa)"


(Yoo Ra)


"Bukankah ini menarik? Ternyata program ini seperti lokakarya, kayak jaman SMA."


(Yeon Jin)


"Aku paling gak suka kalau harus wisata keluar sekolah. Rasanya kayak asing dan menganggu. Lebih enak berbaring di rumah daripada di penginapan."


(Yoo Ra)


"Auh... Manja banget."


(Yeon Jin)


"Hei (menepuk dahi Yoo Ra). Ada saat kenyamanan menjadi prioritas."


(Yoo Ra)


"Iya iya..."


---


Kelas kedua sudah berakhir, dan saatnya pulang. Yoo Ra harus menghubungi Min biseo dimana Kim Jae dirawat.


Setelah menghubungi Min biseo, Yoo Ra mendapat informasi kalau Kim Jae harus rawat inap di Deiji University Hospital. Tidak terlalu jauh dengan kampus dan tidak jauh dari rumah. Yoo Ra bergegas ke rumah sakit.

__ADS_1


Sesampainya di rumah sakit, ada Min biseo dan Kim Yoo yang menjaga Kim Jae.


"Agassi... "


__ADS_2