Full Moon Portal

Full Moon Portal
Episode 48


__ADS_3

Di Audiotorium sudah dibagi tugas yang akan menerima beasiswa, dan kebetulan atau memang dewa keberuntungan berpihak pada Yoo Ra. Chae Soo Ah mendapat beasiswa dari Nam Group, dulu juga Soo Ah pernah mendapatkan beasiswa ini yang diberikan langsung oleh Kim Yoo.


---


Kelas sudah selesai, dan sudah sore. Kim Jae menunggu Yoo Ra di depan pintu kelasnya. Yoo Ra tersenyum melihat Kim Jae yang sudah menunggunya.


(Yoo Ra)


“Maaf, sudah lama menunggu?”


(Kim Jae)


“Tidak, ayo pulang.”


Kim Jae yang selalu bersikap manis kepada Yoo Ra, membuat teman-teman Yoo Ra iri kepada mereka berdua. Walaupun mereka masih menganggap Yoo Ra dan Kim Jae berpacaran.


Kim Jae merangkul Yoo Ra dengan memasang wajah ceria. Yoo Ra yang tingginya hanya sebahu Kim Jae membuat pria itu merasa gemas padanya, turun dari lantai 4 menggunakan lift. Sudah sampai lobi kampus, sosok pria sudah menunggu wanitanya.


Yeon Jin juga menunggu Yoo Ra, dia berdiri di dekat meja resepsionis. Melihat Kim Jae sudah bersama Yoo Ra, Yeon Jin merasa aman, karena kelas terakhir diisi oleh Jae Won, “Syukurlah Kim Jae menjemputnya duluan.” Ungkap isi hati Yeon Jin yang lega melihat Yoo Ra bersama Kim Jae.


(Yeon Jin)


“Disini... ”


(Kim Jae)


“Wah... Pangeran kodokmu sudah menunggu.”


(Yoo Ra)


“Sebutan itu lebih pantas bagimu .”


(Kim Jae)


“Pangeran tampan dan super model seperti diriku kau sebut pangeran kodok?”


(Yoo Ra)


“Aku bercanda, selalu saja marah.”


(Kim Jae)


“Aku tidak marah . Ayo kekasihku, kita datangi Park Yeon Jin si pangeran kodokmu.”


(Yoo Ra)


“Berhentilah memanggilku sebagai kekasihmu.”


Candaan Kim Jae dan Yoo Ra dari jauh membuat Yeon Jin merasakan kehangatan artinya saudara, bahkan Yeon Jin sendiri sudah mengakui hubungan mereka sebagai kakak beradik sangat saling mencintai satu sama lain.


Yeon Jin sudah bersiap, dan dia ingin mengajak Yoo Ra untuk menghabiskan waktu berdua. Mengajaknya ke sebuah tempat yang akan menghilangkan kepenatan.


(Yeon Jin)


“Kim Jae, aku pinjam dulu adikmu ini ya.”


(Kim Jae)


“Oho!!! Berani-beraninya kau meminjam pacarku?”


(Yeon Jin)


“Dasar brengsek .”


(Yoo Ra)


“Meminjamku? Memangnya aku sebuah barang?”


(Yeon Jin)


“O... Benar, kau barang berharga dan ONLY ONE di dunia ini.”


(Yoo Ra)


“Heol... Daebak ....”


(Kim Jae)


“Aku pinjamkan, jaga pacarku baik-baik. Jangan sampai dihilangkan ya.”

__ADS_1


(Yeon Jin)


“Sadarlah... pacar apaan?.”


(Kim Jae)


“Aku kakaknya kan? Terserah aku mau menyebut dia apa.”


(Yeon Jin)


“Sudahlah, kita pergi dulu.”


(Kim Jae)


“Ahaha... Kalian bersenang-senanglah. Kim Yoo Ra, jangan pulang larut malam.”


(Yoo Ra)


“Siap, jangan pakai kamarku selagi aku belum pulang.”


Dari lift, Jae Won melihat mereka bertiga yang sedang berbicara. Jae Won ingin sekali bergabung dengan mereka, sekaligus mendekati gadis yang disukainya. Berjalan hampir mendekat, Yoo Ra dan Yeon Jin sudah bergegas pergi. “Yoo Ra pergi bersamanya?” Jae Won kehilangan kesempatan lagi.


Jae Won menyalahkan dirinya sendiri karena sudah kehilangan Yoo Ra, dan Yoo Ra saat ini sudah dekat dengan pria lain. Ini membuatnya tidak tenang. Jae Won masih beranggapan kalau Soo Ah tidak ikut campur dalam urusan percintaannya, pasti saat ini ia dengan Yoo Ra akan akrab seperti dulu dan sering keluar bersama.


---


Yeon Jin mengajak Yoo Ra pergi ke jjimjilbang (sauna). Besok adalah hari libur, pulang malam atau menginap juga tidak masalah.


Yeon Jin mengantar Yoo Ra pulang untuk mengambil pakaian ganti. Saat di rumah, ternyata Kim Yoo dan Eun Ji sudah pulang ke rumah. Yoo Ra sangat bahagia bertemu mereka, apalagi Yeon Jin. Sudah lama Kim Yoo jarang pulang ke rumah, dan sejak Eun Ji pulang kesini juga tidak pernah datang berkunjung. Kali ini Yoo Ra sudah melepas rasa rindunya pada mereka, berpelukan sangat erat sekali seolah pelukan ini adalah pelukan terhangat di musim gugur tahun ini.


Yeon Jin meminta izin kepada Kim Yoo untuk mengajak Yoo Ra ke jjimjilbang, dan dia mengizinkannya.


(Kim Yoo)


“Setelah mengambil alih grup, kamu jarang main kesini.”


(Yeon Jin)


“Mungkin kali ini akan lebih sering.”


(Kim Yoo)


“Bagus bagus... Jaga anak perempuanku itu ya.”


(Yeon Jin)


(Eun Ji)


“Dasar kalian berdua, ckckck.”


Yoo Ra segera turun ke bawah dan membawa tas yang berisi pakaian ganti.


(Yoo Ra)


“Mungkin aku akan pulang larut malam.”


(Eun Ji)


“Sebaiknya kalian menginap saja. Yoo Ra, nanti malam disini akan ada pesta dan minum-minum. Semua rekan kerja akan berpesta di sini. Kim Jae baru aku telpon dan dia akan menginap di rumah manajernya.”


(Yoo Ra)


“Mendadak sekali, kok belum ada persiapan?”


“Letakkan disini...” suara riuh berasal dari luar rumah. Ternyata Kim Yoo sudah memanggil Event Organizer untuk menangani pesta ini. Pantas saja dari tadi Kim Yoo dan Eun Ji seperti menunggu sesuatu.


(Yoo Ra)


"Em... Acara kantor ya? Baiklah silahkan menikmati pestanya."


(Yeon Jin)


"Sampai jumpa ahjussi, kak Eun Ji."


Yoo Ra dan Yeon Jin segera pergi ke jjimjilbang. Mereka berdua membicarakan tentang pertemuan di kampus. Waktu di rumah tadi Kim Yoo juga sempat membahas ini dengan Yoo Ra, Kim Yoo akan membawa Kim Jae dan Yoo Ra sebagai keluarganya. Dan donasi tahun ini akan diberikan atas nama Kim Jae dan Yoo Ra.


---


Duduk bersama dengan menikmati uap hangat, menonton film yang sedang diputar, melihat orang-orang yang berlalu lalang dengan handuk di kepala.

__ADS_1


Yoo Ra mengecek ponsel dan melihat SNS yang sedang hangat dibicarakan. Benar saja, yang sedang populer saat ini adalah foto Kim Jae dan Yoo Ra yang sore tadi. Di foto itu memperlihatkan Yoo Ra yang sedang di rangkul oleh Kim Jae setelah keluar dari lift, caption di postingan itu juga menggelikan.


“Wah... Super model Kim Jae Rim dan juga mahasisiwi yang menempati posisi teratas alias di peringkat pertama MPCD 2019(Most Popular Colleger of Deiji) dan pemilik prestasi internasional, Kim Yoo Ra. Mereka berdua terlihat mesra, berapa orang yang sudah patah hati?. Yeoreobun (semuanya)...Seriusan mereka sudah berkencan...”


Yoo Ra melihat postingan ini, dan ia tertawa sendiri. Melihat Yoo Ra yang tiba-tiba tertawa sendiri setelah melihat ponselnya, Yeon Jin penasaran dan segera merebut ponsel Yoo Ra dan melihat postingan itu.


Yeon Jin juga merasa cemburu melihat postingan ini, walau agak tersenyum melihat kesalahpahaman yang masih berlanjut.


(Yeon Jin)


“Skandal kalian berdua lagi. Huft... kapan akan berakhir? ”


(Yoo Ra)


“Sebentar lagi akan segera berakhir, jangan dihiraukan.”


(Yeon Jin)


“Melihat foto itu, kalian berdua sangat mesra . Kenapa dadaku sesak ya? . Ah... aku tak sanggup melihat foto itu.”


(Yoo Ra)


“Kalau dada seonbae sesak, keluar dan cari udara segar sana .”


(Yeon Jin)


“Wah... jahat sekali. Dari tadi melihat ponsel terus, apa yang kau baca?”


(Yoo Ra)


“Komentar mereka.”


Yeon Jin dan Yoo Ra bersama-sama melihat komentar yang ada dipostingan itu, banyak sekali komentar negatif yang sedang memanas.


^^


“Kim Jae Yeoja Chingu - Kim Jae... Tega sekali kamu...”


“Apel Merah - Super model sudah berkencan, aku harus gimana? Hari ini aku sangat patah hati... Tapi dengan prestasi perempuan itu, aku akan mengalah untukmu.”


“Penggila Gadis - Kim Yoo Ra, aku akan menunggumu putus!”


“Seo Jang tampan – Mereka berdua cocok kok. Tapi aku tak bisa merelakan gadisku...”


“Bae Im xx – Kim Jae? Kim Yoo Ra? Kim Kim Couple?”


“Han Han – Dasar wanita penggoda, bukankah kamu mendapatkan pangeranku itu di klub malam?”


“Penggemar Kim Taehyung – Sama-sama berprestasi, aku hanya bisa tepuk tangan.”


“ YeoYeo JunJun – Kalau aku bertemu Kim Yoo Ra, aku ingin melempari dia dengan telur.”


“Baek11098 – Harus aku akui si wanita sangat hebat. Mendengar berita dari kampus dan pernyataan professor tadi, rasanya aku mau pingsan.”


“Cucucucucu – Mengalah mengalah... Nanti kalian bisa ditusuk pedang anggar, hahahaha.”


“Aprikot – Yoo Ra-ssi, kapan kamu putus? Aku sudah sering menyemangatimu loh.”


“Bich – Yoo Ra Saranghae...”


“YxxVft – Yoo Ra sampah! Kim Jae sampah! Matilah kalian berdua, sudah mengacaukan perasaan kami.”


“GeGe bb Y – Telur? Aku juga setuju dengan itu.”


^^


Melihat komentar itu, Yoo Ra sama sekali tidak terpengaruh. Yeon Jin sendiri sudah mulai khawatir dengan ancaman-ancaman yang ditujukan kepada Yoo Ra.


(Yeon Jin)


“Jangan dipikirkan, aku ada bersamamu. Pertemuannya hari senin, tunggu beberapa hari lagi.”


(Yoo Ra)


“Aku baik-baik saja kok. Agak lelah sedikit, mungkin faktor membaca komentar tidak berguna seperti ini.”


(Yeon Jin)


“Em... . Bersabarlah.”

__ADS_1


Yeon Jin berusaha menenangkan Yoo Ra dari komentar itu, mengelus kepala Yoo Ra dengan lembut. Berjongkok di hadapan Yoo Ra dengan memberikan tatapan lembut. Yeon Jin sudah tahu tentang skandal Yoo Ra, mulai dari Kim Jae hingga Kim Yoo.


Yeon Jin hanya bisa kagum dengan sikap Yoo Ra yang seperti ini, dimata Yeon Jin, Yoo Ra bukanlah sosok wanita lemah. Kini dia tak salah memilih seorang wanita yang mampu membuatnya luluh.


__ADS_2