Full Moon Portal

Full Moon Portal
Episode 37


__ADS_3

(Jae Won)


“Yoo Ra, aku ingin menanyakan sesuatu padamu.”


(Yoo Ra)


“Silahkan. Aku akan menjawabnya.”


(Jae Won)


“Saat ini, apakah ada seseorang yang kau sukai? Apakah ada seseorang yang ingin kau miliki? Apakah ada seseorang yang membuat hatimu berdegup kencang?”


(Yoo Ra)


“Apa?”


Yoo Ra merasa bingung, kenapa Jae Won tiba-tiba bertanya hal yang seperti itu?. Sungguh dia adalah Do Jae Won?. Yoo Ra tertunduk, saat ini hanya ada seseorang yang membuatnya seperti itu, seseorang yang perlahan membuat rumah di hatinya. Tapi Yoo Ra sendiri masih bingung dengan perasaannya sendiri, dan tak mampu menjawab pertanyaan dari Jae Won.


(Yoo Ra)


“Entahlah... Aku sendiri juga masih bingung dengan perasaanku sendiri. Apakah ada seseorang yang membuatku seperti itu? Bahkan aku juga bertanya-tanya sama seperti seonbae menanyakan hal itu padaku.”


(Jae Won)


“Jadi... Apa ada seseorang?”


(Yoo Ra)


“Aku rasa ada, tapi aku juga merasakan tidak. Sepertinya aku masih mengosongkan hatiku, dunia ini luas, dan aku bertemu banyak orang disini. Suatu saat ketika aku bertemu banyak orang, aku akan sadar siapa seseorang yang telah aku pikirkan selama ini. Dan itu hanya terjadi pada... Suatu saat.”


Jae Won terdiam, dan berusaha mengerti perkataan Yoo Ra. Dia berasumsi kalau saat ini Yoo Ra merasa bingung, ini adalah harta karun yang dia dapat. Jae Won yakin, suatu saat itu akan menjadi miliknya. “Apapun itu, aku akan menjadi pemenang untukmu Yoo Ra.” Gumam yang sangat meyakinkan diri untuk terus berjuang mendapatkan gadis impian yang sudah mmebuatnya jatuh hati.


Dari kejauhan ada Soo Ah yang sudah sinis menatap mereka berdua, apa yang kurang darinya sehingga Jae Won lebih banyak menghabiskan waktu berdua dengan Yoo Ra.


---


(Soo Ah)


“Yeom Mi. Aku akan memberi peringatan pada anak baru itu.”


(Yeom Mi)


“Sudah kau rencanakan?”


Soo Ah mendekati mereka berdua alih-alih ingin memisahkan mereka. Sebelum Soo Ah sampai, Jeon Ki berlari dan menghampiri Jae Won dan Yoo Ra terlebih dahulu. Jeon Ki meminta bantuan Jae Won untuk memperbaiki sesuatu. Terpaksa Jae Won meninggalkan Yoo Ra sendirian di dermaga.


(Jae Won)


“Aku akan segera kembali, tunggu aku di bawah pohon itu ya .”


(Jeon Ki)


“Iya, berteduhlah sebentar. Maaf aku harus pinjam kekasihmu .”


(Jae Won)


“Sudah... Ayo kesana .”

__ADS_1


Jae Won dan Jeon Ki sudah pergi, Yoo Ra masih ingin menikmati pemandangan ini daripada berteduh di bawah pohon. Dan kali ini Soo Ah mendekati Yoo Ra dan duduk disampingnya.


(Soo Ah)


“Sendirian? Boleh aku temani?”


(Yoo Ra)


“Kamjagiya... Soo Ah-ssi... Kau mengejutkanku.”


(Soo Ah)


“Maaf ya . Gak ada yang nemenin?”


(Yoo Ra)


“Kan sekarang kamu yang nemenin.”


(Soo Ah)


“Ada-ada saja kau ini. Oh iya, mengenai Jae Won seonbaenim. Semalam sayang kau tidak ikut minum, pastinya akan terkejut dan bahagia mendengar pernyataan darinya.”


(Yoo Ra)


“Semalam aku lelah, dan tidur dulu.”


(Soo Ah)


“Aku melihatmu menelpon seseorang dan suaranya seperti suara laki-laki, pacarmu ya?”


(Yoo Ra)


(Soo Ah)


“Benarkah? Lalu, bagaimana dengan Jae Won seonbaenim?”


(Yoo Ra)


“Soo Ah, katakan sejujurnya dan jangan berbelit-belit. Apa yang ingin kau tanyakan dan apa yang ingin kau katakan padaku?”


(Soo Ah)


“Wah... Rupanya kamu cukup peka ya. Jadi Yoo Ra, mulai dari SMA aku mengalami satu hal. Aku bertemu dengan seonbaenim saat dia menjadi seniorku, aku mulai menyukainya, seperti cinta pertama bagiku. Tapi aku tidak bisa membuatnya menyukaiku, jadi aku mencobanya lagi saat ini. Tapi aku tidak tahu kalau dia sangat menyukaimu, bahkan tadi malam...”


(Yoo Ra)


“Tadi malam apanya?”


(Soo Ah)


“Saat dia memilih antara tantangan atau jujur, dia malah memilih jujur. Aku melontarkan pertanyaan padanya supaya dia menjawab dengan jujur. Saat aku tanya, saat ini siapa orang yang disukainya dan ingin mengajaknya berkencan, dia malah menyebutkan namamu "Kim... Yoo... Ra..." Kau tahu bagaimana perasaanku kan . Tak hanya sedih, selama ini aku tulus menyukainya bahkan rela terluka demi dirinya, aku hanya mendapat balasan seperti ini.”


(Yoo Ra)


“Wah... Soo Ah, saat ini kau ingin aku bersimpati padamu kan? Soo Ah, kau tidak berhak memaksakan perasaan sukamu kepada orang lain. Kalau kau rela sampai terluka, itu malah akan membuatmu terlihat bodoh dihadapannya dan bukan timbul perasaan suka. Justru akan timbul balas budi, dan berpacaran bukan menjadi salah satu solusinya.”


(Soo Ah)

__ADS_1


“Aku tahu... Yoo Ra, apakah kau pernah menyukai seseorang? Kalau kau pernah, apapun akan kau laukakn demi mendapatkan orang itu .”


(Yoo Ra)


“Melakukan apapun ya? Baru pertama kali ini aku mendengar hal konyol seperti ini. Kalau kau menyukainya, katakan langsung di depannya tanpa membuat drama super hero seperti itu. Lagi pula, aku dengannya juga tidak ada apa-apa. Aku persilahkan kau mendekatinya, tapi tolong jangan libatkan aku. Emosimu yang seperti ini sudah membuatku muak, aku tidak suka berperan dalam drama seperti ini. Hei... kau juga wanita kan, jangan sampai lemah di hadapan laki-laki. Banyak yang mengincarmu.”


Soo Ah masih tidak percaya dengan jawaban Yoo Ra yang sangat menohok ini.Dia tak menyangka kalau Yoo Ra adalah orang yang tidak mudah terpengaruh dengan sandiwara seperti ini.


(Soo Ah)


“Kau bilang, banyak lelaki yang mengincarku ya? Bagaimana denganmu?”


(Yoo Ra)


“Aku tidak terlalu paham dengan jalan cerita cintaku sendiri. Walaupun ada aku juga tidak sembarangan dalam memilih.”


(Soo Ah)


“Memilih? Ahahaha .... Lucu sekali, disekelilingmu ada pria yang mengincarmu dan juga berharta. Akan aku sebutkan, Do Jae Won, Park Yeon Jin, Nam Joan...”


(Yoo Ra)


“Soo Ah tolong hentikan omong kosongmu...”


(Soo Ah)


“Omong kosong, siapa lagi yang akan kau rayu. Bahkan Kim Jae Rim dan juga pamannya presdir Kim Yoo juga akan kau rayu.”


Yoo Ra terkejut dengan perkataan tidak masuk akal Soo Ah ini, seolah membuatnya marah dan ingin membungkan mulut Soo Ah. Seperti yang dikatakan Moo Ra, Soo Ah adalah gadis yang licik dan seenaknya. Daripada memperpanjang perdebatan ini, lebih baik mengakhirinya.


(Yoo Ra)


“Sudah cukup! Jangan sebutkan nama pria-pria lagi. Kau tidak sadar hah? Kau berkata seperti itu justru membuat hubungan kita sebagai teman sekelas menjadi kacau?”


(Soo Ah)


“Yoo...Yoo Ra-ya... Maafkan aku, mungkin aku terlalu emosi. Maafkan aku ya .”


(Yoo Ra)


“ Sudah sudah... Aku juga minta maaf .”


(Soo Ah)


“Sebagai tanda permintaan maafku, nanti sore sebelum ke pesta dansa mari kita minum kopi di cafe penginapan. Kali ini aku yang akan mentraktirmu.”


“Mungkin dia punya niat yang tulus setelah aku membuatnya seperti ini.” Gumam Yoo Ra dalam hati.


(Yoo Ra)


“Baiklah... Hentikan tangisanmu, dan segera cuci muka. Lain kali jangan terlalu emosional, itu juga tidak baik bagi kesehatanmu. Oh iya... bicaralah langsung kepada Jae Won seonbaenim, segala perlakuan dia padaku juga kau anggap biasa saja.”


(Soo Ah)


“Baiklah... Terima kasih sudah mendengarkanku.”


Yoo Ra meninggalkan Soo Ah dan menuju ke bawah pohon untuk menunggu Jae Won. Sementara Soo Ah masih duduk dan memuji dirinya sendiri, aktingnya kali ini sungguh sangat bagus dan bisa mengetahui sifat Yoo Ra yang berhati dingin.

__ADS_1


“Yoo Ra... Terima kasih sudah memberiku saran, aku harap Jae Won akan segera sadar dan memilihku sebagai kekasihnya.”


***


__ADS_2