
Suasana kelas sedang riuh, membahas pertemuan antar donatur kampus. Disini hanya beberapa mahasiswa yang tergolong sebagai anak atau cucu donatur di Deiji, jadi mereka juga akan ikut naik ke panggung sebagai pendamping orang tuanya. Suatu kehormatan bagi Universitas Deiji bisa memiliki mahasiswa yang memiliki latar belakang yang kuat dan tentunya kategori konglomerat.
Setiap tahunnya, para donatur akan memberikan sumbangan sekaligus beasiswa. Pada semester lalu, Soo Ah mendapatkan beasiswa, sebab sebelumnya Soo Ah adalah pianis berbakat dan berhasil masuk di salah satu grup orkestra ternama. Dan saat ini, Soo Ah masih menjadi pianis dan bulan depan akan mengikuti ajang lomba nasional mewakili Universitas Deiji.
Soo Ah sudah yakin akan mendapatkan beasiswa lagi di semester ini, karena bakat pianisnya juga masih berlanjut sampai sekarang. Kini, para teman-teman sekelas sedang membahas Soo Ah. Mereka berkerumun dan saling mengelu-elukan prestasi sang putri kampus, ada perkataan tidak sedap tentang Yoo Ra disana.
Mereka bergunjing dan heran mengapa Soo Ah tidak mendapat tempat di MPCD semester ini, apa yang membuat Yoo Ra menempati posisi ini dalam waktu singkat?.
Mereka asik mengobrol dan bergosip, terdengar suara pengumuman yang tampil di layar televisi di setiap kelas dan setiap lorong. Ternyata ini adalah pengumuman dari tim jurnalis kampus, yang bertugas mengumumkan dan menyiarkan berita dari MPCD semester ini.
“Annyeonghasimnikka, saya Lim Ha Ye dari Manajemen Bisnis semester 4 yang akan menyajikan berita terbaru Universitas Deiji. Setelah trending beberapa hari lalu, MPCD masih terus dibicarakan sampai saat ini baik di Deiji maupun di kampus lainnya. Karena ada beberapa kontroversi yang beredar dikalangan mahasiswa, kami akan memberikan kebenaran yang sudah diselidiki. Perubahan chart dan juga mahasiswa yang menjadi top colleger sedang menjadi sorotan, banyak gosip yang mengatakan kalau mereka semua memiliki koneksi dari orang dalam yang terlibat di ajang kepopuleran di Deiji.”
Reporter itu mengatakan hal yang sangat mengejutkan, memang beberapa waktu ini banyak sekali yang meragukan Yoo Ra langsung naik peringkat menjadi mahasiswa top semester ini. Padahal, kalau dihitung Yoo Ra adalah mahasiswa baru dan belum genap satu tahun. Banyak sekali yang menganggap kalau Yoo Ra menggunakan cara licik supaya bisa masuk chart bergengsi itu.
Apalagi ada gosip yang beredar, kalau Yoo Ra adalah gadis Play Girl yang mau mendekati siapapun. Sudah ada beberapa nama yang digosipkan berkencan dengan Yoo Ra. Bahkan di forum online Deiji juga sudah membeberkan nama-nama para pria beserta foto kedekatan Yoo Ra dengan pria-pria itu. Reporter melanjutkan...
“Berdasarkan N***r Cafe, unggahan yang menyebutkan salah satu top MPCD sedang menjalin hubungan dengan banyak pria. Tapi kita tidak tahu apakah itu kebenaran atau tidak. Yang pasti, disini kami akan membahas top pertama MPCD “Kim Yoo Ra”, dia bisa lolos menjadi top 1 karena prestasi akademiknya yang naik. Dibandingkan dengan Song Jun Moo yang seangkatan dengannya, Jun Moo sangat menonjol dibidang akademik dan juga sport, dan ini jauh lebih unggul. Prestasi yang dituliskan di chart, milik Kim Yoo Ra hanya karya tulisnya yang menjadi unggulan semester ini. Dan hanya satu prestasi sudah menjadikannya naik daun itu juga tidak masuk akal.”
Di ruang kelas, banyak sekali yang sedang membicarakan Yoo Ra, seperti merayu pria kaya yang memiliki koneksi dengan Deiji. Mereka makin curiga dan tak disangkan, wajah yang terlihat sopan dan baik itu memiliki etika yang buruk. Terdengar dari belakang,
“Dia punya koneksi?”
“Wah... gosipnya tidak main-main.”
“Apakah ini adil? Liputan hari ini sangat menjatuhkannya.”
“Kim Yoo Ra-ssi, kau anak baik . Jangan merasa kalah ya, semangat.”
“Betul, jangan dihiraukan.”
Ada suara yang menyahut, teman tapi musuh dari Yoo Ra. Soo Ah menggemakan suara, “Kalian sudah dipermainkan, hanya dengan prestasi seperti itu, apa kalian yakin kalau di adalah anak baik? Mungkin saja dia sudah tidur dengan orang berpengaruh.”
Yoo Ra tak menggubris komentar Soo Ah dan bahkan berkata “Terima kasih atas responnya...”, dan teman-teman yang lain juga hanya bisa bengong mendengar ini dengan memandangi wajah Yoo Ra yang terlihat tenang dan memasang senyuman. Berita itu masih berlanjut.
“Disini, kami menemukan beberapa prestasi yang tersembunyi dari Kim Yoo Ra. Prestasi yang tercantum di chart itu hanya ditulis satu saja karena para dosen dan professor sudah yakin, kalau top colleger tidak diragukan kemampuannya. Ini memang disengaja untuk memberikan pengertian kepada publik dengan tujuan komentar positif, namun hal ini berbanding terbalik dengan kondisi yang sekarang. Untuk menindak lanjuti kesalahpahaman dari gosip ini, Professor Hwang akan memberikan pernyataan.”
Professor Hwang – “Untuk para mahasiswa, kalian harus cermat dalam mencerna sesuatu. Disini ada beberapa foto yang menunjukkan prestasi nona Kim Yoo Ra (menunjukkan foto). Pada bulan lalu, ada ajang olahraga Anggar dan juga Kendo. Karena kita tidak memiliki atlet wanita, Kim Yoo Ra direkomendasikan oleh presdir Kim Yoo dari Nam Group untuk mengikuti lomba di bidang Anggar. Kami awalnya meragukan kemampuannya, tapi siapa sangka, pada seleksi pertama Anggar, Kim Yoo Ra sudah lolos. Berlanjut sampai final, Kim Yoo Ra berhasil membawa medali emas. Kejuaraan ini bukan kejuaraan biasa, ini merupakan kejuaraan internasional, dan Kim Yoo Ra mampu dan dinyatakan sebagai pemenang. Jadi, mungkin karena skandal yang beredar, Kim Yoo Ra menjadi jatuh, tapi kejuaraan ini sudah tidak meragukan reputasi dari Kim Yoo Ra. Kim Yoo Ra-ssi, terima kasih telah membawa nama kampus kami ke ajang internasional.”
Hal ini mengejutkan seluruh warga Deiji, tak disangka Kim Yoo Ra yang diam-diam memiliki prestasi tertatas sedang menjadi bahan gunjingan. Mereka semua terkejut dan heran dengan hal ini, selama ini mereka tidak menyangka kalau teman sekelasnya adalah atlet Anggar kelas internasional. Mereka belum 100% yakin kalau Yoo Ra adalah anak baik-baik, karena gosip MPCD baru saja usai, tapi gosip soal pria belum terselesaikan.
Kim Jae juga menyaksikan pengumuman ini di kelasnya, “Yoo Ra sudah mahir dalam berpedang, hanya olahraga anggar seperti ini tidak ada apa-apanya. Yoo Ra, Yoo Ra... kau sukses mengejutkan semua orang. Dan kalian yang berani bergunjing, selayaknya anjing yang menggonggong saja. Huh...”
(Moo Ra)
“Jadi, masih meragukan Yoo Ra? Bagaimana bisa dia masuk di chart itu?”
(Jeon Ki)
“Sudahlah teman-teman, berbanggalah kalau ada atlet internasional disini.”
__ADS_1
(Soo Ah)
“Lalu, bagaimana dengan presdir Kim dari Nam Group itu? Tadi sudah disebutkan kalau presdir Kim Yoo yang merekomendasikannya, kenapa dia bisa tahu bakat Yoo Ra? Dan lagi...Bukannya Yoo Ra selalu mengunjungi kantornya? Dan juga Kim Jae Rim yang selalu menjadi sopir pribadinya? Aku akui kalau aku tidak selicik dirimu, tapi mobil dan semua barang yang kau pakai ini semua pemberian dari presdir Kim Ya? Atau dari Kim Jae Rim seonbaenim?”
(Moo Ra)
“Heh... Siapa yang licik disini sudah jelas itu kau!”
(Jun Moo)
“Moo Ra, sudah... Soo Ah, kau tidak berhak menghakimi seseorang dengan argumenmu yang sangat tidak masuk akal ini.”
(Soo Ah)
“Apanya? Sudah jelas kalau berita ini sudah tersebar di forum online.”
Yoo Ra sudah tak sabar lagi untuk mencakar si licik itu, Soo Ah memang tidak bisa menjaga mulut dan hatinya.
(Yoo Ra)
“Kenapa kalau mobil dan barang-barang yang aku punya ini diberikan oleh presdir Kim? Memang kenapa kalau aku sering ke kantornya? Kau tahu apa tentang diriku? Aku tidak pernah berpura-pura menjadi baik dan polos. Berkacalah dulu kalau tidak tahu kebenarannya.”
(Soo Ah)
“Wah... Anak baru malah banyak bicara omong kosong.”
(Yoo Ra)
(Soo Ah)
“Kau...”
Soo Ah tidak mampu melanjutkan kata-katanya, ucapan Yoo Ra yang santai namun pedas itu mampu mebungkamnya. Kim Jae dan Jae Won datang ke kelas untuk memanggil mahasiswa yang turut ambil bagian di acara pertemuan para donatur.
(Jae Won)
“Song Jun Moo, Chae Soo Ah, Kim Yoo Ra, Chung Byeon, dan Go Sin Yu. Segera ke audiotorium untuk mendapat tugas saat pertemuan lusa.”
(Kim Jae)
“Kalian mendapat beasiswa penuh selama 1 semester besok dari para donatur tertentu.”
(Jae Won)
“Baiklah, kalau sudah ayo kita segera kesana.”
(Kim Jae)
“Tunggu dulu Jae Won . Kecuali Kim Yoo Ra, dia tidak mendapat beasiswa.”
__ADS_1
(Yoo Ra)
“Lalu, kenapa aku dipanggil?”
(Kim Jae)
"Karena aku ingin kau ikut.”
(Jae Won)
“Jangan bicara sembarangan. Sudah ayo pergi .”
(Kim Jae)
“Kalian semua, sudah menikmati pertunjukan hari ini? Ya aku sarankan jangan pernah menilai orang sembarangan, apalagi tentang Yoo Ra.”
(Soo Ah)
“Kenapa? Kami hanya berbicara fakta.”
(Kim Jae)
“Kenapa ya??? “
(Soo Ah)
“Karena dia kekasihmu?”
(Kim Jae)
“Kalau iya kenapa? Kalau tidak kenapa? Bisakah kau memperbaiki mulutmu? Jangan hanya wajamu yang kau permak, mulutmu sepertinya perlu dibedah sedikit. Bagaimana kalau jahit mulut? Tambah luar biasa, kau akan jadi perempuan paling kalem dan anggun di kampus. Jadi kami tidak akan sakit telinga mendengar suara dan juga perkataan menjijikkan dari mulutmu.”
(Yoo Ra)
“Sudahlah, kau malah banyak bicara. Ayo pergi.”
(Soo Ah)
“Wah seonbaenim, apa karena kamu sudah jadi super model malah seenaknya sendiri untuk menghina orang lain? ”
(Yoo Ra)
“Dia hanya meniru dirimu, kau terlalu sempurna, jadi dia ingin menjadi sempurna sepertimu.”
(Kim Jae)
“Tepat sekali.
(Yoo Ra)
__ADS_1
“Oppa... Ayo kita segera pergi.”
Yoo Ra segera mendorong Kim Jae untuk keluar dan bergegas menuju audiotorium. Soo Ah menjadi bungkam untuk yang kedua kalinya, sepertinya hari ini dia kalah telak.