Full Moon Portal

Full Moon Portal
Episode 38


__ADS_3

Nanti malam akan ada pesta dansa yang khusus diadakan untuk mereka. Sebelumnya Jae Won sudah meminta Yoo Ra untuk menjadi pasangannya, Yoo Ra juga sudah mengiyakan ajakan tersebut.


Di dalam kamar, Yoo Ra segera bersiap untuk menjenguk Moo Ra. Beberapa menit kemudian suara ketukan pintu terdengar, rupanya Moo Ra sudah fit kembali. Moo Ra sudah sangat sehat dan segera berganti baju, menggunakan dress yang sangat anggun. Beda dengan Yoo Ra, karena ia tak suka dengan acara seperti ini, ia memilih pakaian kasual dengan rok pendek. Walalupun bergaya kasual, tetapi masih ok untuk menghadiri pesta dansa.


Janji traktir minum kopi di kantin, langsung saja Yoo Ra, Moo Ra, Soo Ah, Yeom Mi dan teman-teman lain berkumpul di kantin untuk minum kopi bersama. Menepati janjinya, Soo Ah mentraktir 1 latte.


(Soo Ah)


“Kamu baru datang, aku ambilkan dulu lattenya.”


(Yoo Ra)


“Terima kasih Soo Ah .”


Soo Ah pergi mengambilkan latte untuk Yoo Ra, dan Yoo Ra duduk berkumpul dengan teman-temannya. Bercengkrama dan bercanda, sesekali bergosip untuk meramaikan suasana. Setelah mendapatkan pesanan, Soo Ah segera kembali dan memberikannya pada Yoo Ra dengan berkata.


(Soo Ah)


“Maafkan ucapanku yang tadi ya.”


(Yoo Ra)


“Sudahlah, kita juga teman.”


(Soo Ah)


“Benar .”


Yoo Ra merespon Soo Ah dengan baik, begitu juga sebaliknya. Namun, ada hal tak terduga, seperti topeng Soo Ah mulai terbuka sedikit-demi sedikit. Berjalan mendekati Yoo Ra, kemudian menunduk dan berbisik.


“Yoo Ra, kita kan teman... jadi, untuk perkataanku tadi mungkin ada benarnya. Berapa pria yang kau goda? Bahkan paman dan keponakannya juga kamu embat. Jangan menasehatiku terlalu banyak, kau membicarakan omong kosong, jangan lupa ... kita punya sifat yang sama.” Soo Ah membisikan itu, kemudian menepuk pelan bahu Yoo Ra dan segera pergi bersama Yeom Mi.


Dalam hati Yoo Ra sama sekali tidak ada rasa jengkel, justru perasaan lucu yang mengembang. Sebab, kini ia tahu sifat asli si putri kampus itu. “Kau bukan musuhku, tapi kau sudah mencari masalah denganku, Soo Ah-ssi.”


---


“15 menit lagi pesta dansanya akan dimulai. Kepada kalian semua, bersiaplah dan cari pasangan masing-masing.” Pengumuman yang mengejutkan, kini para mahasiswa yang asik nongkrong dengan minum kopi harus buru-buru mencari pasangan dansa.


Jae Won langsung mencari Yoo Ra dan menggandengnya. Saat akan menuju altar dansa, Soo Ah menghentikan mereka berdua. Soo Ah membawa 1 cup kopi ditangannya, niat hati untuk diberikan kepada Jae Won agar menjadi pasangan dansanya.


(Soo Ah)


“Seonbae... Ini untukmu . Aku tidak menemukan pasangan dansa, maukah seonbae bersamaku?”


(Jae Won)


“Oh... Maaf atas ajakanmu, tapi aku sudah berpasangan dengan Yoo Ra.”


(Soo Ah)


“Ta... Tapi...”


Tiba-tiba datanglah Jeon Ki dan meminta Soo Ah untuk berpasangan dengannya. Sedari tadi Jeon Ki masih merengek kepada Soo Ah, emosinya sudah tidak terkendalikan, dan kini menyalahkan Yoo Ra atas semuanya. Dengan sengaja, kopi yang masih panas itu ditumpahkan tepat ke lengan Yoo Ra. “Ah... Panas...” Teriak Yoo Ra terkena kopi yang masih panas itu.

__ADS_1


(Jae Won)


“Soo Ah!!! Apa yang kau lakukan.”


(Soo Ah)


“Seo...Seonbae... Yoo Ra, aku tidak sengaja, dari tadi Jeon Ki juga menarik tanganku. Maaf, maaf... Sepertinya kamu harus ke klinik penginapan. Aku antar ya...”


Tanpa berkata sepatah kata pun, Yoo Ra bergegas pergi dan membasuh lengannya di wastafel. Lengannya memerah dan ini juga termasuk luka bakar. Jae Won segera menyusul Yoo Ra dan ikut membersihkan sisa tumpahan kopi yang mengenai lengannya.


Dalam pikiran Yoo Ra saat ini, “Jelas-jelas Jeon Ki sudah tidak menarik lengan Soo Ah saat itu, di menumpahkan kopi itu dengan sengaja. Sungguh aktingmu kali ini patut dipuji dan bisa masuk nominasi untuk piala oscar.”


(Jae Won)


“Ayo kita ke klinik. Luka bakar seperti ini kalau tidak segera diobati akan lebih parah.”


(Yoo Ra)


“Em... .”


Mereka berdua pergi ke klinik penginapan untuk merawat luka Yoo Ra. Sedari tadi Jae Won terus memperhatikan Yoo Ra, anehnya Yoo Ra hanya diam saja dan gelisah.


Kegelisahan yang menyelimuti Yoo Ra adalah perilaku Soo Ah yang berubah drastis, dari gadis polos menjadi gadis licik pemain drama. Aktingnya sungguh luar biasa, ditambah tampang wajahnya yang polos membuat orang-orang merasa iba saat dia melakukan sebuah kesalahan.


Mendengar berita ini, Moo Ra bergegas menjenguk Yoo Ra di klinik. Ia sangat kesal, dan kini perilakunya menjadi-jadi. Jun Moo juga merasakan hal yang sama dengan pacaranya itu, sebab Jun Moo juga pernah satu sekolah dengan Soo Ah. Disisi lain, Jeon Ki yang juga teman akrab Jun Moo sangat menyukai gadis licik itu. Jun Moo merasa kasihan kepada Jeon Ki yang selama ini menyukai gadis yang tidak benar ini.


Terpaksa tidak ikut pesta dansa malam ini, Yoo Ra harus menenangkan diri dan merawat lukanya. Dioleskan salep dan dibalut kasa, Yoo Ra yang termenung dan melihat lukanya sendiri. Hari ini sangat berat, serasa memiliki musuh baru.


“Lihatlah... Lenganku seperti mumi, dan juga seperti korban patah tulang. Huft...” Bicara Yoo Ra dengan sendirinya. Jae Won yang mendengarnya juga tersenyum geli dengan ucapan Yoo Ra ini.


(Jae Won)


(Yoo Ra)


“Tidak sengaja ya? Seonbae terlalu naif.”


(Jae Won)


“Naif? Apa maksudmu?”


(Yoo Ra)


“Lupakanlah...”


(Jae Won)


“Yoo Ra... Aku harap kamu jangan salah paham, aku dan Soo Ah hanya berteman. Dan aku dengannya juga dulu pernah satu sekolah.”


(Yoo Ra)


“Aku? Salah paham? Emmm , justru aku yang tambah bingung dengan ucapan seonbae.”


(Jae Won)

__ADS_1


“Huft... . Sudahlah jangan dibicarakan lagi.”


(Yoo Ra)


“Tunggu... Aku juga penasaran dengan sesuatu, apakah Soo Ah pernah berkorban sesuatu dengan seonbae?”


Jae Won terdiam dan membeku, kenapa Yoo Ra langsung tahu hal ini?. Jae Won pun mengalah dan terpaksa menjelaskan semuanya, supaya Jae Won mampu memenangkan Yoo Ra dengan tidak merahasiakan sesuatu darinya.


Dulu saat masih SMA, tidak sengaja ada insiden kecil. Saat itu adalah musim panas, dan ada acara sekolah. Mereka berdua sama-sama berada dalam organisasi yang sama, dan kebetulan acara itu adalah salah satu program dari organisasi mereka. Suasana sangatlah sibuk, para kolega harus bekerja sana-sini sampai malam hari. Karena terlalu sibuk, Jae Won mengalami dehidrasi yang parah dan beristirahat sementara di dalam ruangan. Soo Ah yang mengetahui itu bergegas menghampiri Jae Won yang sudah lemas, dan hanya ada mereka berdua yang ada disitu. Tiba-tiba pintu terkunci dari luar, mereka berdua terjebak bersama. Kondisi Jae Won sudah memburuk dan pingsan. Untuk mendapat pertolongan, Soo Ah langsung memecahkan kaca jendela dan pergi keluar mencari bantuan. Ada bantuan yang datang, Jae Won pun segera dibawa ke rumah sakit.


Soo Ah juga terluka, karena terkena pecahan kaca. Saat melompat dari jendela, tanpa sadar lengannya tersayat kaca yang tertinggal. Banyak sekali darah yang keluar, terlebih lagi pendarahan terjadi di bagian lehernya yang teerdapat pembuluh darah besar. Soo Ah segera dibawa ke rumah sakit, saat itu juga dia kehilangan banyak darah, dia tersadar 2 hari kemudian. Jae Won merasa bersalah, dan merasa bertanggung jawab atas kejadian ini. Sejak saat itu Jae Won terkadang memberi perhatian lebih kepada Soo Ah sebagai imbalannya, dan Jae Won hanya menganggapnya sebagai teman atau adik perempuan. Soo Ah terkadang menganggap Jae Won lebih dari itu, tapi Jae Won tetap dengan pendiriannya.


(Yoo Ra)


“Sepertinya hutangmu ini adalah hutang nyawa.”


(Jae Won)


“Walaupun hutang nyawa, tapi aku tidak bisa membayarnya dengan perasaanku.”


(Yoo Ra)


“Akan lebih baik kalau kalian berdua mencoba langkah awal, siapa tahu akan ada keajaiban nantinya.”


(Jae Won)


“Aku tidak teralu tahu dengan kegiatannya sejak aku lulus SMA, aku juga ingin begitu. Membuat hubugan dengannya sampai dia bosan, hanya demi hutangku ini. Tapi hatiku menolaknya, serasa aku sama sekali tidak tertarik berpacaran ataupun jatuh cinta dengan Soo Ah.”


(Yoo Ra)


“Begitu ya... Rasa cinta itu bia timbul kalau sudah terbiasa. Soo Ah juga bilang padaku, dia tulus denganmu. Aku juga merasakan kalau kalian cocok satu sama lain, dari tangisannya juga sepertinya tidak terelakkan lagi. Pernahkah seonbae mencoba itu padanya?”


(Jae Won)


“Sudah cukup . Aku tidak ingin membahas dia lagi.”


(Yoo Ra)


“Kenapa?”


(Jae Won)


“Pernahkah kau memikirkan perasaanku? Siapa yang sudah membuatku tertarik? Kenapa aku tidak mau berkencan atau menaruh hati pada Soo Ah? Kau sudah tahu belum bagaimana sifatnya? Berapa banyak pria disekelilingnya yang sudah menjadi mantannya?”


(Yoo Ra)


“Seo... seonbae... Aku tidak berniat untuk membuatmu seperti ini. Aku hanya...”


(Jae Won)


“Hanya apa? Sekarang aku tanya padamu. Apakah kau tahu isi hatiku? Bagaimana perasaanku? Siapa orang yang aku cintai? Dengan siapa aku ingin berkencan? Jawab aku!”


(Yoo Ra)

__ADS_1


“Mana aku tahu, kau menanyakan ini semua seolah aku yang salah. Emosimu yang seperti ini seperti bukan Do Jae Won yang aku kenal.”


Jae Won tersadar, emosinya sepertinya berlebihan. Yoo Ra sendiri berusaha meyakinkan Jae Won, karena Yoo Ra tidak tahan dengan sikap Soo Ah yang seperti ini. Siapa tahu Soo Ah bisa berubah dengan mendapatkan sesuatu yang dicintainya, tanpa mengusik kehidupan orang lain.


__ADS_2