Full Moon Portal

Full Moon Portal
Episode 40


__ADS_3

Yeon Jin sangat lega, bisa mengatakan semua ini kepada orang yang dicintainya. Berguling-guling di kasur dengan kebahagiaan yang belum dapat dipercaya. “Astaga Yeon Jin… Sebentar lagi dan beberapa langkah lagi kau bisa mengencani orang yang selama ini kau pikirkan. Kya… Aku masih tidak percaya .” Kebahagiaan itu membuatnya tersenyum sendiri, ini pertama kalinya ia mengatakan hal romantis. Dan sudah berhasil, tak bisa diungkapkan betapa bersyukurnya ia mampu melakukan ini. Jarang sekali ada pria yang bersifat dingin tiba-tiba berubah drastis menjadi pria hangat demi wanita yang dicintainya.


Masih duduk di tepi sungai, Yoo Ra tersenyum mendengar perkataan dari Yeon Jin. Dan kini hanya terbesit nama “YEON JIN, YEON JIN dan YEON JIN” yang ada dibenaknya. Ia sendiri heran, mengapa disetiap kehadiran Yeon Jin membawa pengaruh yang besar untuk moodnya. Ia hanya bisa melihat usaha Yeon Jin, karena Yeon Jin sudah berkata akan berlari mengejarnya. Ia akan bersedia membuka pintu hatinya jika Yeon Jin sungguh-sungguh dengan perkataannya itu.


Agak membingungkan, selama ini yang selalu bersama dan menghabiskan banyak waktu dengan Yoo Ra adalah Jae Won, tapi Yoo Ra hanya terdiam. Justru yang menggerakan dirinya ada Yeon Jin. Ada yang bilang kalau “Cinta akan tumbuh ketika 2 orang sering menghabiskan waktu bersama”, tapi kalimat itu sudah dibakar dengan kisah mereka. Kenapa ini? Kenapa bisa seperti ini?.


***


Hari terakhir, waktunya kembali ke Seoul. Semua orang sudah menempati kursinya masing-masing, dan posisi juga sama dengan yang berangkat. Ingin saling menyapa, tapi dengan kejadian tadi malam, sepertinya mustahil. Bus sudah berangkat, dan ini sudah 30 menit perjalanan. Selama itu mereka berdua tidak berbincang sama sekali. Jae Won terlihat lesu, dan Yoo Ra ingin memulai pembicaraan ini. Saat ingin memulai, “Seonbae, aku…” Tiba-tiba Jae Won langsung menoleh kearahnya dengan tatapan lelah.


(Jae Won)


“Bolehkah aku tidur dan menyandarkan kepalaku di bahumu?”


(Yoo Ra)


“Apa?”


(Jae Won)


“Aku mohon, aku sangat lelah hari ini.”


Tanpa ada ucapan setuju dari Yoo Ra, Jae Won langsung membenamkan wajahnya di bahu Yoo Ra. Dia memang terlihat sangat lelah, dilihat dari wajahnya sudah mengatakan sangat lelah. Kantung mata yang menghitam, “Apakah dia kurang tidur?” Tanya Yoo Ra dalam hati.


Yoo Ra harus menerima perlakuan seperti ini, sebelumnya ia juga pernah meminjam bahu Jae Won untuk tidur, anggap saja ini balas budi. Rasa tidak nyaman mulai timbul, jika Soo Ah melihat ini mungkin dia akan lebih kebakaran jenggot dan melakukan hal yang lebih jahat lagi. Tapi sudahlah, jangan terlalu dipikirkan.


Jun Moo mengirim pesan singkat ke Yoo Ra, dia memberitahukan kalau semalam ada sesuatu yang terjadi pada Jae Won. Jae Won dan Soo Ah bertengkar saat pesta usai, mereka beradu argument dan Jae Won sangat emosi waktu itu. Emosinya meledak, sampai-sampai memukul tembok dengan kepalan tangannya. Jun Moo juga bilang, dia tidak bisa mendengarkan pembicaraan mereka. Rupanya semalam Jae Won tidak tidur, saat ditanya kenapa, dia menjawab “Tidak ada apa-apa.”. Gelagatnya agak berlebihan, tapi Jun Moo juga takut karena bau amarah dari Jae Won tercium tajam.


“Karena alasan ini…” Yoo Ra melihat tangan Jae Won yang terluka, ada beberapa luka goresan yang belum diobati. Yoo Ra mengirimkan pesan kepada Moo Ra untuk meminta obat antiseptik dan beberapa plester luka untuk diantarkan kepadanya. Moo Ra mengiyakan permintaan Yoo Ra, dan melihat posisi Jae Won seperti itu, Moo Ra terkejut dan merasa kalau mereka berdua sudah jadian. Moo Ra cepat-cepat kembali ke tempat duduknya dan menceritakan apa yang dilihatnya kepada Jun Moo.


Tangannya besar, bahkan tangan mungil Yoo Ra mampu disembunyikan di balik tangan besar Jae Won. Dengan lembut Yoo Ra merawat luka Jae Won. Saat hamper selesai, Yoo Ra ingin menarik tangannya kembali. Seperti merasakan sesuatu, Jae Won membuka mata dan menahan tangan mungil itu dengan berkata.


(Jae Won)


“Terima kasih sudah mengobati tanganku. Tolong genggam dulu, aku merasa dingin dan lelah, hangatkan dulu dengan tanganmu ya.”


(Yoo Ra)


“. Seonbae tidur dulu, sepertinya semalam seonbae tidak tidur sama sekali.”

__ADS_1


(Jae Won)


“Benar, kuatkan bahumu sebentar saja. Bantu aku melepaskan beban.”


(Yoo Ra)


“Tidurlah.”


Yoo Ra hanya pasrah, dan genggaman Jae Won sangat kuat. Yoo Ra hanya berpikir kalau genggaman ini akan membuatnya tidak bisa kabur. “Biarlah dia terlelap di bahuku, setelahnya kita akan impas. Aku tidak mau hutang seperti ini akan membebani sama seperti hutang seonbae pada gadis itu.”


---


“Sudah sampai Seoul…”


“10 jam yang tidak terasa ya.”


“Ayo bereskan dulu barang-barangnya, sebentar lagi kita akan tiba di kampus.”


“Jangan ada yang sampai ketinggalan barang.”


Suara riuh menggema di seluruh bus. 10 jam perjalanan sungguh melelahkan. Dalam sepuluh jam itu Yoo Ra hanya tertidur 4 jam dimulai dari awal perjalanan, selama 6 jam kemudian ia tak bisa tidur dan menjaga Jae Won. Jae Won benar-benar kelelahan, 8 jam tertidur dan 2 jam terjaga hanya menikmati waktu menempel pada Yoo Ra. Agak licik memang, tapi ini merupakan celah bagi Jae Won.


(Yoo Ra)


“ Aku sudah pulang . Aku kembali dengan utuh kan.”


(Kim Jae)


“Hauh… Gadis bodoh . Kemarilah, biar kekasihmu ini memelukmu.”


Kim Jae dengan buru-buru memeluk adiknya itu, rindu yang ditahan sudah tidak terbendung lagi. Inikah hubungan keluarga yang saling menyanyangi?. Teman-teman lain yang menyaksikan ini secara live sangat terkejut dan membuat mereka melongo, seakan tidak percaya kalau mereka berpelukan dengan romantis begitu.


“Mereka berdua pacaran?”


“Tidak salah lagi, lihat ekspresi Kim Jae.”


“Seperti kekasih yang merindukan pasangannya.”


“Aku juga mau diperlakukan seperti itu.”

__ADS_1


“Gimana ini, hatiku patah melihat mereka. Aku sudah lama menyukai Kim Jae.”


“Aku juga, kenapa kita sesial ini?”


Soo Ah mendengarkan pembicaraan teman-temannya itu. Ingin memperparah keadaan dengan mempermalukan Yoo Ra, Soo Ah mulai bertindak.


(Soo Ah)


“Kalian tertipu dengannya, tak hanya model yang terkenal dan senior popular kampus ini yang sudah berkencan dengannya. Paman dari Kim Jae juga tertarik dengan gadis itu. Jangan salahkan kalian yang sudah sial, salahkan saja Yoo Ra yang terlalu memasang tampang polos kepada kalian semua.”


“Aku tidak percaya dengan perkataanmu.”


“Soo Ah, berkacalah sendiri. Jangan pernah membicarakan seseorang yang memiliki sifat yang sama sepertimu.”


“Tapi yang Soo Ah bilang juga ada benarnya.”


(Soo Ah)


“Aku sudah bilang, selain Jae Won yang ia dekati, masih ada Kim Jae dan pamannya. Kalian sudah menyaksikannya kan, Jae Won dan Kim Jae yang bermesraan dengannya.”


Mahasisiwi lain ikut panas menengar ucapan Soo Ah, dan mereka mengklaim kalau Yoo Ra ternyata bukan gadis yang baik. Moo Ra mendengar itu semua, tapi ia hanya bisa diam karena permintaan Yoo Ra. Yoo Ra meminta untuk menjaga rahasia ini dan sampai terbongkar pada saatnya.


(Kim Jae)


“Kenapa lenganmu? Kok dibalut kasa?”


(Yoo Ra)


“Nanti aku jelaskan kalau sudah di rumah. Ayo pulang.”


(Kim Jae)


“Masuklah ke mobil, kopermu biar aku masukkan ke kursi belakang.”


(Yoo Ra)


“Em…”


Pulang ke rumah dengan lelah yang didapat. Tak hanya itu, misteri dan masalah baru juga dibawa pulang.

__ADS_1


“Banyak sekali hal yang terjadi selama aku berwisata. Mulai dari identitas permaisuri yang mirip denganku. Soo Ah yang mulai terlihat sifat kotornya. Dan Jae Won seonbaenim yang tidak dapat ditebak isi hatinya. Melelahkan sekali, aku hanya ingin tidur setelah sampai rumah nanti, dan akan memikirkan ini setelahnya.”-Yoo Ra


__ADS_2