Full Moon Portal

Full Moon Portal
Episode 83


__ADS_3

Suara bel dari apartemen Yoo Ra, terlihat di layar monitor ada seseorang memakai topi berdiri menunggunya untuk membukakan pintu.


Tangan Yoo Ra mendorong pintu sehingga terbuka, ada sapaan pagi hari yang hangat dari pria berrtopi itu. “Ini nona, mobilnya sudah selesai.” Sebuah kunci mobil mendarat di telapak tangan Yoo Ra, senyum tulus terima kasih diberikannya.


Setengah jam lagi harus pergi ke kantor, hanya tersisa beberapa hari lagi untuk bekerja


dengan CEO muda Park. Hendak menutup pintu setelah menerima kunci mobil, tiba-tiba terhalang oleh kaki seseorang yang menghadang pintu untuk tertutup.


“Mau berangkat denganku?” Yeon Jin... dia sengaja dan merebut kunci mobil dari Yoo Ra dengan mengatakan itu. Menerobos masuk ke apartemen Yoo Ra yang beraroma mawar, menggantikan aroma lavender sebelumnya.


Bertanya mengapa aromanya berubah menjadi mawar? Mengapa tidak lavender? Pertanyaan Yeon Jin sedikit usil, Yoo Ra tersenyum dan mengatakan bahwa mawar adalah aroma favoritnya, bahkan kantong wangi yang digunakannya saat di kehidupan lampau juga selalu beraroma mawar dengan tambahan citrus.


Yoo Ra memakai lavender karena Eun Ji yang mengirimkannya, mengapa bertanya seperti itu padaku? Yeon Jin mulai mengerti, kesukaan dari kekasihnya itu adalah aroma mawar. “Kalo bunganya? Suka?” tanya Yeon Jin, “Suka... Tentu suka...” sangat aneh Yoo Ra mengatakan itu.


Sebelumnya ia hanya menyentuh kelopak mawar saat mandi saja, para pelayan akan menebarkan kelopak mawar di kolam air mandinya. Berbeda dengan disini, mawar bisa dijumpai dimana-mana. Di istananya, bunga peony yang mendominasi, begitu pula diseluruh penjuru istana. “Sangat jarang, bahkan tidak ada sama sekali, aku selalu melihat bunga peony atau sakura disana. Padahal di alam liar sangat banyak.”


Yeon Jin yang duduk dan menyaksikan Yoo Ra menggerutu sambil menata rambutnya sedikit merasa kasihan, ingin sekali menunjukkan sebuah taman besar yang dipenuhi bunga mawar. Berdiri dan menghampiri Yoo Ra, “Aku buatkan satu taman penuh bunga disana? Mau?”


Yang benar saja? Apakah dia akan bersungguh-sungguh? Apapun yang Yoo Ra inginkan, tidak ada yang tidak bisa bagi Yeon Jin. Berdiri dari tempat duduknya dan berhadapan dengan pria bertubuh tinggi di depannya, “Tentu, asal ini salah satu janjimu. Harus ditepati. Ya...”


Yeon Jin mengulurkan lengannya ke bahu Yoo Ra, merasa bebannya hilang seketika melihat senyuman manis sekretaris atau asisten pribadinya ini.


-


-

__ADS_1


-


“Halo?... Nanti sore?... Sepertinya jadwalku masih padat, tapi karena kakak yang memaksa aku akan datang.” Menutup flap ponselnya dan melanjutkan tugasnya. Yeon Jin masuk dengan membawa dua cangkir kopi dan bertanya siapa yang menelponnya.


Do Seo Hyun? Yeon Jin bertanya-tanya, sejak kapan Yoo Ra dan kakan Jae Won mulai akrab?


Yoo Ra menceritakan semuanya kapan mereka mulai kenal dan pada akhirnya bisa akrab. “Oh... boleh aku ikut?” tanya Yeon Jin yang menyerahkan cangkir dari tangan kirinya. Yeon Jin merasa sepertinya Seo Hyun berharap bisa menjodohkan adiknya dengan Yoo Ra.


Yeon Jin menatap Yoo Ra yang duduk dan bersandar di kursi, memegang kepala dan memijatnya dengan perlahan. Apa dia sakit kepala? Meletakkan cangkirnya dan beralih kepada seseorang.


“Sakit kepala?” tanya Yeon Jin. Yoo Ra mengangguk, bukan hanya satu perusahaan yang sedang diurusnya, dua perusahaan sekaligus. Terlebih lagi kedua perusahaan ini, Park Group dan Nam Group akan pindah ke sebuah gedung yang hanya dihuni 2 perusahaan besar ini.


Yoo Ra melepaskan kacamata yang dipakainya dan mengusap wajah dengan kedua tangan. “Kedua perusahaan akan pindah di gedung besar, betapa sulitnya ini, 2 perusahaan terkemuka di kota akan jadi satu, tentu persiapannya tidak semudah yang dikira.”


Yeon Jin mendengarkan Yoo Ra, setelahnya dia berpaling menata satu dokumen pemindahan. Ternyata ini adalah rancangan dari Yoo Ra, semua pemindahan diatur olehnya. “Luar biasa, ini sudah bagus. Hanya finalisasi dan rapat. Setelahnya bebanmu menjadi ringan.”


---


Cafe Seo Hyun ramai seperti biasanya, Seo Hyun duduk dekat meja kasir dan pegawainya sibuk dengan pesanan. Dia mengamati sekeliling, itu sangat jelas kalau dia sedang menungg tamunya.


Dua orang yang pulang dari kantor dan keluar dari mobil, bersamaan masuk ke dalam cafe itu. “Yoo Ra, sudah datang...” Seo Hyun segera menghampiri Yoo Ra dengan sumringah, tapi sekejap dia tertuju pada pria di samping Yoo Ra.


Mencondongkan tubuh dan memberi salam, Seo Hyun belum pernah melihat pria ini, apalgi bertemu. “Dia... Siapa?” tanya Seo Hyun berbalik memandang Yoo Ra, Yeon Jin peka apa yang sedang ditanyakan Seo Hyun, dia langsung memperkenalkan diri. “Saya... Park Yeon Jin... senang bertemu dengan anda.” Ucap Yeon Jin yang diharapkan Yoo Ra untuk tidak terburu-buru mengakui hubungan mereka.


Dipersilahkan duduk dan diberi pelayanan yang terbaik, “Tunggu sebentar, aku akan membawakan camilan.” Seo Hyun bangkit dan pergi ke dapur.

__ADS_1


Yeon Jin dan Yoo Ra yang duduk saling bertatapan dan sama-sama terkesan atas suasana cafe ini. Aesthetic, sejuk, dan alunan harmoni yang lembut. Seo Hyun kembali dengan muffin di nampan, meminta mereka untuk mencobanya. Rupanya Seo Hyun meminta Yoo Ra kemari untuk mencoba menu baru cafenya.


“Maaf, aku baru tahu kalau Yeon Jin-ssi CEO dari Park Group, kebetulan temanku juga bekerja disana dan sering bercerita tentangmu. Ngomong-ngomong Yoo Ra, terima kash sudah ajak temanmu kesini...” Ucap Seo Hyun yang membuat Yeon Jin mengurungkan niat untuk memakan suapan ke 2 muffin itu.


Yoo Ra memandang Yeon Jin, dan mata mereka bertemu, Seo Hyun duduk terdiam dan bertanya-tanya. “Kenapa?”, Yoo Ra membalas “Oh? Dia pacarku...”, “Hem? Apa? Kalian pacaran?”


Terkejut sih iya, tapi Seo Hyun tidak menyangka Yoo Ra memilih Yeon Jin dibandingkan adiknya, memang tidak salah untuk mereka pacaran. Kemarin saat Seo Hyun bertanya kepada Jae Won kapan adiknya itu akan menjadikan Yoo Ra sebagai kekasih, dan Jae Won hanya bilang SECEPATNYA.


“Kalau begitu... selamat ya... aku harap kalian bisa bertahan.” Seo Hyun sedikit kecewa, setidaknya dia sudah memiliki pandangan lain. Bahwa Yoo Ra memang sangat pantas disandingkan dengan pria berkompeten seperti Yeon Jin, bukan pria kriminal seperti adiknya.


Hampir 1 jam bertamu ke cafe Seo Hyun, Yoo Ra dan Yeon Jin berpamitan untuk pulang. Setelah banyak berbincang, Seo Hyun merasa kedua orang itu adalah orang baik. Sepertinya tugasnya kali ini adalah mejauhkan tangan kejam Jae Won dari mereka berdua.


-


-


-


Besok, Yoo Ra dan Yeon Jin akan menghadiri pesta pertemuan di Park Group dengan perusahaan asing. Tapi, setelah insiden gaunnya yang dirusak, membuatnya kehilangan semangat. Yoo Ra tahu persis bahwa gaun itu sengaja dipersiapkan untuk menghadiri pesta.


Yeon Jin tak ingin ambil pusing dan segera mempersiapkan gaun baru untuk kekasihnya. “Terima kasih...” Ucap Yoo Ra yang menerima sebuah gaun warna putih dengan kombinasi pink sakura. Warnanya sama persis dari yang sebelumnya, hanya saja desain yang berbeda.


Membuka box yang berisi gaun itu, Yoo Ra merona, dan Yeon Jin sudah menyiapkan setelan jas yang serasi. “Sebentar, bukankah ini edisi pasangan?” Yoo Ra menyadari sesuatu, bahwa Jas dan Gaun ini adalah edisi musim semi kemarin untuk pasangan.


Yeon Jin ternyata sangat memperhatikannya, kenapa tidak? Ia tak salah menjadikan Yeon Jin sebagai pria istimewanya. “Nanti saat kita berjalan, aku menggandengmu bukan sebagai sekretarisku. Melainkan istriku, gimana...”, “Hentikan omong kosong itu, berhenti berkhayal.” Yoo Ra malu disebutkan seperti itu. Yeon Jin menahan gelak tawanya dan memeluk Yoo Ra.

__ADS_1


***


__ADS_2