Full Moon Portal

Full Moon Portal
Episode 90


__ADS_3

Disisi lain, waktu itu Selly pernah menelpon seseorang untuk bertemu dengannya bersamaan dengan menemui Yoo Ra. Dan saat ini, selesai rapat pun mereka bertemu untuk membahas sesuatu.


“Chae Soo Ah...” Panggil Selly.


Rupanya sekutu Selly adalah Soo Ah, selama ini Soo Ah lah yang melaporkan hubungan Yeon Jin dan Yoo Ra kepada Selly. Dulunya, Soo Ah dan Selly berhubungan dekat, sampai mereka tidak bertemu kembali karena Selly harus belajar di luar negeri.


“Soo Ah-ssi, dulu aku membantumu kan, sekarang giliranmu membalasku. Ok?”


“Senior, aku berhutang banyak kepadamu. Mengenai operasi plastikku dulu, aku sangat berterima kasih. Target kita sama, aku juga ingin senior Jae Won!”


“Tenanglah, rupanya beberapa tahun ini sifatmu belum berubah sama sekali.”


Ya, dulu Selly membantu Soo Ah untuk menjalankan operasi plastik. Sebagai timbal baliknya, Soo Ah harus melaporkan tentang hubungan Yeon Jin. Setelah mengetahui bahwa Yeon Jin menaruh perasaan kepada Yoo Ra, Selly merancang sandiwara ini. Terlebih lagi, Selly sangat mencintai Yeon Jin. Sehingga dia meminta kakeknya untuk mengatur perjodohan untuknya.


“Soo Ah, kau bilang Jae Won pernah memintamu melakukan sesuatu.”


“Ah itu, dia menyuruhku untuk mencuri benda ini dari Yoo Ra.”


Soo Ah langsung mengeluarkan benda itu, benda yang hilang dan menjadi penentu nasib si pemilik.


“Benda ini terlalu cantik, apa begitu berharga bagi gadis itu?”


“Entahlah, aku kurang paham. Tetapi sewaktu aku mengunjungi toko bunga di seberang sana, ada nenek tua yang berkata bahwa aku harus menjaga benda ini baik-baik. Saat aku keluar, ada pria berpakaian serba hitam dan mengatakan jika benda ini rusak, maka pemiliknya akan merasakan penderitaan.”


“Hei... Jangan percaya takhayul seperti itu. Kau pikir, dengan benda kecil dan cantik seperti ini layak disebut jimat? Berikan padaku, biar aku yang simpan, lumayan untuk dijadikan gantungan kunci.”


Soo Ah menarik tangannya dan memasukkan liontin itu ke dalam tasnya kembali. Soo Ah menolak, mungkin saja benda ini bisa menjadi peluang baginya untuk mengalahkan Yoo Ra.


Mereka membuat suatu rencana, kebetulan Soo Ah diutus oleh Nam Group untuk menangani tender perhiasan itu, jadi mereka bisa menjatuhkan Yoo Ra secara bersamaan.


---


Hari ini hari pertama mengerjakan tender, Yoo Ra berusaha membentuk tim dengan se-profesional mungkin. Dia juga sadar bahwa ini adalah ulahnya, maka dia yang akan bertanggung jawab penuh.


“Nona Kim, Do Jae Won dari Nam Group sudah datang.”


“Bawa dia ke ruanganku.”


Saat ini Yoo Ra berada di ruang rapat untuk mempersiapkan rancangan, dan sangat pas Jae Won sudah datang. Kemarin malam, Yoo Ra sempat menelponnya. Hanya pembicaraan singkat mengenai tender ini, kemudian menjelaskan kembali hubungan mereka.


Yoo Ra ingin Jae Won bersikap seperti sebelumnya, tidak terlalu mengejar dirinya. “Aku tahu, aku akan bersikap sewajarnya. Walau masih ada sedikit rasa. Yoo Ra, tenang saja, percayalah padaku.” Itulah yang dikatakan Jae Won.


Jae Won masuk ke ruangan Yoo Ra, rupanya dia sudah disambut dulu oleh Yeon Jin. Yeon Jin yang menatap Jae Won dengan sinis, membuat Jae Won sedikit tidak nyaman, bahkan tatapan Yeon Jin seperti ada rasa kasihan.

__ADS_1


“Tempramenmu...”


“Apa?”


“Kondisi psikismu, sudah baikan?” Tanya Yeon Jin.


Jae Won mengangguk dan berkata kalau kondisinya sudah stabil pada akhir-akhir ini. Yeon Jin sendiri juga merasa kasihan dengan Jae Won walaupun dia adalah rivalnya. Yeon Jin memberikan bungkusan obat, dia mendapatkannya dari dokter sebelum pergi ke kantor.


Jae Won bertanya, untuk siapa obat ini, “Untukmu, hanya obat penenang. Minum secara rutin maka penyakitmu itu sembuh total. Aku begini karena berterima kasih sudah mau membantu Yoo Ra.” Ucap Yeon Jin. Jae Won tersenyum dan sebenarnya tindakannya ini bukanlah menyerah begitu saja.


Dalam hati, Jae Won masih menyukai Yoo Ra, namun dia harus memakai aktingnya demi menutupi itu.


“Maaf, aku masih ada rapat tadi.” Ucap Yoo Ra yang baru saja datang. Jae Won mengangguk dan memberikan senyuman yang ceria, Yeon Jin yang melihatnya justru sesegera mungkin mengakhiri adegan ini. “Ehem... Sekretaris Kim, langsung kita bahas saja.” Kata Yeon Jin yang sedikit larut dalam kecemburuan. Yoo Ra duduk dan mulai memberitahukan seluruh strateginya.


Beberapa saat kemudian, semua yang perlu dibahas sudah selesai. Kini Yoo Ra perlu mebahas hal ini secara privat. “CEO Park, bisa keluar sebentar?” Kata Yoo Ra, Yeon Jin sontak melototo dan bingung mengapa Yoo Ra memintanya keluar.


“Aku? Keluar? Wah... bisa-bisanya seorang sekretaris meminta hal seperti ini padaku hah?”


“Masalahnya, aku perlu membahas ini hanya dengan tuan Do. Jadi, mohon kerja samanya.”


“Itu... Itu... Bahas saja, aku juga gak bakalan ganggu kok.”


“Jadwal anda sangat padat pada hari ini, jadi mereka sudah menunggu anda di ruang pertemuan.”


Mendengar itu, Yeon Jin baru ingat, bahkan ini sudah terlambat 3 menit. Dia berteriak dan segera pergi ke ruang pertemuan. Sementara di dalam ruangan itu hanya ada mereka berdua, dengan begitu Yoo Ra langsung meminta Jae Won untuk melanjutkan proyek ini.


“Hei bodoh, mana mungkin mengerjakan tender perhiasan di kantormu.”


“Kau tahu semuanya?”


“Tentu, kemarin aku datang ke apartemenmu. Tapi, suamimu bilang kalau kau sakit. Dia udah cerita semuanya.”


“Suami apaan? Terus, ada apa telepon aku?”


“Pergilah ke toko perhiasan dekat rumah sakit tempatku magang. Aku sudah menyewakan satu ruangan di sana. Pakai tempat itu, materialnya juga lengkap. Nanti kita ketemu di sana ya.”


Tidak disangka, Moo Ra begitu perhatiannya kepada Yoo Ra. Yoo Ra mengiyakan tindakan Moo Ra dan mengajak Jae Won pergi ke sana. “Sekretaris Kim, apa perlu kami ikut kesana?” Tanya salah satu anggota. Yoo Ra menjawab “Kalian di sini untuk mengurus semua dokumen dan prosedurnya. Soal desain perhiasan biar aku dan tuan Do yang akan menyelesaikannya.”


Semua anggota di tim merasa ringan dengan beban ini, karena menyerahkan tugas desain kepada seorang ahli. Jae Won dan Yoo Ra pergi bersama ke toko perhiasan. Tapi di jendela kantor terlihat ada seorang pria yang sedang terbakar, lucunya Yeon Jin berdiri tepat di jendela kaca dengan satu tangan bertumpu pada kaca dan yang satunya lagi dimasukkan ke dalam saku.


Joan yang kebetulan berkunjung kesana mendapati temannya sudah bertingkah aneh. Gelak tawa tak tertahankan dari Joan, “Kau... Tahu tidak kalau wajahmu bahkan bisa dijadikan karikatur?” Ucap Joan.


Yeon Jin terdiam dan menghela napas dalam. “Mereka satu mobil, yang jadi sopirnya itu Jae Won. Kau yakin Yoo Ra tidak akan kenapa-kenapa? Aku tidak mudah merelakan pacarku satu mobil, Joan.” Yeon Jin menggerutu, Joan sendiri masih sibuk dengan tertawanya.

__ADS_1


“Dia gak akan bisa macam-macam, Jae Won memang licik, tapi dia gak mungkin bisa melukai orang yang disukainya. Tenanglah Yeon Jin.”


“Aku kira kau kesini untuk membantuku, rupanya cuman begini.”


“Aku kesini cuman mau bilang, jangan sampai Soo Ah menyakiti Yoo Ra, benda itu sudah hampir hancur. Jauhkan Yoo Ra dari Selly.”


“Iya aku tahu. Ngomong-ngomong, nada bicaramu yang serius seperti ini membuatku takut. Ada apa denganmu?”


“Gimana ya, aku sendiri tidak bisa terlibat, dan aku harap peringatanku ini bisa membantumu.”


“Joan... Kesurupan ya? Benda apa juga yang kau maksud?”


Yeon Jin berniat menutupi soal hilangnya liontin Yoo Ra dan tidak berharap semua orang mengetahuinya, tapi berbeda dengan Joan. Mengapa dia bisa tahu sesuatu yang seperti ini?


“Joan... Kau yang tidak tertarik dengan hal supranatural seperti tolong jangan belajar ya.”


“Aku hanya memperingatkan dirimu, aku juga tidak bisa membiarkan anak baik itu celaka.”


“Joan... Kau berbeda dari biasanya.”


Yeon Jin menyadari sesuatu, Joan menjadi lebih serius dibandingkan biasanya. Yeon Jin berusaha menangkap apakah Joan mengalami perubahan. Dan suara berat Joan terdengar,


“Yeon Jin, asal kau tahu aku bukan cuma manusia biasa.”


***


Moo Ra datang dengan Yeom Mi menghampiri Jae Won dan juga Yoo Ra. Mereka berempat bertemu, sikap Moo Ra sedikit dingin kepada Jae Won, karena pria brengsek itu sudah menyebabkan banyak masalah untuk Yoo Ra.


Mereka belum duduk, tapi Jae Won meminta Yeom Mi untuk bicara berdua saja.


“Yeom Mi, kau tahu dimana Soo Ah sekarang?”


“Mana aku tahu, terakhir kali aku mengubunginya sekitar 2 minggu yang lalu. Tapi nomor ponselnya sepertinya sudah ganti.”


“Apa Soo Ah pernah mengatakan sesuatu padamu? Maksudku, sesuatu yang tidak pernah dia katakan sebelumnya.”


“Tidak, sama sekali tidak.”


Jae Won mulai pucat, kini dia ingin berubah pikiran tentang mengambil liontin itu. Jae Won semakin sadar, bahwa tindakannya ini semakin hari semakin brutal saja. Yeom Mi berusaha mencari tahu apa yang dipikirkan Jae Won saat ini.


“Senior, sudah lama aku tidak berhubungan lagi dengan Soo Ah. Kalau begitu, aku pergi dulu.”


“Yeom Mi-ssi, kau tahu dimana tempat tinggal Soo Ah sekarang?”

__ADS_1


“Emmm?”


***


__ADS_2