Full Moon Portal

Full Moon Portal
Episode 49


__ADS_3

(Yeon Jin)


“Untuk masalah liputan tadi, tidak masalah?”


(Yoo Ra)


“Sebentar lagi aku akan membersihkan namaku.”


(Yeon Jin)


“Wah... tak kusangka gadis dingin ini bisa balas dendam.”


(Yoo Ra)


“Seonbae, aku bukan ingin balas dendam. Tapi aku ingin bermain diantara mereka


(Yeon Jin)


“Aigo... Gadis bodoh. Aku mau ke ruang pendingin dulu, aku segera kembali. Tunggu disini dan jangan kemana-mana.”


(Yoo Ra)


“Oke.”


Yeon Jin pergi ke ruang pendingin, sebab dia sudah merasa gerah. Yoo Ra duduk sendiri, dan meletakkan ponsel di sampingnya. Yoo Ra melihat begitu banyak pasangan kekasih di tempat ini, mereka duduk berdua, bahkan tidur berdampingan menikmati hangatnya uap dari jjimjilbang ini.


Yoo Ra merasa mengantuk, dan ia mencari tempat yang pas untuk tidur. Saat mencari tempat, Yoo Ra tak sengaja bertemu dengan Yeom Mi. Yeom Mi sendirian, kali ini Soo Ah sepertinya tidak ikut dengan Yeom Mi.


Yeom Mi menyapa Yoo Ra, walau mereka teman sekelas tapi tidak sedekat pertemanan yang ada. Rupanya Yeom Mi agak ramah kepada Yoo Ra, dia menyapa dulu dan mengajaknya duduk bersama. Dengan membahas tugas, kecanggungan diantara mereka perlahan hilang. Sepertinya Yeom Mi adalah orang yang hangat kepada orang lain daripada dugaan Yoo Ra.


Yeom Mi bertanya kepada Yoo Ra tentang luka di lengannya karena ulah Soo Ah, Yeom Mi menarik lengan Yoo Ra dan memeriksanya. Yeom Mi merasa lega, karena luka itu sudah sembuh.


(Yeom Mi)


“Aku khawatir padamu, aku kira lukanya akan meninggalkan bekas.”


(Yoo Ra)


“Tidak apa-apa, aku menanganinya dengan tepat. Oh? Kau mengkhawatirkan aku?”


(Yeom Mi)


“Tentu, walau aku tidak terlalu dekat denganmu, setidaknya aku ada naluri kemanusiaan.”


(Yoo Ra)

__ADS_1


“Terima kasih. Tidak mengajak Soo Ah? Biasanya kalian berdua selalu bareng.”


(Yeom Mi)


“Aku butuh waktu sendiri, selalu bersamanya juga cukup menyebalkan. Sifatnya yang buruk seperti itu, siapapun tidak akan tahan. Aku bertahan seperti itu karena Soo Ah adalah satu-satunya teman yang bisa aku ajak ngobrol.”


Yoo Ra sudah mengerti, ternyata Yeom Mi juga tidak nyaman untuk berteman dengan Soo Ah. Entah paa yang terjadi dulu, sehingga teman satu-satunya Yeom Mi adalah Soo Ah saja. Yoo Ra mencoba menghibur Yeom Mi dan memberi beberapa saran, “Banyak yang ingin berteman denganmu, aku juga salah satunya.” Mendengar kalimat itu, Yeom Mi seakan terkejut dan senang mendengarnya.


Bagi Yeom Mi, Yoo Ra adalah orang pertama yang mengatakan kalau ingin berteman dengannya. Selama ini Yeom Mi dipandang sebagai gadis preman, dan terkadang melukai temannya sendiri. Entah itu perasaan atau fisik, egonya tidak bisa dikontrol.


(Yeom Mi)


“Untuk liputan di kampus tadi, aku cukup terkejut. Aku kira kamu gadis biasa yang tertarik dengan bidang akademik.”


(Yoo Ra)


“Banyak yang bilang begitu, lagipula aku belum lama disini.”


(Yeom Mi)


“Kapan kau belajar anggar?”


(Yoo Ra)


(Yeom Mi)


“Haish... , ada-ada saja. Em...Maafkan aku, terkadang aku menggerutu sendiri dan mengutukmu. Aku tidak suka padamu karena Soo Ah membencimu.”


(Yoo Ra)


“Pasti karena Jae Won seonbaenim? Aku sudah paham. Dia tega sekali, hanya hal seperti itu dia sudah melukaiku.”


(Yeom Mi)


“Berhati-hatilah padanya. Ratu oplas itu sangat kejam dari yang kau kira.”


(Yoo Ra)


“Kenapa kau tidak mau mencari teman lain kalau kau sendiri tidak nyaman berteman dengannya?”


(Yeom Mi)


“Ini masih proses, cepat atau lambat aku akan pergi darinya. Kalau bukan karena ayahku yang selalu menganggap Soo Ah sebagai putri sendiri, aku juga akan berteman dengan yang lainnya.”


Yoo Ra menawarkan diri, dan meminta Yeom Mi untuk mendekat menjadi teman. Yeom Mi menerima tawaran ini, tapi dia masih ragu untuk menjalaninya. Yeom Mi berterima kasih dan akan memikirkan kembali.

__ADS_1


(Yeom Mi)


“Aku pergi dulu ya, tidak akan aku biarkan Soo Ah mencelakaimu lagi.”


(Yoo Ra)


“Tunggu dulu, beri aku nomormu, kedepannya mungkin kita sering berkomunikasi.”


(Yeom Mi)


“Baiklah . Sering-sering mengabariku. Sampai jumpa.”


Yeom Mi pergi meninggalkan Yoo Ra dengan perasaan gembira, setidaknya masih ada seseorang yang peduli dengan keadaannya dan bersedia mendegarkan curahan hatinya.


Sudah hampir 1 jam, Yeon Jin masih berada di ruang pendingin dan memikirkan sesuatu. Beruntungnya dia sudah mendekati Yoo Ra, dan juga sudah dekat dengan keluarga. Yeon Jin yang hidup berdua dengan ayahnya sudah mendapat beban berat sejak remaja, perusahaan yang diambil alihnya saat ini sangat memusingkan pria 20-an itu.


Dengan mengenal Yoo Ra, baru pertama kali ini dia tertarik pada seorang wanita. Keputusan mengejar Yoo Ra akan terus diperjuangkan, walau itu sulit dengan kehadiran Jae Won. “Sebelum aku kembali, aku harap kita saling mencintai.” Yeon Jin akan berusaha, mendapatkan kekasih sebelum dia pergi. “Atau... aku harus cari cara untuk tinggal dikehidupan ini?” Gundah dan kegoyahan mulai menyerang.


---


Yeon Jin mencari Yoo Ra, sudah lama Yeon Jin meninggalkan Yoo Ra sendirian. Dan tidak sengaja berpapasan dengan Yeom Mi yang akan keluar dari jjimjilbang itu. Yeon Jin tidak terlalu mengenal Yeom Mi, tapi Yeom Mi mengetahui siapa Yeon Jin itu.


Yeom Mi menyapa Yeon Jin dan memperkenalkan diri sebagai mahasiswa di universitas yang sama dengan Yeon Jin, Yeon Jin hanya tersenyum mendengar salam yang diberikan oleh Yeom Mi. Yeom Mi melihat Yeon Jin yang sedang kebingungan, dan bertanya kepada Yeon Jin. , “Seonbae mencari siapa?”. Yeon Jin berkata kalau dia sedang mencari seseorang, dan bertanya kepada Yeom Mi apakah dia mengenal Yoo Ra.


Yeom Mi langsung memberitahu kalau Yoo Ra sedang istirahat di ruang yang paling ujung, ruangan yang biasanya dipakai pelanggan untuk tidur.


Mendengar itu, Yeon Jin merasa khawatir. Disana banyak sekali orang-orang yang tidur membaur di satu tempat. “Bagaimana kalau di tidur di samping pria? Pria hidung belang lagi. Kalau dipeluk? Oh... Bagaimana ini .” Yeon Jin bergumam sendiri dan khawatir, memikirkan adegan yang sangat erotis.


Yeon Jin berlari dan meninggalkan Yeom Mi tanpa berterima kasih. Yeom Mi merasa aneh, kenapa sikap Yeon Jin yang begitu mengkhawatirkan Yoo Ra.


Yeon Jin masuk ke dalam ruangan itu, dan banyak sekali orang-orang yang tidur disana. Yoo Ra yang mengikat rambutnya ke atas bergaya pony tail, hanya itu satu-satunya petunjuk untuk menemukannya. “Banyak sekali yang mengikat rambut ke atas, Aaaa... Yo Ra... Kau dimana?” Suara hati Yeon Jin sudah berteriak histeris, kebingungan mencari wanita yang dicintainya.


Berjalan kesana-kemari dengan mengecek satu persatu wajah wanita yang rambutnya diikat ke atas. Sampai pandangannya tertuju pada gadis yang tidur di pojok ruangan, kepalanya ditutupi oleh handuk. Berjalan mendekat, dan berusaha melihat wajahnya.


Yeon Jin berusaha melihat wajah gadis itu, dan semakin dekat menempatkan wajahnya, "Fiuh... Ternyata dia.” Yeon Jin sudah lega, menemukan Yoo Ra yang sudah terlelap.


Wajah Yoo Ra yang sangat lembut ketika tertidur, seperti gadis polos dan menenangkan. Yeon Jin mengusap kepala Yoo Ra dan duduk disampingnya, memandangi wajah tuan putri pemilik hatinya.


Yeon Jin terlalu bergantung pada Yoo Ra, bahkan saat meninggalkannya pun Yeon Jin selalu khawatir dan memikirkan kondisi Yoo Ra.


Terbaring berdampingan, saling berhadapan antar wajah, sangat dekat dan membuat hati berdebar. Yeon Jin ingin sekali memeluk tubuh itu, tapi status yang memaksanya untuk tidak melakukan hal seperti itu. “Bersabarlah, bagaimana kalau aku segera menikahinya? Mudah kan.” Yeon Jin mulai berpikir yang aneh-aneh.


“Haish... Apa yang kau pikirkan Park Yeon Jin... Bagaimana lagi, dia sudah jadi obsesiku.” Yeon Jin menggerutu dan suaranya hampir membangukan Yoo Ra.


Terlelap hingga pagi hari, pagi hari yang sangat indah, saat mata pertama kali terbuka, sudah melihat seseorang yang ingin dimiliki.

__ADS_1


__ADS_2