Full Moon Portal

Full Moon Portal
Episode 29


__ADS_3

Hari ini Kim Jae sudah diperbolehkan pulang ke rumah, sudah membaik dan siap beraktivitas kembali. Bertepatan dengan keberangkatan Yoo Ra untuk wisata ke pulau Jeju. Kim Jae akan merindukannya selama beberapa hari kedepan, harus rela karena ini juga termasuk tugas kuliah.


Trip ini memakan banyak waktu dan tenaga, mereka harus naik bus dari Seoul ke pulau Jeju. Tujuan naik bus ini adalah untuk transit di banyak tempat, dan berkunjung ke kota-kota kecil di sepanjang perjalanan Seoul-Jeju Island. Ini sangat efektif, mengingat kalau perjalanan yang lama akan memberikan pengalaman yang lebih.


Sudah siap packing, dan kini berangkat ke kampus. Kim Jae yang bertugas mengantar Yoo Ra ke kampus. Sebenarnya Kim Yoo ingin mengantar Yoo Ra ke kampus, tapi Kim Jae bersih kukuh untuk mengantar Yoo Ra ke kampus. Katanya sih saat ditinggal nanti biar tidak kepikiran. Kira-kira apa maksud Kim Jae sampai perhatian seperti itu kepada Yoo Ra?.


(Kim Jae)


“Sudah sampai. Ayo turun, akan kubawakan kopermu dan aku antar sampai ke depan gedung.”


(Yoo Ra)


“Jangan... Jangan lakukan itu ya...”


(Kim Jae)


“Kenapa? Kau alergi denganku? Kalau barang-barangmu aku sentuh bakalan gatal-gatal?”


(Yoo Ra)


“Bisa dibilang begitu. Jangan turun mobil dan jangan bawakan koperku.”


(Kim Jae)


“Hei bodoh, jangan khawatir.”


(Yoo Ra)


“Aku mohon... Aku tidak mau status kita sebagai kakak beradik bisa sampai diketahui banyak orang. Aku mohon ya (menyatukan tangan).”


(Kim Jae)


“Iya iya (jengkel). Terserah apa maumu, nanti juga ketahuan.”


Yoo Ra segera keluar dari mobil dan membuka pintu kursi belakang mobil untuk mengambil kopernya. Kim Jae masih di dalam mobil, sesuai permintaan Yoo Ra yang tidak mengizinkannya membantu membawakan koper.


Yoo Ra segera masuk dan berkumpul bersama teman-temannya. Terdengar suara pemberitahuan dari Jae Won sebagai pendamping wisata kali ini, “Lima menit lagi bus kita datang, untuk di dalam bus silahkan bebas memilih tempat duduk.”.


(Jeon Ki)


“Jun Moo-ya... Doakan aku, ini kesempatan bagiku (bahagia).”


(Jun Moo)


“Iya iya (tersenyum kaku). Moo Ra... (memanggil)”


(Jeon Ki)


“Hei brengsek, mau kemana kau? Jangan tinggalkan aku sendiri (teriak)”


Jun Moo menjauh dari Jeon Ki dan menghampiri Moo Ra yang bersama dengan Yoo Ra.


(Jun Moo)


“Moo Ra-ya (menghampiri).”


(Moo Ra)


“Oh... Song Jun Moo.”


(Jun Moo)


“Duduk denganku ya.”


(Moo Ra)


“Sebentar, akan aku carikan pasangan duduk untuk sahabatku ini.”


(Yoo Ra)


“Apa? Ja... Jangan. Kalian disini saja, biar aku yang cari teman duduk sendiri.”


(Jun Moo)


“Jae Won seonbae...(teriak)”


(Yoo Ra)


“Hei... Song Jun Moo, hentikan (menginjak kaki).”


(Jun Moo)


“Aw... Sahabatku tidak punya teman duduk nih, tolong temani ya (menarik baju Yoo Ra). Dia sangat kecil, jadi butuh bodyguard pria yang bisa melindunginya.”


(Moo Ra)


“Iya... Seperti aku, aku sudah punya bodyguard disini (melirik).”


Jae Won tertegun melihat Jun Moo yang berbicara seperti itu. Mungkin ini adalah peristiwa yang sudah ditakdirkan akan terjadi. Baiklah, saatnya Jae Won beraksi dan tidak menyia-nyiakan waktu seperti ini.


(Jun Moo)


“Aku pergi dulu ya (mengusap rambut Yoo Ra). Nikmati pasangan barumu, aku ada perlu dengan Moo Ra. Wisata ini adalah kencan kita, iyakan?”


(Moo Ra)


“Oh benar... Sampai jumpa, dan aku harap kau senang kali ini.”


Jun Moo dan Moo Ra meninggalkan Yoo Ra sendiri, memang hubungan mereka sungguh lucu dan menggemaskan.


“Kali ini akan terjadi apalagi? Apa dia menghampiriku? Tidak tidak (menggeleng). Sudah jangan berpikir yang macam-macam, lebih baik aku pergi dan mencari teman lain.” Gumam Yoo Ra dan segera membawa koper menuju teman-temannya.

__ADS_1


(Jae Won)


“Kim Yoo Ra... (berlari)”


(Yoo Ra)


“Iya? (berbalik)”


(Jae Won)


“Bukankah timingnya tepat?”


(Yoo Ra)


“Aku rasa juga begitu, sepertinya cuman kebetulan.”


(Jae Won)


“Cuman kebetulan? (mendekatkan wajah)”


(Yoo Ra)


“Benar. Oh? Busnya datang (menunjuk).”


(Jae Won)


“Ayo kesana.”


Secara spontan Jae Won membawakan koper Yoo Ra menuju bus, sontak saja perlakuannya mencuri perhatian para mahasiswa lain. Tak hanya para mahasiswa, Soo Ah pun ikut menyaksikan pemandangan ini. Soo Ah yang dikenal sebagai mahasiswa tercantik dan anggun di seluruh kampus Deiji harus menerima pemandangan ini.


Soo Ah berniat untuk mengajak Jae Won duduk bersamanya saat di dalam bus, namun saat ini ia sudah kalah telak dengan Yoo Ra.


“Kim Yoo Ra, sebenarnya apa hubunganmu dengan Do Jae Won?” Gumam Soo Ah dalam hati yang saat ini sedang membakar dirinya.


Masuk ke dalam bus dan mencari tempat duduk. Jae Won mencari tempat duduk yang pas, supaya bisa memberikan kenyamanan untuk Yoo Ra. Jae Won mempersilahkan Yoo Ra duduk di dekat kaca bus dan Jae Won duduk di sampingnya, bisa dikatakan kalau Yoo Ra tidak bisa kemana-mana dan hanya bisa duduk tenang sampai tujuan.


Moo Ra duduk bersama dengan Jun Moo, mereka berdua terlihat bahagia dan menonton film di layar ponsel Jun Moo. Jeon Ki harus menahan rasa iri pada Jun Moo, niatnya kali ini harus gagal karena Soo Ah memilih untuk duduk bersama dengan Yeom Mi.


Di dalam hati Soo Ah sudah mulai tumbuh bibit-bibit kebencian kepada Yoo Ra, sangat berani sekali untuk merebut sesuatu yang diincar oleh Soo Ah sang princess kampus.


(Yeom Mi)


“Kau kecewa?”


(Soo Ah)


“Sedikit, huh (senyum sinis).”


(Yeom Mi)


“Ehm... Hanya anak baru, menyingkirkannya sangat mudah. Mau aku bantu?”


(Soo Ah)


(Yeom Mi)


“Aku tidak terlalu suka dengan urusan seperti ini. Tapi Yoo Ra itu cantik alami, dia juga tidak terlihat seperti melakukan oplas.”


(Soo Ah)


“(mengambil kaca) Kau menyinggungku?”


(Yeom Mi)


“Sudahlah, lupakan soal oplasmu itu. Semua wanita juga berhak memperbaiki wajah mereka demi kebaikannya.”


(Soo Ah)


“Ya... Kau benar. Aku hanya ingin menjadi pusat perhatian dan menjadi satu-satunya wanita yang diincar oleh para mahasiswa di kampus.”


Masih abstrak, apa rencana Soo Ah yang menginginkan hal seperti itu? Memang tidak masuk akal, tapi dia adalah wanita yang gila akan kepopuleran di kampus. Yeom Mi sebenarnya sudah muak dengan perilaku Soo Ah yang seperti ini, tapi dengan keberadaan Soo Ah justru membuat dirinya menjadi aman dan tameng yang kuat.


***


(Jun Moo)


“Moo Ra-ya...”


(Moo Ra)


“Em... Apa?”


(Jun Moo)


“Apa baik kalau Yoo Ra selalu bersama dengan Jae Won seonbaenim?”


(Moo Ra)


“Aku juga agak khawatir sih, tapi biarkan mereka melakukan pendekatan dulu. Kau tidak lihat, kalau Jae Won seonbaenim sangat memperhatikan dan peduli dengan Yoo Ra?”


(Jun Moo)


“Hmph... Aku pikir ini berhasil. Seperti kita (senyum).”


(Moo Ra)


“Benar sekali (senyum lebar). Sudah sangat terlihat kalau Jae Won seonbaenim jatuh hati padanya.”


Sudah 2 jam berada di dalam bus, dan selama itu Yoo Ra hanya duduk diam dan mendengarkan musik melalui headphone yang ia pakai. Jae Won juga ingin membuka pembicaraan, tapi kalau dipikir lagi sepertinya Yoo Ra tidak ingin membahas sesuatu dan hanya berfokus pada musik yang ia dengarkan. Pada akhirnya Jae Won membaca buku sejarah yang ia bawa.


Sudah tiba di rest area, dan Yoo Ra masih nampak bad mood. Ia ingin duduk dengan Moo Ra, saat ini ia harus menerima dan berusaha membangkitkan moodnya.

__ADS_1


(Jae Won)


“Dari tadi diem aja. Ada apa? Rindu Kim Jae?”


(Yoo Ra)


“Bukan itu. Sepertinya aku butuh minum.”


(Jae Won)


“Tunggu disini, jangan kemana-mana.”


Jae Won pergi ke vending machine, membeli minuman kaleng dan beberapa snack.


(Jae Won)


“Minumlah dulu (memberikan minuman).”


(Yoo Ra)


“Terima kasih. Seonbae...”


(Jae Won)


“Ya?”


(Yoo Ra)


“Aku benar-benar bosan. Tadi di dalam bus, seonbae juga tidak mengajakku berbicara sama sekali. Aku ingin mengusir rasa bosanku ini.”


Jae Won hanya bisa terdiam dan tertegun dengan ucapan Yoo Ra. “Anak ini, benar-benar suatu kejutan bagiku.” Gumam Jae Won dalam hati sambil tersenyum bahagia.


(Jae Won)


“Jadi... kamu ingin aku memulai pembicaraan dulu? (penasaran)”


(Yoo Ra)


“Itu... (bingung). Ya seperti itu juga bisa... Ah... sudahlah. Seonbae, seonbae punya hal menarik untuk di bahas denganku? Kalau ada, ayo kita bahas bersama-sama. Jadi saat di dalam bus kita juga bisa melakukan hal yang menyenangkan tanpa adanya rasa bosan.”


(Jae Won)


“Benar kamu mau begitu?”


(Yoo Ra)


“Tentu saja, bisakah?”


(Jae Won)


“Emm... (beripikir). Kamu besar di luar negeri, jadi... bagaimana kalau aku jadi pemandu wisata untukmu? Trip to Jeju Island."


(Yoo Ra)


“Terus?”


(Jae Won)


“Aku memiliki cukup banyak pengetahuan tentang tempat-tempat disepanjang perjalanan nanti, aku akan jelaskan dan bertanyalah semaumu.”


(Yoo Ra)


“Yakin punya banyak pengetahuan?”


(Jae Won)


“Yakin, karena ada browser yang akan membantuku.”


(Yoo Ra)


“Astaga... (tertawa).”


Melihat Jae Won dan Yoo Ra begitu akrab, perasaan Soo Ah mulai kacau. Dikejauhan ia ingin memisahkan mereka dan segera membuang orang yang bersama dengan Jae Won saat ini.


---


Saatnya kembali ke dalam bus dan melanjutkan perjalanan. Saat duduk di kursi masing-masing, pemandu wisata sudah menyebarkan katalog perjalanan dan tempat-tempat yang akan dilewati.


(Yoo Ra)


“Okke... Jadi seonbae sengaja memberiku ide seperti yang kau katakan tadi ya... ternyata agenda perjalanan sudah dipersiapkan.”


(Jae Won)


“Wah... Sungguh cerdas sekali. Kau mudah peka ya.”


(Yoo Ra)


“Siapapun yang mengelabuhiku, aku segera tahu maksudnya.”


(Jae Won)


“Jangan ngambek begitu. Sebagai gantinya, kalau kau ngantuk dan ingin tidur, aku pinjamkan bahuku.”


(Yoo Ra)


“Hei... Jangan menggodaku (kesal).”


(Jae Won)


“Baiklah... (senyum gemas).”

__ADS_1


***


__ADS_2