Full Moon Portal

Full Moon Portal
Episode 54


__ADS_3

Bersamaan membuka pintu mobil, Kim Jae dan Yoo Ra kompak untuk keluar bersamaan. Semua orang mengira kalau yang keluar itu adalah selebriti, tapi lagi-lagi mereka harus tercengang harus mengetahui ini.


Tak biasanya Yoo Ra memakai pakaian yang feminim seperti sekarang, walau semua baju kasual miliknya yang selalu dipakai merupakan brand ternama. Fashion retro yang elegan, memakai A-Line skirt warna merah, atasan Cross Over Top warna hitam, coat coklat khas musim gugur, beret hat warna merah (yang direkomendasikan oleh Emma), dan black Timberland Boots.


Fashion yang digunakan Kim Jae juga betema merah dan hitam, Black and Red Tartan Pants panjang, kemeja hitam, kacamata, Loafers Shoes warna hitam dan juga coat coklat musim gugur. Fashionnya serupa, seperti saudara kembar, bisa juga seperti couple.


Kini asumsi mereka sudah pecah, tidak bisa berkata-kata lagi. Melihat mereka dan membuat asumsi baru, “Jangan-jangan mereka sudah berkencan?”Kekonyolan yang tiada habisnya. Yeon Jin menyambut mereka berdua dan saling berpose untuk mendapatkan gambar dokumentasi. Ketiga orang itu berjalan masuk dan para fotografer menyoroti mereka, seolah bintang hari ini adalah ketiga mahasiswa itu.


Soo Ah merasa kesal, Yoo Ra yang terlihat seperti orang biasa sudah mengecohnya selama beberapa bulan ini. Soo Ah masih menebak-nebak, rencana apa yang akan dimainkan Yoo Ra. “Yoo Ra, kau simpanan dari presdir Kim atau pacar dari Kim Jae? Dasar tidak tahu malu!” Ucap Soo Ah dengan keras, teman-teman yang lain mendengar ucapan Soo Ah dan mengurungkan niat mereka untuk melempari telur.


Mahasiswi itu bubar, dan segera menepati gedung utama Universitas Deiji. Soo Ah duduk bersama dengan Yeom Mi, Yeom Mi nampak tidak nyaman dengan Soo Ah. Perlahan, pertemanan Soo Ah dengan Yeom Mi terasa jauh.


Banyak yang mengenal Soo Ah sebagai anak orang kaya, namun dia tetap rendah hati dan tidak mau membeberkan alamat rumah maupun latar belakang keluarganya. Yeom Mi yang tahu seluk-beluk Soo Ah, Yeom Mi hanya tahu kalau Soo Ah adalah anak dari seorang pengusaha yang dulu tinggal di Diamond Apartemen. Soo Ah juga membujuk Yeom Mi agar Soo Ah bisa pindah ke apartemen studio, karena Soo Ah sendiri yang mengatakan kalau dia ingin tinggal sendiri dan sudah tidak tahan terhadap kelakuan orang tuanya.


---


Acara baru dimulai, para donatur berbaris di panggung. Ada 3 donatur utama yang menyampaikan pidato, yang terakhir adalah Kim Yoo. Kim Yoo sudah menjadi pimpinan para donatur, dan ia menyampaikan pidato penutup sekaligus membuka diri “Perkenalan dari Kim Yoo”. Kini kesempatan emas bagi Kim Yoo dan Yoo Ra, skandal mereka akan terungkap kalau itu hanya gosip belaka, “Saatnya mulut kalian akan bungkam...”Ucap Jae Won yang menggerutu sambil melepaskan kacamatanya.


Kim Yoo masih berpidato tentang pendanaan kampus, disisi lain Kim Jae, Yoo Ra, dan juga Yeon Jin sedang melihat aksinya di kursi VVIP. Jae Won yang berada di barisan dosen, melihat Yoo Ra dari kejauhan. “Hari ini dia sangat cantik menggunakan pakaian itu.” Dalam hati Jae Won yang senang dengan penampilan Yoo Ra yang berkharisma.


Posisi duduk Yoo Ra ada di tengah, seperti seorang ratu dengan dua pengawal pribadinya, Yeon Jin dan Kim Jae. Eun Ji berdiri di samping Kim Yoo, Yoo Ra yang melihat kedua orang itu seperti cocok sekali dan berpikir kapan mereka akan menikah?.


(Yeon Jin)


“Kamu gugup?”


(Yoo Ra)


“Tidak, biasa aja. Toh bentar lagi dramanya bakal berakhir.”


(Kim Jae)


“Betul, bentar lagi aku naik panggung bareng pacarku ini, jangan cemburu Park Yeon Jin .”

__ADS_1


(Yeon Jin)


“Aku ingin sekali menyumpal mulutmu menggunakan gumpalan tisu.”


(Yoo Ra)


“Bisakah berhenti bertengkar? .”


(Yeon Jin)


“Ngomong-ngomong, hari ini pakaian kalian senada. Aku jadi iri.”


(Kim Jae)


“Tentu, senada juga bermodis. Lihat dirimu sendiri, orang kaya model apa kau? Setelan jas di acara kampus, bisa tidak rubah gayamu untuk menyesuaikan diri saat acara kampus?”


(Yoo Ra)


(Yeon Jin)


“Aku mendukungmu Yoo Ra .”


Mereka bertiga tertawa dengan candaan ini, sementara para jurnalis yang meliput heran dengan mereka. Semua kamera tertuju pada pesona 3 orang itu, sangat mencerminkan aura orang besar dan orang yang berpengaruh.


Waktunya bagi Kim Yoo mengatakan kebenaran.


“Disini saya membawa keluarga besar saya, disamping saya adalah orang yang paling saya cintai saat ini. Dia Han Eun Ji, beberapa bulan lagi akan menjadi dekan di kampus ini, dan doakan kami segera menikah ya .”


Ruangan menjadi riuh, mengetahui bahwa Kim Yoo sudah mempunyai calon istri dan membeberkannya saat ini. Soo Ah mengerutkan dahi, seolah tidak percaya dengan semua ini.


“Kenapa? Kalian terkejut? Mungkin ada yang lebih mengejutkan lagi disini. Saya membawa kedua keponakan saya, dihitung sebagai paman saya juga harus berlaku sebagai seorang ayah kan? Kim Jae Rim, dia keponakan laki-laki saya yang sangat saya banggakan.”


Kim Jae naik ke panggung dan berdiri di dekat Kim Yoo dengan membungkuk memberi salam. Mahasiswi yang menjadi fans Kim Jae berteriak histeris, betapa tampannya dia hari ini. Semua orang sudah tahu kalau Kim Jae adalah keponakan dari Kim Yoo, saat ini hanya tersisa status Yoo Ra.

__ADS_1


“Dan masih ada seseorang lagi, yang hadir dan begitu penting, saya berkewajiban melindunginya. Kim Yoo Ra... Dia bukan keponakanku.”


Suara gosip sudah terdengar, mulut manis yang berbicara telah berangkat dari garis start.


“Benarkan, siapa juga yang mau menganggap wanita itu sebagai anggota keluarga kaya.”


“Memang Yoo Ra mengaku kalau dia keponakannya?”


“Ayo ayo, wanita simpanan akan naik ke panggung.”


Riuhnya gedung yang memancarkan aura negatif tertuju pada Yoo Ra seorang, Yeon Jin yang disampingnya tersenyum kecil dan menggenggam tangan Yoo Ra. Respon Yoo Ra sangat unik, dia tersenyum geli mendengarnya. Yeon Jin berbisik, “Tunjukkan betapa kuatnya dirimu.” Kalimat dorongan itu membuat Yoo Ra semangat dan lebih percaya diri.


“Kim Yoo Ra...Sekali lagi dia bukan keponakanku, sepertinya dulu dia keponakanku ya? . Dia putriku, putriku yang dewasa dan berusia 20 tahun.”


Satu gedung dikejutkan dengan pernyataan ini, Soo Ah sesak dan tidak menyangka kalau gosip yang sudah disebarkan olehnya akan menjadi boomerang yang siap membunuhnya.


Yoo Ra naik ke panggung dan berdiri dengan percaya diri. Semua mata tertuju padanya, ternyata berita dan gosip yang mereka dengar dan yang mereka baca adalah hoax, alias palsu dan hanya gosip murahan untuk popularitas akun sosmed.


Mereka bungkam dan tidak bisa berkata-kata, saat ini mereka tahu kalau Yoo Ra, Kim Jae dan juga Kim Yoo adalah satu keluarga dan sedarah.


Ekspetasi berbading terbalik dengan realita, acara ini digunakan untuk mempermalukan justru membuat Yoo Ra semakin naik. Suara tepuk tangan yang riuh bergema di penjuru gedung. Pada akhirnya, kesalahpahaman ini tuntas...


Akan ada sebuah kejutan lagi, dan kejutan ini akan membuat kemenangan yang kedua kalinya bagi Yoo Ra.


“Emmm... Saya membawa beberapa orang kantor, mereka adalah saksi kerja keras putri saya. Sebenarnya Kim Yoo Ra sudah lama bekerja di perusahaan saya sejak pulang ke tanah air. Mengingat kembali kalau dia dibesarkan di luar negeri, jadi dia juga memutuskan untuk ambil alih pekerjaan di perusahaan milik saya sendiri. Professor Hwang, terima kasih sudah memberikan reward kepada putri saya dengan mengumumkan prestasinya.”


Professor Hwang yang berada di kursi dekan tersenyum lebar dan senang bisa membantu menyelesaikan masalah. Kim Yoo juga berterima kasih secara terbuka di hadapan khalayak umum membuatnya seperti dekan yang sangat berpengaruh. Yoo Ra diberi kesempatan untuk menyampaikan pidatonya.


“Disini, saya Kim Yoo Ra. Saya adalah anggota keluarga Kim pemilik Nam Group, sudah bisa ditebak dari marga saya. Untuk desas-desus saya yang sudah tersebar luas, itu cukup membuat nama saya naik daun. Sekarang adalah finalnya, dan sudah menikmati sandiwara yang kalian buat. Saya tidak tahu siapa yang sudah memulai ini, tapi hubungan antara pria dan wanita tidak harus kencan kan? Berteman, rekan kampus, rekan bisnis, dan juga saling sharing. Saya tidak menyalahkan kalian, setidaknya kalian harus cermat dan lebih teliti lagi. Tindakan kalian tidak professional, bahkan yang berencana menyerang saya dengan menggunakan telur pun sudah berada di bawah kaki saya. Dan saya beri kesempatan untuk melempar telur mentah itu, sekarang... saya persilahkan dan akan menerima perilaku ini. Setelah puas melempar, saya akan berterima kasih. Berterima kasih karena sudah menampakkan sifat asli dari kalian yang bahkan lebih buruk daripada binatang. Ayo... tunggu apa lagi? Keluarkan... saya tidak menantang, tapi saya ingin kalian melampiaskannya, padahal ini adalah salah paham, saya ingin tahu seberapa rendah harga diri kalian.”


Ucapan dan kalimat itu bukan ancaman, tapi ini cukup menjatuhkan moral seseorang. Mahasiswi yang menyembunyikan telur di tas mereka, diurungkan untuk dilempar kepada Yoo Ra. Saat ini mereka merasa sudah dijatuhkan karena ulah Soo Ah yang menjadi provokator, mereka diam dan bersorak meminta maaf sambil berdiri.


”Maafkan kami, seharusnya kami tidak mudah tertipu dengan gosip murahan seperti itu!!!”

__ADS_1


__ADS_2