
Yeon Jin mengiyakan permintaan Min biseo. Benda di dalam kantung berwarna navy blue (biru dongker) transparan sangat jelas bentuknya, sebuah cincin dan liontin berbentuk bola kecil. Yeon Jin meletakkan benda itu di atas meja, dan dia bersiap untuk mandi.
Yeon Jin sudah selesai mandi, dan saat keluar dari kamar mandi, Yoo Ra masih tertidur pulas dan Yeon Jin tidak ingin mengganggunya. Yeon Jin beristirahat di sofa, dan melihat kantung navy milik Yoo Ra, di dekat kantung itu ada benda yang tiba-tiba muncul.
“Ini cincinku?” Cincin Yeon Jin muncul dengan sendirinya di atas meja itu, tepatnya di samping kantung milik Yoo Ra. Cincin bulan milik Yeon Jin selalu diletakkan di lemari dan dimasukkan ke dalam kotak cincin, dia sangat ingat terakhir kali menyimpan cincin ini. Yeon Jin penasaran, kenapa benda di dalam kantung transparan itu terlihat tidak asing.
Rasa penasarannya tidak bisa ditahan, Yeon Jin perlahan membuka kantung itu dan melihat benda itu secara jelas. Mumpung Yoo Ra masih tidur, kini dia memberanikan diri untuk berbuat lancang.
“Kok... Kok sama?!” Yeon Jin terkejut melihat benda itu, cincin milik mereka berdua sama persis, tidak ada perbedaan sama sekali. Yang membedakan hanyalah nama yang diukir di cincin itu. “Di... Dia sebenarnya siapa?” Yeon Jin sangat bingung, mencoba mencerna hal mengejutkan ini.
Nama yang terukir di cincin milik Yoo Ra membuatnya terbelalak dan tubuhnya bergetar hebat, “Lee... Yoo...Ra? Ini tidak masuk akal? Ada yang tidak beres disini.”
Nama itu mengingatkan dirinya dengan seseorang yang memiliki hubungan dengan Yeon Jin, seketika Yeon Jin menyandarkan tubuh di sofa dan mengingat kejadian yang membuatnya seperti ini.
“Astaga... Aku teringat hal itu, tapi lukisan wanita yang aku lihat disana tidak terlalu jelas. Kenapa juga aku harus tersesat di dimensi ini?” Yeon Jin sangat kesal, ulahnya di kehidupan lampau telah membuatnya seperti ini.
Apakah Yeon Jin juga mengalami hal yang sama dengan Yoo Ra? Apakah mereka juga manusia yang sama-sama terkena kutukan dari Dalwi Yeosin?
Yoo Ra terbangun dan ingin pulang ke apartemennya, tak lupa Yeon Jin mengantarnya. Yeon Jin melambaikan tangan tanda perpisahan dan mengucapkan, “Sampai jumpa besok, jaga dirimu baik-baik, aku selalu memberi dukungan untukmu!.”
***
Hari yang ditunggu sudah tiba, pertemuan antar donatur Universitas Deiji adalah hari ini. Para donatur berkumpul dan bersiap, tak terkecuali mahasiswa Deiji. Semua warga kampus akan tahu, siapa saja orang yang berpengaruh dan yang telah mendanai Deiji.
Jae Won sudah keluar dari rumah sakit, lukanya tidak terlalu parah. Hanya saja stress berat yang dialaminya belum mereda, namun emosinya sudah bisa dikendalikan. Jae Won berharap Yoo Ra akan naik ke panggung dengan wajah berbinar, dan bisa membersihkan namanya kembali. Jae Won sendiri tidak menyangka kalau kehadiran Yoo Ra di kampus akan menjadi berita mengejutkan, Jae Won juga sudah menganggap Yoo Ra bukanlah orang biasa.
Di apartement, Yeon Jin sudah menunggu Yoo Ra untuk berangkat bersama. Sedari tadi Yoo Ra belum keluar juga. Menekan bel dan... “ Kim Yoo Ra-ssi...”. Setelahnya Yoo Ra keluar dengan mata terbelalak, tidak menyangka kalau Yeon Jin akan menunggunya.
Yeon Jin memiliki firasat buruk pada malam tadi, Yeon Jin yang membaca SNS tentang Yoo Ra menemukan beberapa komentar negatif. Disana Yeon Jin juga mendapat informasi, kalau akan ada penyerangan kepada Yoo Ra, berupa lemparan telur ketika Yoo Ra datang ke acara itu. Skandal ini meledak, ada yang memberikan postingan berupa tulisan yang memperburuk keadaan ini.
#SNS
“Besok para donatur kampus akan datang di acara pertemuan dan juga acara amal Deiji, besok akan ada pertunjukan menarik antara presdir dari Nam Group dan juga mahasiswa top MPCD. Apakah ini akan jadi tontonan luar biasa?”
Menuai pro dan kontra, anggapan kalau Kim Yoo dan Yoo Ra sering bertemu sudah menyebar. Kim Yoo sendiri sudah mengetahui masalah yang sedang dihadapi Yoo Ra, dan kini dia heran kenapa pria yang berusia 40 tahunan sedang berkencan dengan wanita usia baru 20 tahun. Foto-foto yang memperlihatkan kedekatan mereka juga banyak dibicarakan di media sosial.
Yeon Jin mengajak Yoo Ra untuk datang bersamanya, namun ajakan itu ditolak. Rupanya Kim Yoo sudah menyiapakan 2 mobil untuk Yoo Ra dan Kim Jae, jadi hari ini dia mengemudi sendiri. Yeon Jin pasrah, dan sepanjang perjalanan dia mengemudi di belakang Yoo Ra.
Yoo Ra mendapat pesan dari pihak kampus,para undangan yang hadir akan memarkirkan kendaraan di parkiran utama. Kim Yoo juga sudah menghubungi pihak kampus, jadi acara parkir ini juga sudah dipersiapkan sejak awal, dan melindungi nama keponakannya itu. Yoo Ra tersenyum dan berbicara sendiri, “Semuanya sudah direncanakan, padahal aku belum bersedia untuk diperkenalkan sebagai anggota keluarga Kim . Terima kasih Tuhan, sudah menjadikan aku salah satu anggota keluarga mereka.”
Kim Yoo menelpon Yoo Ra, dan meberitahu kalau Kim Yoo sudah datang bersama Eun Ji.
__ADS_1
(Kim Yoo)
“Ayahmu sudah datang bersama pacarnya.”
(Yoo Ra)
“ Yang benar saja, ayahku... .”
(Kim Yoo)
“Aku akan jadi ayahmu sekarang jadi jangan ketawa. Kim Jae baru berangkat, kamu dimana?”
(Yoo Ra)
“Aku hampir sampai kok, Park Yeon Jin daepyonim juga ada dibelakangku.”
(Kim Yoo)
“Nanti ada petugas yang mengarahkan mobilmu, ikuti dia saja.”
(Yoo Ra)
(Kim Yoo)
“Ini sudah kewajibanku, jangan lupa kalau hari ini dan seterusnya aku adalah ayahmu.”
(Yoo Ra)
“Aku akan memikirkannya kembali.”
(Kim Yoo)
“Anak nakal .”
Di kampus, tepatnya di parkiran mahasiswa sudah terlihat segerombolan mahasiswi yang bersiap-siap untuk memberi pelajaran kepada Yoo Ra. Mereka mengira kalau Yoo Ra akan datang semobil dengan Kim Jae. Provokator dari aksi ini adalah Soo Ah, mereka diperintah Soo Ah untuk melemparkan telur saat datang di kampus nantinya. Jadi mereka sudah berdiri menyambut Yoo Ra di parkiran mahasiswa.
Tempat parkir mahasiswa dengan tempat parkir utama berjarak tidah jauh, jadi mahasiswi yang bersiap menyerang Yoo Ra juga bisa melihat siapa saja tamu yang akan datang. Melihat Kim Yoo datang dengan seorang wanita yang menggandeng tangannya, mereka sudah beranggapan kalau Yoo Ra adalah selingkuhan Kim Yoo.
“Wah wah... pasti ada yang kebakaran nih.”
“Itu kekasihnya presdir Kim?”
__ADS_1
“Kau tahu, donatur utama kampus ini adalah dia. Tidak heran pihak kampus memperlakukannya dengan khusus.”
“Lihat, biasanya hanya mobil presdir Kim yang diberikan tempat khusus, sekarang ada 2 slot parkir yang kosong di sampingnya.”
“Wah, pasti ini dipersiapkan karena ada kerabat presdir yang datang.”
“Aku dengar dari ibuku kalau presdir akan membawa oragnya yang akan ikut menjadi donatur, kabarnya sih presdir akan membawa 3 mobil.”
“Mana? Yang dua kok belum datang?”
“Sudah jangan bergosip, kita sebentar lagi akan tahu kebusukan dari Yoo Ra. Kita harus menyambutnya, jadi bersiap di posisi kalian!” Kata Soo Ah yang sangat ketus, dia juga berada di barisan depan untuk melemparkan telur kepada Yoo Ra.
Kim Jae menelpon Yoo Ra, dia bilang untuk menunggunya dulu dan akan masuk bersama-sama. Kim Jae juga mendapat informasi penyerangan ini dari Yeon Jin. Jadi Yeon Jin bergegas masuk ke area kampus, sementara Yoo Ra berhenti dan menunggu mobil Kim Jae di gerbang utama kampus.
Tak lama kemudian, Kim Jae sudah tiba, dan mobil mereka masuk secara bersamaan. Mahasiswi yang berada di area parkir mahasiswa, terkejut bukan main melihat 2 mobil sport mewah terbaru berwarna hitam elegan yang datang bersamaan dan parkir di sebelah mobil Kim Yoo.
“Itu mereka?”
“Pasti orangnya sudah tua.”
“Jangan asal bicara, orang tua tidak cocok menggunakan mobil sport seperti itu, apalagi modelnya keluaran terbaru.”
“Apa masih muda?”
“Kalau pria tampan? Sudah tidak diragukan lagi.”
“Uwah... Papaku baru kemarin mendapat katalognya, sekarang aku bisa melihat langsung betapa mewahnya mobil keluaran *** yang terbaru.”
“Kau benar, bahkan papaku juga ingin membelinya, tapi dia bilang masih belum dibuka untuk umum. Tapi sekarang mobil ini sudah dimiliki oleh mereka.”
“Mereka keluarga yang kuat, tak heran kan.”
“Emmm...Yoo Ra juga belum datang, ayo kita lihat mereka dulu. Aku penasaran.”
“Aku juga ingin melihat.”
“Dunia orang kaya tidak bisa ditebak.”
Para mahasiswi itu berlari kecil untuk melihat siapa yang keluar dari kedua mobil itu. Yeon Jin segera keluar dari mobilnya dan berjalan menuju pintu utama Deiji dan menunggu Yoo Ra dan juga Kim Jae untuk masuk bersama-sama.
“Astaga!!! Tidak mungkin!!!”
__ADS_1