
Tok tok tok...
Suara ketukan pintu membangunkan seseorang setelah YooRa keluar kamarnya.
Yoo Ra segera membangunkan Kim Jae, "Kim Jae Oppa... Kau sudah bangun belum? Ayo turun kebawah."
"Em... (membukakan pintu). Ayo turun (menutup pintu)."
Sembari menuruni anak tangga satu persatu YooRa merasakan kalau Kim Jae sedang memperhatikannya. "Kenapa memperhatikan aku? Aku cantik ya? (senyum dengan penuh percaya diri)"
"Huwaaa... Hei! Kau berkata begitu seakan dirimu aktris terkenal saja. Coba kulihat dulu (sambil mengadahkan tangannya kewajah Yoo Ra kemudian menekan pipi YooRa yang terlihat seperti bebek)... Ah, kalau dilihat begini kau sangggaaaatt cantik." Ledekan yang sedikit histeris keluar dari mulut Kim Jae
"Sudahlah... (menepis tangan Kim Jae). Sungguh menyebalkan bisa punya kakak sepertimu." Kim Jae sangat gemas dengan adiknya ini, "Seru loh... Kau akan punya kakak yang tampan dan terkenal di kampus, tenanglah kau adik kecilku yang cantik kok. (mengangkat tangan seperti bersumpah) Aku sebagai Oppa dari YooRa akan melindunginya apapun yang terjadi. Bagaimana? Keren kan?"
"Ahaaa... Lumayan (dengan tawa kecil)"
"Haihhh... Kau tidak pandai menilai rupanya. Kaja... (Sambil merangkul leher Yoo Ra dan segera turun tangga)"
Suasana rumah sangat hangat, keluarga kecil berkumpul bersama. Walaupun ada anggota baru, tapi mereka nampak akrab seperti keluarga sendiri.
Eun Ji meletakkan semangkuk sup di depan Yoo Ra, "Yoo Ra, cepat habiskan sup itu... Aku telah menyiapkan secara khusus kali ini. Semoga kau suka ya."
"Kamsahabnida ... Eun Ji eonni, dimana samchon ?" Yoo Ra melihat sekeliling, dimana pamannya berada. Eun Ji pun demikian, "Sebentar lagi akan datang, aku belum ke kamarnya. Mungkin sedang mengatur jadwal kerjanya. Akan ada acara di perusahaannya, makanya dari kemarin dia agak sibuk."
Seketika dipikirkan oleh Yoo Ra "Dia bilang (aku belum ke kamarnya) mereka tidak tinggal satu kamar? jadi mereka bukan suami istri? biarlah"
Bercengkrama dengan hangat di meja sarapan membuat Yoo Ra melupakan sejenak tentang masalahnya saat ini. Dia berusaha untuk tetap betah tinggal di keluarganya yang baru.
Klak... Suara pintu kamar dari kepala keluarga itu terbuka. Eun Ji menghampiri dan memberikan perhatian lebih, "Jagiya... Cepat sarapan, dari tadi kami menunggumu untuk sarapan."
"Wah... Kapan kau datang? Kau tidak menelpon untuk kesini? (dengan cepat memeluk Eun Ji)."
"Hei... Kau memiliki satu keponakan baru lagi, aku juga ingin menjadi kakaknya. Kan hanya kau yang berusia 30an disini."
__ADS_1
Ups... Suasana menjadi hening, kemudian... "Ahahahaha" mereka berempat tertawa bersama mendengar candaan itu.
Tak lama berselang, Kim Yoo memberikan beberapa arahan, "Yoo Ra... Ingat baik-baik, namamu sekarang menjadi Kim Yoo Ra (김유라). Terbiasalah dengan nama marga yang baru, dan lagi kita dianggap sebagai keluarga yangggg luarrr biasa disini. Aku harap kau hidup dengan baik disini (sambil mengelus rambut Yoo Ra). Aigo... keponakan perempuanku yang cantik (mengelus rambut)."
"Kamsahabnida samchon (dengan senyum lebar dan tulus)"
Raut wajah Kim Yoo seketika berubah menjadi ganas, mengetahui keponakannya yang satu ini, "Hei... Kim Jae... Kau sudah semester 3 kan, Yoo Ra akan semester 1 mulai minggu besok. Aku tempatkan satu kampus, ingat untuk menjaganya. Jangan hamburkan banyak uang lagi, ingat untuk berinvestasi."
Sedikit menentang, namun Kim Jae tetap bersikap tenang menjawab itu, "Entahlah aku sekarang semester berapa. Oh iya, Samchon... Aku sudah berinvestasi kok, samchon tenang saja ya. Aku akan member....."
"Omo... Samchon, aku akan memberikan keuntungan 2 kali lipat nantinya, tenanglah... Omooo, Samchon... Saranghaeyo... uwuwuwu (sambil memasang wajah aegyo dengan merangkul lengan Kim Jae)" Kim Yok segera memotong pembicaraan, dan ini terlihat seperti komedi keluarga, tidak tidak tidak... opera sabun tepatnya.
"Nah... Samchon sudah hafal kan... hahaha" Tawa Kim Jae sedikit meledek Kim Yoo.
Keluarga ini ternyata lucu, tidak semisterius yang diperkirakan. Banyak hal konyol yang ditemukan disini. Semoga ini menyenangkan sampai akhirnya Yoo Ra kembali ke kehidupan lampaunya.
Eun Ji mengambil tas yang berada di atas meja, berdiri kemudian berkata, "Aku pergi ke kampus dulu ya, nanti aku akan pulang memasakkan makan malam."
Ada seruan yang mengarah ke Kim Jae, "Kim Jae, kau boleh keluar rumah. Ajak Yoo Ra juga ya, belikan pakaian dan semua kebutuhannya. Yoo Ra-ya... Samchon pergi dulu, kalau ingin menemuiku kau bisa ke kantorku. Kim Jae akan mengantarmu."
Yoo Ra segera membalas Kim Yoo, "Baiklah, nanti aku telepon samchon sebelum kesana." Tapi Kim Jae tetap saja Kim Jae, dengan terang-terangan dia berseru"Samchon... Uangnya? (menadahkan tangan)"
"Ini (menyodorkan kartu kredit). Ini untuk belanja, jangan pergi ke club (menepuk kartu ke dahi Kim Jae)."
"Arasseo... arasseo... Hati-hati di jalan (melambaikan tangan lalu tersenyum)"
Tak lama kemudian Yoo Ra ingin pergi jalan-jalan melihat sungai Han dekat rumahnya. Dengan ditemani Kim Jae yang sekarang sebagai kakaknya, mereka berdua bersepeda di sana. Pemandangan yang indah dipadukan dengan langit biru di lagi hari berhiaskan jembatan Banpo yang memiliki air mancur di pinggirnya, sungguh indah dan sayang untuk dilewatkan.
Dalam Hati Kim Jae, ia seharusnya memperlakukan Yoo Ra sebagai adiknya saja. Namun ia juga harus berjaga-jaga, supaya perasaannya tidak bisa lebih kepada Yoo Ra. Kim Jae sudah mendengar arahan dari pamannya, Kim Yoo. Bahwa Yoo Ra sejatinya memiliki perasaan keras terhadap rasa cinta, bisa dibilang Yoo Ra adalah gadis yang sulit untuk jatuh cinta.
"Oppa... Istirahat sebentar ya, aku kelelahan."
"Baiklah... Ini aku membawa air, minumlah."
__ADS_1
Yoo Ra menerima botol air minum dan langsung meminumnya sambil mendongakkan kepalanya melihat birunya langit.
Mereka berdua duduk bersama di rerumputan. Kim Jae melihat wajah Yoo Ra dan menyadarkan dirinya bahwa Yoo Ra adalah gadis baik. Kalaupun nanti ia menyukai Yoo Ra, ia harus bertindak sebagai kakak laki-lakinya sekaligus memendam perasaan suka.
"Oppa, ada yang ingin kutanyakan dan sangat ingin aku ketahui."
"Tanyakanlah."
"Itu... Eun Ji eonni... Dia belum menikah?"
"Oh... Eun Ji noona belum menikah, dia adalah orang spesial bagi Kim samchon."
***
Samchon (삼존) : panggilan akrab untuk Paman
Kaja (가자) : ayo
Eonni (언니): panggilan kepada kakak perempuan dari adik perempuan
Saranghaeyo (사랑해요) : aku cinta kamu
Noona / nuna (누나) : panggilan kepada kakak perempuan dari adik laki-laki
Kamsahabnida (감사합니다) : terima kasih
Aigo (아이고) : astaga
Omo (어머) : oh..
Aegyo (액요) : gaya centil
Arasseo (알았어) : Baiklah
__ADS_1