Full Moon Portal

Full Moon Portal
Episode 59


__ADS_3

Perkataan Yoo Ra sangat serius, mendapati 2 orang yang mengharapkan dirinya sebagai pedamping. Yoo Ra berpikir keras, mengingat dia tak boleh terjebak di dalam dunia yang dimensinya berbeda.


Masih di dalam toko, aroma teh yang telah diseduh Dal Rae sangat kuat dan memiliki sihir relaksasi. Dal Rae melihat dua orang yang menjadi penolongnya dalam membungkus teh, seolah ada hal yang tidak beres terjadi diantara mereka berdua.


“Kalian kok diam aja, apa tidak ada topik yang menarik untuk dibicarakan?” Tanya Dal Rae dengan mengambil cangkir teh yang isinya siap terjun menuju tenggorokannya. Yoo Ra yang mendengar ini membuatnya kaget dan menoleh ke arah Yeon Jin yang sedang sibuk dengan ponselnya.


Yeon Jin mendapat pesan, kalau di perusahaan ada sedikit masalah dan harus turun tangan sendiri. Yeon Jin pamit untuk pergi ke kantornya dan juga akan kembali secepat mungkin untuk menjemput Yoo Ra. Pergi terburu-buru dengan menerjang badai salju yang dingin. Kini hanya tersisa dua orang di dalam kedai, Dal Rae dan Yoo Ra.


Demi menghilangkan keheningan, Dal Rae mencoba untuk membahas sesuatu dengan Yoo Ra. Namun Yoo Ra sama sekali tidak merespon perkataan Dal Rae, malah ia melihat keluar jendela dan menyaksikan butiran salju yang menari-nari di luar sana.


Hati Yoo Ra berkabut, tidak ada jalan keluar diantara masalah ini. Siapa yang akan dia pilih? Haruskah perasaan cinta atau kembali ke asalnya. Walau saat ini ia memiliki kartu as (liontin mawar putih), tapi tidak boleh tinggal dikehidupan yang sangat instan baginya.


Kenangan waktu kecil di dimensi ini sangat nyata, karena Yoo Ra yang sekarang meminjam reinkarnasinya untuk menyelesaikan kutukan dan harus kembali demi sejarah yang bagian dari kelangsungan dunia. Posisinya sangat tinggi disana, kalau Yoo Ra mati... maka habislah dan seluruh sejarah akan kacau balau.


Yoo Ra mencoba menceritakan hal ini kepada Dal Rae, dan Dal Rae menjawab penuh kasih sayang dan penuh pengertian.


“Kartu as yang kau punya bisa digunakan untuk menyelamatkan nyawa seseorang, misalnya ada orang yang kau sayangi mati dengan tiba-tiba, kau bisa memberikan kehidupan baru dengan memberikan nyawa dari mawar putih itu. Sebaiknya kau gunakan mawar putih untuk hal itu, bukan untuk memilih hidup disini dan menyiksa diri.” Dal Rae memberikan solusi yang benar, ini merupakan poin utama dari kartu as milik Yoo Ra. Karena dengan mengorbankan mawar putih miliknya, saat reinkarnasi nanti ia akan mendapat kehidupan yang lebih baik.


“Begitulah hukum alam, setelah mati nanti akan hidup lagi dengan otak yang direstart. Kau sebagai dewa juga begitu ya, kenapa mengutukku kalau aku bisa mati dengan damai kemudian didaur ulang menjadi manusia baru.” Perkataan Yoo Ra mulai menggelikan, sampai –sampai Dal Rae tidak tahan menahan tawanya.


Ucapan konyol Yoo Ra sungguh membuat Dal Rae berpikir kalau Yoo Ra adalah anak yang pintar, tidak heran kalau bayangan kehidupan selanjutnya milik Yoo Ra akan makmur. Hanya saja Yoo Ra harus melewati ujian di kehidupan pertamanya, yakni sebagai tuan putri dari kerajaan besar.


Dal Rae mendapat gambaran, kehidupan pertama Yoo Ra adalah menjadi tuan putri yang akan berakhir tragis. Tetapi, Yoo Ra akan hidup makmur setelah kehidupan pertamanya selesai. Itulah manusia, harus diuji terlebih dulu dan ditempa lebih keras untuk mendapatkan kehidupan yang baik di masa yang akan mendatang.

__ADS_1


“Aku yang menggutukmu bukanlah pribadi yang sekarang ada di depanmu ini, tapi dia adalah pribadiku yang satunya. Kau tidak tahu mekanisme para dewa, jadi diam dan berusaha memperbaiki hidupmu sendiri.” Lanjut Dal Rae yang membuat Yoo Ra semakin bersemangat untuk keputusan hidupnya.


Dal Rae juga menambahkan, kalau Yoo Ra tak boleh menyia-nyiakan kesempatan hidup disini. Walau dimensi ini berbeda, dan jika Yoo Ra terus hidup kemudian mati disini, itu akan menyebabkan Yoo Ra tidak bisa bereinkarnasi dan membuatnya tersiksa di alam lain.


---


Sudah hampir 2 jam, langit sudah sedikit cerah. Menunggu Yeon Jin untuk menjemputnya, Yoo Ra sangat ingin pulang dan mandi air hangat kemudian segera tidur.


Yeon Jin keluar dari mobil dan segera masuk ke dalam toko karena tidak tahan dengan angin yang berhembus kencang terus mengahantam mantelnya. Membuka pintu toko untuk masuk, ternyata Yeon Jin dibuntuti oleh angin nakal itu yang berhembus masuk ke dalam toko.


“Cepat tutup pintunya, dingin sekali.” Teriak Dal Rae memerintah Yeon Jin.


Angin itu memaksa masuk, dengan hembusan kuatnya, lukisan Dal Rae jatuh ke lantai. Suara itu mengejutkan tiga orang yang berada di dalam. Posisi lukisannya terbalik, dan menampakkan lukisan di sisi belakang.


Yeon Jin juga pernah melihat lukisan itu, tapi di sisi belakang tidak bisa dijangkaunya. Yeon Jin segera mengahmpiri Yoo Ra dan ikut melihat lukisan itu. Yoo Ra memegang lukisan itu dengan kuat, mash terlihat lukisan sisi depan yang terdapat figur Dal Rae.


Dal Rae bingung, dan jantungnya berdebar-debar dan berharap Yoo Ra tidak membalikkan lukisan itu. Dal Rae berusaha menggunakan ilmu miliknya untuk mengembalikan lukisan itu ke tempat yang semula. Tapi Yoo Ra tahu, pasti Dal Rae akan menggunakan sihirnya lagi. Yoo Ra mengenggam kuat lukisan itu, dan Dal Rae kewalahan karena tidak bisa merebut kembali lukisan itu.


Yeon Jin menarik tangan Yoo Ra untuk pergi ke lantai 2 dari toko dan meninggalkan Dal Rae sendirian. Sepertinya Yeon Jin sangat ingin tahu, mereka berdua masuk dan menutup pintu serta menguncinya dari dalam. Dal Rae ikut naik ke atas, mengetuk pintu serta berteriak untuk tidak melihat lukisan yang ada di sisi belakang.


Mereka tidak menghiraukannya, Yoo Ra segera membalik lukisan itu dan terdapat kain penutup yang tipis menutupi figur 3 orang disana. Siapapun bisa dengan mudah membuka kain itu, berbeda halnya dengan Yoo Ra dan juga Yeon Jin. Yoo Ra meraih pinggiran kain dan membukanya dengan perlahan, namun... “Apa-apaan ini? Ini cuman kain, kok susah dibuka?” Yoo Ra menggerutu di hadapan Yeon Jin.


Kain tipis itu sangat susah untuk dibuka, seperti stiker yang menempel. Kain itu memiliki daya rekat, dan Yeon Jin berusaha mengupas kain itu, “Wah, aku mengupas ini seperti mengupas stiker mobil. Aneh...” Ujar Yeon Jin yang berusaha melepas kain yang serupa dengan stiker putih.

__ADS_1


Kain tipis itu mampu menampakan lukisan, terawang dan samar. Yoo Ra ikut membantu Yeon Jin, kini mereka berdua bekerja sama untuk melepaskan penutup, disisi lain mereka juga penasaran dengan 3 figur yang tidak ingin Dal Rae beritahukan kepada mereka. Dal Rae yang berada di luar ruangan dan mengetuk pintu sekeras mungkin untuk memperingatkan mereka, karena kesal, Dal Rae tidak mampu menahan amarahnya.


Yeon Jin dan Yoo Ra berhasil membuka kain itu dengan tenaga ekstra, karena tenaga yang kuat, lukisan itu terpental ke lantai dan sudah nampak jelas siapa ketiga orang itu. Mereka berdua melihat dengan jelas dan memasang wajah kosong seolah tak percaya dengan apa yang mereka lihat.


“I...Itu...Aku?” Yoo Ra dan Yeon Jin bersamaan mengucapkan kalimat itu, saat ingin mengambil lukisan, tiba-tiba lampu padam dan ruangan itu berubah dimensi. Ruangan yang cantik penuh bunga dan bernuansa pink, kini menjadi ruangan berwarna biru tua bertabur kristal yang besar dan tajam, sinar merah tersorot dari bagian atas.


Dal Rae mendadak muncul di hadapan mereka dengan sambutan petir, ruangan ini seperti tidak memiliki ujung, dingin dan mencekam. Yeon Jin berusaha melindungi Yoo Ra, berdiri di depan sang gadis dan mengenggam tangannya memberi isyarat “Jangan takut, aku bersamamu...”.


“Aku akui aku salah dengan menempatkan kalian di dimensi ini, apalagi kehidupan sekarang adalah calon reinkarnasi kalian. Tapi lukisan itu tidak baik untuk kalian lihat, karena sudah terlanjur... ya sudah, kalian sudah tahu identitas satu sama lain.” Dal Rae mengatakan ini dengan suara menggema, sangat keras dan mampu membuat mereka berdua menutupi telinga.


“Kim Yoo Ra... Park Yeon Jin... kalian sudah melihat wajah yang ada di lukisan. Ketiga orang itu diantara ada kalian bukan? Lalu, kalian mengenali 1 orang lagi disana?”


Yeon Jin dan Yoo Ra tersadar, mereka hanya melihat kedua wajah, dan 1 orang itu tidak terlalu jelas. Seperti gambar yang samar, padahal penutup itu sudah telepas semuanya.


“Hanya gambarku dan Yoo Ra yang sangat jelas, 1 orang lagi terlihat samar, siapa dia?” Tanya Yeon Jin dengan pasti, dan Dal Rae menjawab, “Aku sudah sadar, kalian bertiga saling terhubung. Kalau kalian bisa membawa orang itu kemari, maka kalian bisa melihat siapa kalian sebenarnya.”


Ucapan Dal Rae penuh teka-teki, sangat sulit untuk dicerna. Yoo Ra mencoba melawan dan ingin penjelasan yang lebih rinci, namun Dal Rae menolak, karena Yoo Ra dan Yeon Jin akan segera tahu apa hubungan ketiga orang yang ada di lukisan itu.


***


Lukisan itu tergambar 3 orang dengan pakaian kuno, zaman kerajaan yang beratus-ratus tahun yang lalu. Yoo Ra dan Yeon Jin sudah melihat, kalau mereka ada di dalam lukisan itu. Posisinya sangat dramatis, wanita di tengah dan kedua laki-laki itu berada di samping kiri dan kanan. Wanita itu adalah Yoo Ra, dan laki-laki sebelah kanan adalah Yeon Jin, dan figur laki-laki di sebelah kiri tidak jelas.


“Siapa dia? Ada apa dengan kami bertiga?”

__ADS_1


__ADS_2