Full Moon Portal

Full Moon Portal
Episode 14


__ADS_3

Suasana saat mereka bertiga bertemu terasa sangat canggung, apalagi Jae Won yang tidak terlalu akrab dengan Yeon Jin. Walau sebelumnya mereka juga dari SMA yang sama dan selalu sekelas, tapi mereka sama sekali tidak akrab. Bisa dibilang, mereka berdua itu teman, bisa juga disebut kenalan.


(Yeon Jin)


“Ya... kita berdua saling mengenal, ya kan Jae Won?”


(Jae Won)


“Apa kabarmu, sudah lama kamu tidak kelihatan di kampus.”


(Yeon Jin)


“Baik-baik saja, kedepannya kamu harus baik padaku ya. Jangan lupa isi absensiku di jurnal milikmu, mulai pekan depan aku akan masuk kelas.”


(Jae Won)


“Kau ada-ada saja, serius mau masuk kelas?”


(Yeon Jin)


“Memang wajahku wajah pembohong hah?”


(Jae Won)


“Huh (tertawa kecil), kau belum berubah dengan sikapmu ini. Kalau begitu kami pergi dulu ya, sampai jumpa pekan depan.”


(Yeon Jin)


“Kalian mau makan bareng kan? Bagaimana kalau aku traktir, aku juga ingin membalas nona ini.”


(Yoo Ra)


“Anda juga ingin bergabung?”


(Yeon Jin)


“Tentu, dan aku juga masih berhutang budi padamu.”


(Yoo Ra)


“Boleh, ayo per...”


(Jae Won)


“Maaf ya (menyela Yoo Ra), kali ini tidak bisa. Acara kita membosankan, sebentar lagi juga akan pulang. Lain waktu saja ya kalau mau traktir. Sampai jumpa Yeon Jin.”


(Yoo Ra)


“Oh... Jae Won Seonbae... Sampai jumpa tuan.”


Kata-kata Yoo Ra belum juga lengkap tapi Jae Won langsung menggandeng tangannya, dan ia pun langsung menolak ajakan dari Yeon Jin untuk ditraktir.


Mereka berdua langsung pergi dan menuju ke cafe itu, sementara Yeon Jin melirik mereka dan masih bingung dengan sikap Jae Won yang agak aneh.


***


(Jae Won)


“Mau pesan apa?”


(Yoo Ra)


“Americano dan tiramisu satu potong.”


(Jae Won)


“Oke, tunggu disini dulu. Aku akan memesannya (menatap dengan senyuman lembut)”


Saat ini perlakuan Jae Won sangat manis, siapapun yang diperlakukan seperti itu akan merasa gadis paling beruntung. Pria kalem, pintar, cukup tinggi, dan memiliki seyuman maut. Astaga... dimana lagi keberuntungan Yoo Ra berada, dikelilingi dengan banyak pria tampan.


Mereka berdua duduk bersama dan berbincang-bincang, sesekali bercanda. Jae Won memberikan beberapa lelucon agar Yoo Ra tertawa, maksud hati supaya ia bisa mengamati dengan leluasa ekspresi Yoo Ra saat tertawa.


Ada beberapa mahasiswi di cafe itu, ternyata juga megidolakan Jae Won. Mereka juga terlihat seperti kurang beruntung, dan malah menganggap Yoo Ra sebagai gadis beruntung bisa berkencan degan Jae Won.


"Klik"... bunyi kamera ponsel dari mahasiswi yang tengah duduk di seberang meja Yoo Ra dan Jae Won. Mereka bergerombol dan sesekali membicarakan mereka berdua yang terlihat seperti berkencan, foto itu di ambil tanpa sepengetahuan Yoo Ra dan Jae Won.


Akankah foto itu akan mejadi trending topik di kampus Deiji?


***


Jae Won mengajak Yoo Ra ke suatu tempat, ternyata tempat itu di dekat jembatan Banpo. Ada sebuah taman kecil disana, YooRa sering berjalan-jalan di jembatan Banpo namun tidak pernah menemukan tempat ini sebelumnya. Suasana taman itu sangat romantis, ada dua ayunan dan satu bangku panjang dan disebelahnya terdapat pohon dan batu besar yang berjajar, menghadap ke arah tepi sungai, dihiasi gedung-gedung tinggi yang berkelap-kelip di ujung jembatan.


(Yoo Ra)


“Uwah... Yeppeo. Seonbae, bagaimana kau bisa menemukan tempat ini? Padahal aku sering kesini tapi tidak pernah menemukan tempat ini.”


(Jae Won)

__ADS_1


“Dulu aku sering kesini, dan duduk di ayunan ini. Saat kuliah semester 2, aku mulai berhenti mengunjungi tempat ini.”


(Yoo Ra)


“Kenapa? Tapi kau sekarang mengunjunginya lagi. Ada hal yang tidak mengenakkan ya?”


(Jae Won)


“Iya, saat itu aku merasa malu. Orang yang datang ke tempat ini selalu berdua, membawa pasangan mereka sendiri-sendiri lalu menaikki ayunan. Sejak saat itu aku mulai sadar bahwa tempat ini untuk pasangan kekasih.”


(Yoo Ra)


“Sepertinya begitu, dengan pemandangan indah seperti ini, pasangan kekasih manapun juga akan mengenang tempat ini. Apalagi disediakan dua ayunan dan suara lembut dari aliran sungai.”


(Jae Won)


“Kau menyukainya?”


(Yoo Ra)


“Tentu...”


(Jae Won)


“Saat itu aku berjanji untuk tidak kesini lagi, dan aku berjanji akan ke tempat ini lagi dengan seseorang. Ternyata janji ini sudah ku tepati.”


(Yoo Ra)


“Maksudmu dengan membawaku kesini, berarti kau telah menepati janjimu?”


(Jae Won)


“Iya... (tersenyum dan mendekat ke Yoo Ra). Bagaimana menurutmu?”


(Yoo Ra)


“Berarti selama ini seonbae tidak pernah kemari dengan membawa pasangan?”


(Jae Won)


“Ahaha... sudah ku katakan sebelumnya, makin lama kamu makin lucu.”


(Yoo Ra)


“Wah... setidaknya aku dianggap sebagai pahlawan ya, karena membuatmu menepati janji dengan tempat ini.”


(Jae Won)


(Yoo Ra)


"Disini ada pohon, tapi kok ada benda menggantung-gantung? Benda apa itu?"


(Jae Won)


"Oh... Pohon ini dikenal dengan yagsog namu atau pohon janji."


(Yoo Ra)


"Tempat yang sangat unik."


Sejenak mereka menikmati suasana di taman itu.


(Yoo Ra)


“Oh...Saat ini sudah malam, orang rumah pasti juga mengkhawatirkan aku.”


(Jae Won)


“Mau pulang? Ayo kuantar, rumahmu dekat sini kan?”


(Yoo Ra)


“Tidak...aku pulang sendiri saja, jalan kaki dari sini juga tidak terlalu jauh. Seonbae juga tidak boleh terlalu larut untuk pulang.”


(Jae Won)


“Jangan begitu, aku pulang malam pun juga tidak masalah. Lagi pula aku yang mengajakmu keluar.” (menggandeng Yoo Ra dan mengantar pulang).


Jae Won sudah tahu rumah Yoo Ra, karena rumah Yoo Ra juga rumah Kim Jae. Ia pernah beberapa kali berkunjung, jadi sudah hafal dengan jalan menuju rumah Yoo Ra.


Di sepanjang jalan, Yoo Ra dan Jae Won tidak berbicara sama sekali. Sangat jelas ekspresi di wajah Jae Won yang sangat bahagia karena sudah menghabiskan waktu berdua dengan Yoo Ra. Beda dengan Yoo Ra, ekspresinya biasa saja dan menganggap ini semua lumrah karena mereka berteman.


Mereka sudah sampai di depan gerbang rumah Yoo Ra.


(Yoo Ra)


“Sudah agak larut malam, terima kasih seonbaenim... aku akan masuk dulu.”

__ADS_1


(Jae Won)


“Tunggu sebentar, aku belum memberitahumu sesuatu tentang yagsog namu itu.”


(Yoo Ra)


“Benarkah? Katakanlah, ada yang istimewa?”


(Jae Won)


“Dulu aku menulis janji yang aku katakan tadi kepadamu di selembar kertas, lalu aku masukkan kedalam tabung dan aku gantung di pohon itu. Aku tadi ingin mengambilnya kembali dan membacanya bersamamu. Tapi sepertinya bukan waktu yang tepat. Kalau waktunya sudah tepat, nanti temani aku pergi kesana ya.”


(Yoo Ra)


“Bukankah itu rahasia pribadi? (tersenyum). Baiklah, nanti akan aku temani.”


(Jae Won)


“(senyum bahagia) beneran ya... masuklah, segera istirahat dan sampai jumpa pekan depan di kampus.”


(Yoo Ra)


“He.em (mengangguk) Tapi aku juga tidak berjanji loh... Seonbae, hati-hati di jalan.”


Di jendela nampak ada Kim Jae yang sedang melihat tingkah mereka berdua, “benar-benar seperti pasangan kekasih, bagaimana bisa seperti ini padahal baru kenal” gumam Kim Jae sambil makan apel.


Yoo Ra masuk rumah dan menyadari kalau ia diperhatikan oleh Kim Jae. Lalu...


(Kim Jae)


“Aigooo... KIM YOO RAAAAAAA - ssi... Kau tahu ini sudah jam berapa nak?”


(Yoo Ra)


“Em... Jam 9 malam.”


(Kim Jae)


“Bukan itu maksudku bodoh! (menyentil dahi Yoo Ra). Kau tidak tahu betapa aku khawatir saat kau belum pulang juga? (menekan pipi Yoo Ra dengan kedua tangan)”


(Yoo Ra)


“Hei ayolah, jangan bertingkah konyol seperti ini, sakit tau!!! (melepaskan tangan Kim Jae)”


(Kim Jae)


“Kau berkencan dengannya?”


(Yoo Ra)


“Tidak, kau curiga? Kita juga baru kenal.”


(Kim Jae)


“Haisss... daripada kau berkencan dengan bedebah itu mending kau berkencan deganku, apa hebatnya dia? Soal ketampanan juga lebih tampan diriku.”


(Yoo Ra)


“Ya... Ya... Soal tampan lebih tampan dirimu, namun kalau soal kekonyolan kau lebih dan lebih dari semua orang konyol yang ada di dunia. Aigooo... Oppa, sadarkan dirimu.”


Yoo Ra segera pergi ke kamarnya dan meninggalkan Kim Jae yang kesal karena diolok-olok olehnya.


(Kim Jae)


“Hei... Jaga ucapanmu!!! Kim Yoo Ra!!! Aku kakakmu tau!”


Tiba-tiba Kim Yoo muncul dari kamarnya dan berkata.


(Kim Yoo)


“Mana ada kakak yang memaksa adiknya untuk berkencan dengannya, kakak sendiri pula. Aigooo... Kim Jae ku yang bodoh...dasar idiot.”


(Kim Jae)


“Samchon juga begitu, entahlah... apakah aku salah menjadi orang tampan?”


(Kim Yoo)


“kepercayaan dirimu sangat tinggi, kapan kepandaianmu akan tinggi?”


(Kim Jae)


“Cooming Soon...”


***


Hari ini tiba waktunya masuk ke kampus, dan Yoo Ra juga sudah mempelajari semua pelajaran di semester satu. Intinya ia tidak ketinggalan pelajaran sehingga bisa belajar di semester 2 dengan lancar.

__ADS_1


***


Yeppeo (예뻐) : cantik


__ADS_2