
Dalwi Yeosin sudah berseru untuk memberikan pengadilan kepada para manusia yang menumpahkan darah saat terjadinya gerhana bulan yang suci.
“Ternyata kalian yang membuat peristiwa berdarah ini sampai terjadi di gerhana bulanku. Entahlah... aku sudah muak dengan apa yang kalian lakukan. Malam ini sudah beratus-ratus orang yang kehilangan nyawa karena ulah kalian, aku hanya bisa membuat hukuman ini bagi kalian,” ucap Dalwi Yeosin tanpa ragu dan segera mengirim mereka ke 700 tahun kemudian.
“Kalian hanya bertiga yang akan dikirim, kalian akan menuju ke 700 tahun kemudian. Orang-orang disana adalah mahluk yang lebih cerdas dan berpengetahuan, sehingga kalian butuh waktu lama untuk beradaptasi. Maka dari itulah kalian perlu 5 tahun untuk menyerap ilmu di zaman itu. Setelahnya, kalian akan berpengetahuan banyak tentang zaman itu. Para bawahanku akan menjaga kalian, kalian hanya perlu mencari cincin bulan seperti ini (dengan meunjukkan rupa cincin tersebut). Setelah kalian menemukannya, bergegaslah untuk mencari kastil biru dan menunggu purnama tiba. Setiap bulan purnama terjadi, portal bulan selalu terbuka.”
Dalwi Yeosin memberitahukan semua pantangan dan misi yang akan mereka terima. Tak luput dengan konsekuensi yang akan mereka terima jika mereka memutuskan untuk tinggal di zaman itu. Jika mereka memutuskan untuk tinggal disana, maka mereka akan menjadi debu yang tak bisa bereinkarnasi kembali. Mereka akan lenyap dalam cahaya bulan tanpa sisa.
Rupa dari cincin bulan itu sangat cantik, berwarna silver kebiruan dengan 1 batu kecil seperti bulan. Di dunia modern, cincin itu diburu oleh orang-orang yang tak puas dengan sejarah.
Yang mencari cincin itu adalah mereka yang ingin mengubah sejarah. Banyak dikalangan manusia bahkan kalangan hantu di zaman modern yang mencari cincin itu untuk bisa mengarungi perjalanan waktu ke era kuno demi mendapat kekuasaan atau artefak berharga.
Para pencari cincin ini sudah tahu, bahwa setiap gerhana bulan akan ada roh kutukan yang mencari barang ini. Legenda bukan sekadar legenda, ini merupakan kisah nyata dari ribuan tahun lalu hingga saat ini.
Untuk ketiga roh ini, Dalwi Yeosin sudah membuat kriteria khusus. Bagaimana tidak dikhususkan, tiga orang pendosa ini sudah keterlaluan. Mereka akan hidup sebagai manusia dengan bisa melihat hantu-hantu yang bergentayangan disekitarnya, dan akan berusia 20 tahun ketika mereka bangun dari penyerapan ilmu selama 5 tahun, lalu mereka ditempatkan dengan keluarga yang telah disiapkan oleh Dalwi Yeosin, yang mana mereka adalah para bawahan Dalwi Yeosin.
Jiwa Yoo Ra menyaksikan keagungan dari Dalwi Yeosin itu dengan rasa khawatir. Terlintas dibenaknya, “Bagaimana jika aku tidak bisa kembali ke zaman ku sekarang?”, dia khawatir dengan nasib kerajaannya dan juga negaranya kalau ia tidak ambil alih, lalu bagaimana dengan keluarganya nanti?
Terlebih lagi, dia pernah membaca sebuah buku yang memuat tentang kehidupan di masa depan, di masa depan banyak polemik dan kebebasan. Sedikit bingung dan takut untuk menghadapi itu.
“Tenang saja, di zaman itu mungkin kau menghabiskan waktu bertahun-tahun hidup disana, tapi kau hanya tidak sadarkan diri selama 3 bulan disini. Jadi, fokuslah pada misi yang kuberikan padamu. Ingatlah, kalian harus selalu berpikir cara untuk bisa kembali ke zaman kalian ini."
Ucapan Dalwi Yeosin sangat mudah dipahami. Kemudian dia melanjutkan,
__ADS_1
"Jika kalian melanggar dan memutuskan untuk hidup di zaman itu, maka kalian akan menjadi abu saat purnama merah. Dan raga kalian di zaman ini akan hancur sekaligus menghancurkan reputasi kalian sepanjang sejarah.”
Ucapan itu sungguh menakutkan, jika mereka memutuskan untuk tinggal di zaman modern ini mereka akan hancur dengan penuh kehinaan.
Kabut memenuhi ruang pengadilan itu dan seketika pandangan menjadi gelap. Ini bukan reinkarnasi, melainkan kutukan dengan jangka waktu. Mejelajah waktu dengan zaman yang berbanding terbalik dengan zaman mereka, dengan seluruh jiwa yang meninggalkan raga akan berkelana mencari cincin bulan yang akan membawa mereka kembali.
Mereka bertiga bahkan tidak diperkenankan mengenal satu sama lain saat berada di ruang pengadilan Dalwi Yeosin, untuk mencegah kerja sama antara mereka. Yoo Ra saat itu hanya memandang 2 sekat papan disampingnya, dia pun tahu kalau dirinya tak sendiri saat diberi hukuman melainkan ada 2 orang lagi yang ikut dihukum bersamanya.
Dalwi Yeosin terdiam sejenak, mengingat bahwa dirinya bukanlah yang paling berkuasa di alam ini. Tapi, dia percaya bahwa ketiga orang ini akan dipertemukan di sana.
Ketiga roh itu siap ditempatkan ke 700 tahun kemudian. Para calon keluarga juga sudah bersiap untuk menyambut roh yang terkutuk itu.
Portal bulan terbuka, cahaya biru keemasan mulai terpancar dengan terangnya. Mereka tak sadarkan diri saat perjalanan dikirim ke era modern. Hingga mereka tiba dikeluarga masing-masing untuk menjadi tempat bernaung sementara dengan mejalankan misi.
***
Sosok laki-laki 20 tahunan yang berusaha membangunkan Yoo Ra.
Dengan wajah agak bingung, Yoo Ra pun tersadar dan ia masih mengira bahwa ini adalah mimpi.
Mimpi buruknya? Benarkah ini mimpi?
“Dia sudah sadar? Syukurlah... Dia gadis baik-baik, jagalah dia sampai agak pulih. Bertindaklah seperti kakaknya. Buat dia mengerti keadaannya sekarang,” suara berat laki-laki 30 tahunan yang berada di pintu dengan seorang wanita, sepertinya mereka pasangan suami istri.
__ADS_1
Yoo Ra yang sudah membuka mata, ada banyak kebingungan di sana. Dia terdiam dan menyaksikan mereka sedang menunggunya untuk bangun.
“Kau dengar dia? Kita adalah keluargamu sekarang, yeay... selamat Yoo Ra-ssi!!!,” laki-laki itu nampak bahagia dengan kedatangan Yoo Ra.
“Mulai saat ini kau harus memanggilku dengan sebutan "Oppa¹ "... paham?”
“O... O... ppa?” Ucap Yoo Ra dengan terbata-bata.
“Lupakanlah, kau harus tidur lagi untuk memulihkan tenaga. Kau kelelahan sesudah 5 tahun meyerap ilmu bertahan hidup di zaman ini. Jangan takut dan aku akan melindungimu di zaman ini, oke?”
Pria itu keluar dengan senyuman, mungkinkan dia malaikat pelindung?
Mereka semua keluar dari kamar itu, tersisa Yoo Ra sendiri dengan selimut yang menutupi tubuhnya.
Dia berbaring, kemudian memiringkan badan untuk melihat jendela. Beberapa tetes air mata keluar dengan lancangnya, Yoo Ra menangis tanpa ekspresi, bahkan sempat berpikir apakah dia sudah berada di alam baka.
Seperti masih tidak percaya dengan apa yang dialaminya saat ini. Dia diam, tangannya dijadikan bantal. Berpikir apakah dia mampu bertahan di sini?
Beralih menatap langit-langit kamar, menarik napas dan menenangkan diri. Setidaknya dia sudah beradaptasi dengan lingkungan seperti ini.
Bahkan dia sudah tau dunia macam apa di sini. Tetapi, dia harus menahan diri, dan sesegera mungkin untuk kembali ke dunianya yang asli.
"Aku bukan berasal dari sini, tapi sekarang aku berada di sini. Aku harus bagaimana?" suara hatinya mulai berbicara.
__ADS_1
***
¹ Kakak (dari adik perempuan kepada kakak laki-laki)