Full Moon Portal

Full Moon Portal
Episode 2


__ADS_3

“Bagaimanapun kondisinya, entah kau menginginkan jabatan sekalipun di kerajaan ini, kau harus menaati perintah Ayahmu ini Yoo Ra,” raja berkata demikian dan langsung meninggalkan Yoo Ra.


Yoo Tae hanya bisa terdiam dan memandangi sang adik yang begitu terpuruk akibat kekecewaan yang harus didapatkan.


"Yoo Ra-ya..." Sapa Yoo Tae yang tak digubris.


Yoo Ra pergi meninggalkan arena itu dan berlari menuju paviliunnya.


Pergi secara misterius ke gubuk persembunyiannya itu.


-


-


-


Rasa tercekik dengan keputusan raja memang cukup membuat tuan putri kebanggaan negara Jangmi itu menderita. Termenung sendirian, mengurung diri di paviliunnya selama berhari-hari. Hingga pada akhirnya...


“Hei, keluarlah... Aku sudah lama menunggu di depan kamarmu. Mau mengajariku latihan pedang tidak?”


KLAK... (kunci pintu terbuka dari dalam)


“Kau mau menghiburku ya?” Ucap Yoo Ra dengan nada sendu.


"Ehem (mengangguk).Hari ini cuaca cukup bagus, dimana tempat yang cocok untuk menghabiskan waktu ya?" Tanya Yoo Tae.


Yoo Ra mengacuhkan ucapan Yoo Tae dan kembali ingin mengunci pintu paviliunnya, "Kembalilah, kau tak tau aku lelah?"


Yoo Tae menahan pintu itu dan memaksakan diri untuk masuk walau Yoo Ra sudah menolaknya. "Kesana lagi?" tanya Yoo Tae.


Yoo Ra tersenyum sinis, sudah tak bisa mengelak lagi kalau kakaknya sudah mengetahui rahasianya.


Melarikan diri dan mencari kebebasan adalah kunci terbaik mengobati kekecewaan. Walau singkat, setidaknya dia bisa lega dengan situasi yang sedang dia hadapi saat ini.


Selama berhari-hari Yoo Ra tidak menampakkan diri dan enggan keluar dari paviliunnya, dan sekarang mampu bangkit dan ingin beraktivitas kembali. Yoo Tae merasakan bahwa ekspresi wajah Yoo Ra memiliki suatu rencana, seperti bersiap untuk melancarkan suatu aksi untuk menentang pernikahannya.


Yoo Ra dan Yoo Tae pergi keluar dari paviliun itu menuju arena pedang. Untuk apalagi Yoo Tae rela melakukan ini demi menghibur adik satu-satunya ini.

__ADS_1


“Ambil pedangnya... (pedang dilemparan Yoo Ra kepada Yoo Tae)”


“Penjaga, tinggakan kami berdua. Aku hanya ingin meghabiskan waktu bersama dengan adikku saja” Perintah Yoo Tae kepada penjaga.


“Baik Seja Jeoha¹...”


“Ha... lihat pengawal itu, entah kenapa bisa menuruti pangeran lemah sepertimu?" ucap Yoo Ra.


Yoo Tae tersenyum dan sedikit tertegun mendengar ucapan Yoo Ra kepadanya, “Bukan pertama kalinya, setidaknya perbaiki mulut kasarmu itu agassi."


-


Hening... Suara denting pedang antara kakak dan adik itu saling bersahutan.


Syut... Tebasan pedang Yoo Tae tidak sengaja mengenai lengan Yoo Ra.


Yoo Ra menekuk lengannya sambil meringis kesakitan.


“Yoo Ra!!! Kau baik-baik saja? Maafkan aku, lenganmu berdarah.”


Lengannya terluka namun tidak separah luka di hatinya, saat ini ia mampu tersenyum walau terluka.


"Kau tidak apa-apa? Ayo ke balai pengobatan."


"Aku akan ke kamar, aku akan mengobatinya sendiri."


"Tapi aku yang har..."


"Sudahlah, lupakan kejadian ini," Yoo Ra segera menjauh namun Yoo Tae masih memegang tangannya dengan penuh kekhawatiran.


Yoo Ra dengan sedikit kasar menepis tangan Yoo Tae, "Aku sudah bilang, aku yang akan mengobatinya sendiri!" sedikit nada naik dan membuat Yoo Tae mundur.


Yoo Tae bergumam sendiri, memang tidak mudah menjadi orang yang berkepribadian tegas namun kasar. Apalagi Yoo Ra adalah perempuan.


Disisi lain ada Yoo Tae, ia merasa bersalah karena tidak bisa menenangkan sang adik. Terlebih lagi kekuasaannya hanya sebagai putra mahkota yang belum cukup kuat untuk membatalkan pernikahan adiknya.


Yoo Tae memandangi punggung muda dari perempuan itu, Yoo Tae tahu kalau Yoo Ra akan bersikap sensitif jika memang sedang terguncang. Dia bisa memakluminya.

__ADS_1


-


-


-


Pernikahan akan diadakan 2 hari lagi, di istana Jangmi dipenuhi dekorasi pernikahan. Pernikahan ini hanya untuk tujuan politik akusisi 2 kerajaan besar, antara tuan putri negara Jangmi dengan raja negara Molan.


Raja negara Molan yang terkenal berkompeten dalam mengatur negaranya, ia adalah Go Ha Baek. Meskipun berkompeten dalam segala hal, ia dijuluki sebagai reinkarnasi dewa air “Ha Baek”. Raja Go Ha Baek terlahir dengan rambut berwarna hitam bergradasi putih dan berwajah rupawan. Berdasarkan kemiripan fisiknya sesuai degan legenda dewa air itu, lantas ia dijuluki sebagai dewa Ha Baek ke 2.


Antara Yoo Ra dan Ha Baek mereka tak pernah bertemu sebelumnya, sama sekali berlum pernah. Di mata Ha Baek, pernikahan ini hanya sebuah syarat untuk perluasan wilayah otonom negaranya.


Negara Molan diatur oleh 3 pemimpin sekaligus, wilayah utara dan selatan dipegang oleh sang Raja Go Ha Baek, wilayah timur dipegang oleh adik laki-lakinya yakni pangeran Go Kyung Bo yang dikenal suka berfoya-foya di tempat para gisaeng² (rumah bordil), wilayah barat dikuasai oleh adik termuda mereka yakni putri Go Eun Ra yang cantik rupawan dan cukup bengis dalam menghukum para pelayannya.


“Ya ya ya...Kau akan menikah. Aku dengar calon kakak iparku lebih cantik dan lebih berbakat daripada aku. Semoga kau beruntung menikahinya, dan dia pandai menggunakan pedang, aku takut kakak harus menggunakanku untuk menyingkirkannya suatu saat nanti,” ucap Eun Ra.


“Jaga omong kosongmu, aku akan menjalani kehidupan dengannya. Dia akan menyerangku atau tidak, aku akan membungkamnya dengan tanganku sendiri, sampai terjadi kedamaian antara 2 negara.” Ha Baek mengatakan hal ini karena sudah mengetahui kondisi Yoo Ra yang memburuk karena menolak pernikahan ini. Ha Baek juga memikirkan nasib rakyatnya yang masih belum stabil sepeninggal ayahandanya 1 tahun yang lalu.


Sedikit rumor yang Ha Baek terima tentang calon mempelainya itu. Baik dan merakyat, cantik namun tangguh, misterius dan penuh waspada. Sedikit penasaran, karena dia pernah bertemu dengan Yoo Ra sewaktu kecil dulu. Tapi dia harus membuktikan apakah rumor itu benar atau tidaknya dengan pernikahan ini.


“Bagaimana kalau aku yang menggantikanmu menikah dengan putri Lee Yoo Ra yang agung itu kak? Akan menyenangkan jika ksatria wanita menuangkan minuman ke gelasku semalaman penuh?Em... Ide bagus bukan?”


Kyung Bo hanya bisa mengurus dirinya sendiri, dan menganggap kehormatan wanita adalah hal yang remeh dan memiliki harga diri yang murah.


“Jaga bicaramu (melirik), kau mau dibunuh olehnya? Oh iya, bukankah akan ada penyerangan malam ini di rute menuju Jangmi. Bersiaplah, target mereka adalah kita dan negara Jangmi, lokasi di depan gerbang istana Jangmi, organisasi gelap itu akan habis malam ini. Go Kyung Bo, bawa pasukan di depan untuk mengawalku dan cari cara agar tuan putri Yoo Ra tidak keluar dari paviliun untuk ikut menyerang. Rumornya dia adalah wanita yang gegabah dan misterius. Aku tidak mau pernikahanku akan kacau,” ujar Ha Baek dengan penuh strategi.


Saat ini organisasi serikat mafia perdagangan di penjuru Molan dan Jangmi menargetkan 2 calon pengantin ini, dengan menculik salah satu dari mereka lalu dijadikan sandra, dengan begitu mereka mampu menaklukkan 2 kerajaan sekaligus.


Kabar yang beredar, organisasi serikat mafia itu bukanlah kumpulan para bandit gurun atau perampok gunung. Melainkan kumpulan pembunuh yang berasal dari prajurit keluarga bangsawan, jadi mereka adalah pembunuh yang memiliki status.


Dan dalang dari pembunuh itu adalah orang yang diagungkan. Siapa dia?


***


¹ Yang Mulia Putra Mahkota


² Wanita penghibur

__ADS_1


__ADS_2