Godaan Pelakor Belia

Godaan Pelakor Belia
Bab 102 : Tersungkur


__ADS_3

Gagah merasa jika Meta memang benar sudah gila, hingga berkata jika Azka bukan anak kandungnya. Dia berpikir jika itu hanya kebohongan Meta agar dirinya tak memedulikan dan meninggalkan Azka, sama seperti dia meninggalkan Meta. Namun, Meta salah jika berpikir jika Gagah akan seperti itu, karena dia sangat menyayangi Azka.


“Kamu gila! Azka tidak akan bahagia hidup bersamamu!” hardik Gagah sambil menunjuk wajah Meta saat bicara.


“Apa maksudmu, hah?” Meta semakin murka mendengar ucapan Gagah.


“Aku akan membawa Azka bersamaku! Dia akan lebih aman denganku!” Gagah langsung melangkah pergi setelah bicara seperti itu.


Meta membulatkan bola mata lebar mendengar ucapan Gagah, tentunya takkan membiarkan pria itu membawa putranya.


“Kamu tidak boleh membawanya!” Meta menarik lengan Gagah untuk mencegahnya pergi.


Gagah menggerakkan lengannya dengan kuat agar tangan Meta terlepas dari sana. Meta terkejut hingga terjengkang ke belakang dan tersungkur di lantai.


“Aku akan meminta pengacaraku untuk meminta hak asuh Azka!” Gagah sebenarnya tak ingin memisahkan Meta dan Azka, tapi melihat sikap wanita itu, membuat Gagah mengambil keputusan yang sulit.


“Tidak! Tidak!” teriak Meta histeris.


Azka berada di luar bersama Roni, memandang sopir ayahnya itu saat mendengar teriakan Meta, lantas beralih ke pintu masuk hingga mendapati Gagah keluar dari sana.


Gagah mengulas senyum saat melihat Azka, kemudian berjongkok di hadapan putranya itu untuk mengutarakan niat membawa Azka.


“Azka ikut Papa, mau ‘kan?” tanya Gagah.

__ADS_1


Azka mengangguk-angguk, lagi pula sikap Gagah lebih perhatian dan sayang kepadanya.


Mereka pun pergi meninggalkan Meta, sepanjang perjalanan Azka terlihat sedang memikirkan apa yang sedang terjadi.


“Pa.” Azka menoleh sang ayah yang duduk di sampingnya.


“Ya, ada apa?” tanya Gagah.


“Kata Mama, Papa tergoda wanita lain yang usianya lebih muda dari Mama, bahkan bilang kalau Papa sebenarnya jahat,” ucap Azka sedikit takut.


Gagah mengulas senyum mendengar ucapan Azka, tidak terkejut jika Meta menjelek-jelekin dirinya di depan putranya itu.


“Kamu jangan bilang begitu, kamu sekarang tenang saja dan percaya kepada Papa. Kamu percaya Papa bukan?” tanya Gagah sambil mengusap kepala Azka.


“Sekarang kamu fokus belajar dan jangan memikirkan hal lainnya,” ujar Gagah kemudian.


***


Hari berikutnya, Ariel ternyata diam-diam menghubungi Arumi, dia benar-benar tidak tega melihat kondisi Rehan yang semakin memburuk. Untungnya Arumi mau menanggapi panggilannya, bahkan bersedia untuk bertemu. Mereka pun bertemu di sebuah kafe yang terdapat di mall.


“Maaf, jika kehadiranku membuat hubunganmu dengan Mas Rehan berantakan,” ucap Ariel penuh penyesalan saat bertemu Arumi.


Ariel tak langsung menceritakan kebohongan yang dibuatnya dengan Rehan, hanya sekadar meminta maaf.

__ADS_1


Arumi bersikap biasa saat bertemu dengan Ariel, meski begitu sebenarnya dia begitu kecewa tapi juga tak bisa apa-apa.


“Aku tidak menyangka jika semuanya akan berakhir seperti ini. Aku sangat mencintai dan juga mempercayai Mas Rehan, tapi jika semua sudah begini, aku juga bisa apa?” Arumi meluapkan kekecewaannya.


“Aku harap kamu tak begitu membenci Mas Rehan,” pinta Ariel.


“Entahlah, pasti akan sulit melupakan hal yang sangat menyakitkan.” Arumi tersenyum getir.


Saat keduanya masih berbincang, tak disangka Meta yang sedang jalan-jalan untuk mencari hiburan melihat Ariel.


“Dia!” Meta begitu murka melihat Ariel yang sedang bicara dengan seorang wanita, hingga langsung menghampiri untuk memberikan pelajaran.


“Dasar sialan!” Meta langsung menarik rambut Ariel ke belakang dengan begitu kuat.


Ariel terkejut dan memekik kesakitan, sedangkan Arumi panik saat melihat Meta yang datang dan tiba-tiba menjambak rambut Ariel.


“Aku harus memberimu pelajaran! Dasar perebut suami orang!” Meta menjambak sambil mencaci Ariel.


Arumi langsung berdiri untuk melerai, terlebih Ariel sedang hamil dan tampak begitu kesakitan.


Arumi berhasil membuat Meta melepas rambut Ariel dari cengkraman Meta, tapi saat Ariel hendak bangun, Meta langsung mendorong tubuh Ariel dan membuat istri siri Gagah itu tersungkur di lantai.


“Agh!” Ariel memegangi perut, wajahnya terlihat begitu kesakitan.

__ADS_1


__ADS_2