
Tak tinggal diam, Gagah menggelar jumpa pers tanpa sepengetahuan Ariel dan setelah Roni menyampaikan ke pengacara jika dirinya akan menuntut Meta.
Pria itu mengadakan acara di kediamannya, banyak wartawan yang hadir dan bersiap meliput keterangan dari pria yang baru saja menjadi walikota itu.
Gagah keluar ditemani Roni, dia sedikit kaget melihat puluhan wartawan yang langsung meliput dan mengambil gambarnya. Bahkan acara konferensi pers itu disiarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta.
“Terima kasih untuk teman-teman awak media yang telah hadir siang ini di sini,” ucap Gagah membuka acara itu.
Wartawan itu masih terus mengambil gambar saat Gagah bicara, ada pula yang merekam ucapan pria itu.
“Saya di sini untuk meminta maaf karena telah membuat gaduh dan heboh warga semuanya,” ucap Gagah kemudian.
“Mungkin kalian bertanya-tanya, kenapa seorang walikota seperti saya berada di sebuah rumah sakit dengan wanita yang tak ada hubungannya dengan saya. Jika kalian berpikir demikian, maka saya bisa tegaskan kalau informasi itu salah. Wanita yang saya temani, jelas memiliki hubungan khusus dengan saya.”
Para awak media mulai bertanya-tanya saat mendengar pengakuan Gagah.
“Asal teman-teman tahu, saya sudah bercerai dengan Meta—istri pertama saya. Lalu wanita yang saya temani di rumah sakit adalah istri saya sekarang ini. Jadi, tidak benar jika saya berselingkuh karena pada kenyataannya saya sudah tidak memiliki hubungan dengan Meta yang kini telah menjadi mantan istri saya,” ujar Gagah begitu tegas.
Para awak media terkejut dengan pengakuan Gagah, mereka tak pernah tahu akan berita perceraian Gagah dan Meta, tapi kenapa Gagah berkata jika sudah bercerai.
“Maaf, Pak Gagah. Tapi selama ini kami tidak pernah tahu jika Anda dan Bu Meta menjalani proses perceraian. Apakah pengakuan Anda bisa dipertanggungjawabkan?” tanya salah satu wartawan.
Gagah mengulas senyum menanggapi pertanyaan wartawan, sebelum kemudian menjawab, “Saya memang sengaja menyembunyikan berita perceraian saya karena tak ingin membuat gaduh.”
__ADS_1
“Jika tindakan saya memang dianggap tak layak, maka saya siap untuk mundur dari walikota. Saat ini apa yang saya rasakan dan inginkan, hanya saya yang tahu. Masalah bercerai, itu karena saya memiliki alasan kuat untuk melakukannya, jadi saya berharap teman-teman wartawan sekalian, juga seluruh warga kota ini paham akan keputusan saya.”
Gagah mengucapkan terima kasih setelah bicara, kemudian izin pamit untuk kembali ke rumah sakit dan menemani Ariel.
***
Di rumah sakit. Ariel menonton berita tentang konferensi pers yang diadakan Gagah. Dia sangat terkejut saat Gagah mengakui dirinya sebagai istri dan siap jika diminta mundur dari jabatannya.
“Mas Gagah.” Ariel sampai membungkam mulut karena tak percaya Gagah akan melakukan semua itu.
Tak selang beberapa lama, Gagah datang dan langsung mengulas senyum ke arah Ariel. Ariel sendiri menatap sendu ke suaminya itu.
“Mas Gagah kenapa melakukan semua itu?” tanya Ariel yang masih tak habis pikir. “Kenapa Mas Gagah melakukan hal bodoh itu? Bagaimana jika karir Mas hancur?”
“Kamu tidak perlu risau dan cemas, semua pasti akan baik-baik saja.”
“Tapi Mas ….”
“Tidak apa, yang terpenting sekarang aku ada bersamamu dan kita bisa bersama lagi.”
***
Sore harinya Arumi datang menjenguk Ariel, mungkin jika beruntung dirinya bisa mengetahui tentang alasan Rehan menjadikan Ariel istri palsu.
__ADS_1
“Bagaimana kondisimu?” tanya Arumi saat sudah duduk di kursi sebelah ranjang Ariel.
“Sudah mendingan,” jawab Ariel, tak menyangka jika Arumi akan menengoknya.
Arumi mengangguk-anggukan kepala, kemudian berucap, “Riel, boleh aku tanya sesuatu.”
“Tanya apa?” Ariel menatap Arumi dengan dahi berkerut.
“Apa alasan Rehan menjadikanmu istri? Aku mohon jawab dengan jujur agar ada kelegaan di hatiku,” pinta Arumi dengan tatapan sendu dan memohon.
Ariel tak mungkin berbohong karena Arumi sudah tahu semuanya, hingga akhirnya dia pun menceritakan apa yang terjadi dengan Rehan.
Arumi begitu terkejut dan syok dengan hal yang didengar, bagaimana bisa Rehan menyembunyikan penyakit mematikan itu darinya.
“Dia hanya tidak ingin kamu sedih, aku harap kamu paham,” kata Ariel di akhir cerita.
“Aku paham, aku sangat paham.” Arumi masih syok hingga tatapannya seperti kosong.
“Aku harus mencarinya,” ucap Arumi dengan bibir bergetar.
Ariel mengangguk, hingga melihat Arumi yang bergegas pergi dari sana.
“Semoga kalian bisa saling mengerti dan tidak ada dusta yang akan menyakiti hati kalian.”
__ADS_1