Godaan Pelakor Belia

Godaan Pelakor Belia
Bab 83 : Pertanyaan Rehan


__ADS_3

Ariel menatap Rehan yang tak menjawab tawarannya lalu mie instan yang dipegang.


“Anda mau? Kalau mau saya buatkan sekalian,” kata Ariel.


Rehan menatap Ariel kemudian menggelengkan kepala pelan. “Aku tidak bisa makan makanan seperti ini, aku hanya boleh makan makanan sehat,” balas Rehan tanpa menjelaskan alasannya.


Ariel pun mengedikkan kedua bahu karena Rehan tak mau. Dia lantas memasak mie dan mengabaikan pria itu.


Rehan sendiri memilih menarik kursi dan duduk menunggu Ariel membuat mie, seharusnya dia bisa kembali ke kamarnya, tapi entah kenapa masih ingin berada di sana. Padahal dia keluar hanya iseng ingin mencari udara tadi.


Ariel sudah selesai memasak mie, kemudian duduk berhadapan dengan Rehan dan bersiap untuk menyantap makanan siap saji itu.


Rehan terus mengamati Ariel yang khidmat menikmati mie, hingga rasa penasaran akan gadis itu muncul dan membuatnya memberanikan diri bertanya.


“Berapa umurmu? Tampaknya kamu masih sangat muda,” kata Rehan.

__ADS_1


Ariel melirik sekilas ke Rehan, sebelum kemudian kembali fokus ke mienya. Rehan semakin penasaran karena Ariel tak langsung menjawab, dia pun kembali melontarkan pertanyaan.


“Kamu bukan dari kota ini, ‘kan? Logat dan caramu bicara tidak seperti orang sini?” tanya Rehan lagi.


Ariel lagi-lagi tak menjawab, membuat Rehan semakin penasaran dengan gadis itu.


Rehan kemudian menoleh ke rak di mana dirinya tadi melihat susu hamil di sana. Dia lantas menunjuk ke rak itu sambil menatap Ariel, kemudian bertanya, “Apa susu itu untukmu? Secara perempuan di tempat ini hanya kamu dan simbok itu. Tidak mungkin Abil 'kan? Apa kamu sedang hamil?”


Ariel terdiam sejenak mendengar pertanyaan Rehan, hingga kemudian mengangkat wajah dan menatap pria yang duduk di hadapannya.


Rehan menaikkan satu alis, kemudian kembali bertanya, “Mana suamimu? Aku sepertinya tidak melihat ada pria di sini? Selain pria sepuh penjaga gerbang depan.”


Mendengar cecaran pertanyaan dari Rehan, membuat Ariel merasa tak nyaman. Dia tak menjawab pertanyaan terakhir pria itu, dan memilih buru-buru menghabiskan makanannya lalu segera pergi dari sana sampai tidak mencuci bekas alat makannya.


Rehan tersenyum tipis melihat tingkah Ariel yang susah sekali diajak bicara, lantas memilih ikut pergi dari dapur menuju kamarnya kembali.

__ADS_1


Di kamar, Rehan langsung merebahkan diri di ranjang, mengambil ponsel dan membuka aplikasi sosial media setelah satu bulan sama sekali tidak membukanya.


Rehan tersenyum melihat banyaknya komentar dari temannya yang mendoakan kesehatannya, hingga dia tak sengaja melihat iklan akun gosip yang lewat di beranda akun sosial medianya.


“Tunggu!” Rehan bangun untuk melihat jelas foto yang terpampang di akun gosip itu.


Rehan sangat penasaran, hingga akhirnya membuka artikel gosip itu. Dia membaca gosip tentang kasus skandal perselingkuhan Gagah dan wanita bernama Ariel.


“Tunggu! Bukan Ariel ini, ‘kan?” Rehan tampak berpikir.


Foto di depan beranda tidak memperlihatkan dengan jelas wajah wanita selingkuhan Gagah, hal ini membuat Rehan penasaran dan semakin menggeser layar untuk membaca berita gosip itu.


Tak lama, Rehan terperangah saat melihat foto terakhir yang berada di bagian paling bawah artikel, di sana tertulis jika itu adalah foto selingkuhan Gagah.


Rehan menyugar kasar rambut ke belakang mendapati kenyataan jika Ariel adalah seorang selingkuhan, hingga berpikir jika gadis itu tidak menjawab semua pertanyaannya tadi, pasti karena masalah ini.

__ADS_1


“Apa dia di sini karena sedang bersembunyi?” gumam Rehan.


__ADS_2