Godaan Pelakor Belia

Godaan Pelakor Belia
Bab 47 : Takut Menambah Beban


__ADS_3

Ariel memijat kening, kenapa Mika menghubungi Roni, apakah teman julid sekampusnya itu menyukai om nya? Ah ... jika memang benar, Ariel tak akan sudi mendapat calon tante seperti Mika.


Gagah memandang Roni yang masih tampak bingung melihat reaksi Ariel, hingga kemudian dengan iseng menggoda pria itu.


“Daun muda nggak apa-apa, Ron. Asal dia baik,” ucap Gagah menggoda Roni yang sedang bingung.


Ariel langsung mendelik mendengar ucapan Gagah, suaminya itu tidak tahu saja seperti apa kelakuan Mika.


“Kalau aku tidak akan pernah setuju!” Ariel mengemukakan pendapatnya.


Gagah dan Roni pun langsung memandang Ariel. Gadis itu menunjukkan rasa tak sukanya dengan memajukan bibir.


“Kenapa? Biarkan saja Roni mendapat pasangan dan tidak menduda terus,” seloroh Gagah.


“Bukan aku tidak suka karena Om yang ingin dekat dengan wanita, tapi lihat dulu wanitanya seperti apa,” balas Ariel.


“Memangnya, Gadis itu seperti apa?” tanya Gagah penasaran karena melihat Ariel yang tampak tak suka.


Roni sendiri hanya diam saja mendengarkan obrolan Gagah dan Ariel, padahal dua mahkluk itu sedang membahas dirinya.


“Mika itu teman kampusku yang suka mefitnah aku, bahkan dia yang sering menyebar gosip tentangku dan membulliku,” jawab Ariel menceritakan bagaimana kelakuan Mika.

__ADS_1


Tentu saja Gagah dan Roni terperanjat, bagaimana bisa gadis yang membenci Ariel kini malah mengejar pria itu.


“Hah? Kalau tahu dia adalah teman yang suka jahat kepadamu, sudah pasti aku diamkan kalau perlu blokir nomornya!” geram Roni begitu mendengar cerita Ariel.


“Enak saja dia, benci sama kamu tapi mau mengenal aku. Dia ini muka tembok atau apa?” Roni kesal dan seperti anti ke Mika, setelah tahu kelakuan gadis itu ke keponakannya.


***


Setelah makan malam dan Roni berpamitan pulang. Gagah dan Ariel kini berada di atas ranjang, mereka bercengkrama untuk sekadar melepas penat seharian.


“Meta tidak menganggumu lagi, ‘kan?” tanya Gagah saat keduanya berbincang.


“Tidak, Mas,” jawab Ariel sambil menyandarkan kepala dengan manja di dada pria itu.


Gagah seketika menegakkan badan mendengar ucapan Ariel, dia membuat istrinya itu ikut bangkit dari pelukan.


“Mengancam bagaimana?” tanya Gagah penasaran. Jangan sampai Meta bertingkah di luar batas kewajaran.


Ariel duduk bersila menghadap Gagah, dia memandang wajah pria itu yang tampak kesal bercampur cemas.


“Dia bilang bisa bertindak kejam jika aku tidak mengikuti ucapannya. Kali ini dia hanya memperingatkan, tapi selanjutnya tidak tahu apa yang akan dia perbuat, kalau aku tetap bersikeras memilih berada di sisi Mas Gagah, " ucap Ariel panjang lebar.

__ADS_1


"Apa aku salah jika tetap memilih bersama Mas Gagah?” tanyanya kemudian dengan mimik wajah sedih.


Gagah menghela napas berat, kemudian meraih tangan Ariel dan membawa gadis itu ke pelukan. Penuh perhatian Gagah membelai rambut sang istri, dia mencoba menenangkan perasaan Ariel. Gagah merasa bersalah karena telah membawa Ariel ke dalam hidupnya, sampai akhirnya kini gadis itu mendapatkan banyak tekanan dari Meta.


“Kenapa kamu baru bicara sekarang? Kenapa tidak sejak kemarin?” tanya Gagah.


“Aku hanya takut menambah beban pikiran Mas Gagah,” jawab Ariel masih berada di dekapan sang suami.


“Kamu tenang saja, aku akan memastikan keselamatanmu. Tidak akan aku biarkan Meta berbuat hal buruk kepadamu,” ucap Gagah meyakinkan jika semua akan baik-baik saja.


Ariel mengangguk manja, kemudian mendongak untuk bisa menatap wajah Gagah yang ternyata sudah memandangnya juga.


“Aku percaya Mas Gagah," kata Ariel. "Mas Gagah, kenapa Mas bisa setampan ini sih?" pujinya merayu.


_


_


_


INFO

__ADS_1


halo geng buat kalian yang mau masuk Group chat Na bisa ketuk pintu ya, pastikan komen di novel Na agar di acc sama admin.


Love you


__ADS_2