Godaan Pelakor Belia

Godaan Pelakor Belia
Bab 88 : Menikah Pura-pura


__ADS_3

“Kita bisa pikirkan itu nanti, yang terpenting sekarang kita bersama lagi, Riel,” bujuk Gagah. “Kamu jangan menolak atau kabur lagi dariku, kumohon,” pinta Gagah masih mencoba terus membujuk.


Ariel masih terisak, dia tak bisa menahan derai air mata yang terus menetes dari kelopak mata.


Roni melihat Gagah dan Ariel yang masih berpelukan, kemudian mendekat dan mencoba mengingatkan.


“Pak, lebih baik kita masuk dulu,” kata Roni. Ia takut jika sampai ada yang melihat Gagah dan Ariel.


Gagah melepas pelukan dari Ariel, memandang Roni sebelum kemudian mengangguk tanda setuju. Ariel menghapus air mata di wajah, hingga Gagah membantu mengusapnya penuh kasih, sebelum kemudian menggandeng Ariel masuk.


Ketiganya pun ke dalam, hingga bertemu lagi dengan Rehan yang ternyata masih duduk di sofa. Rehan terlihat biasa saja, masih mengulas senyum saat melihat Ariel yang terlihat jelas baru saja menangis.


Gagah menatap dingin ke Rehan, dia tidak suka dengan pria itu karena tadi pagi merangkul Ariel.


Gagah benci melihat senyuman pria itu kepada istri sirinya, apalagi Rehan pasti tahu kalau dirinya adalah seorang walikota serta mungkin sudah tahu juga kalau Ariel adalah selingkuhannya.

__ADS_1


“Aku ke dapur untuk membuatkan minum dulu ya Mas,” kata Ariel pamit ke dapur.


Gagah mengangguk dan membiarkan Ariel pergi, hingga tatapannya tertuju ke Rehan yang duduk berhadapan dengannya. Kini di ruangan itu hanya ada dirinya, Roni, dan Rehan.


“Kenapa tadi pagi kamu merangkul pundaknya?” tanya Gagah tanpa basa basi, dia tak senang melihat hal itu, dan cemburunya pun semakin menjadi-jadi. Ditatapnya Rehan yang tampak duduk dengan santai.


Rehan terkejut karena Gagah melihat kejadian pagi tadi, hingga dia malah mengucapkan kalimat yang membuat Gagah semakin meradang.


“Aku mau menjadikan Ariel istriku,” jawab Rehan.


“Apa? Apa maksudmu, hah?”


“Pak, tenang dulu. Ingat kita ada di mana,” bisik Roni.


Namun, Gagah benar-benar masih emosi, bagaimana bisa Rehan ingin menikahi Ariel yang notabene adalah istrinya.

__ADS_1


Rehan memandang Gagah yang begitu murka dan kini sedang ditenangkan Roni, sepertinya Gagah sangat mencintai Ariel, begitu pikir Rehan.


“Bukankah keputusan ini baik untuk semua orang,” ucap Rehan santai. “Ariel bisa aman dari cibiran semua orang, bahkan masih bisa juga berhubungan denganmu. Lalu aku bisa mewujudkan keinginanku juga,” imbuh Rehan.


Gagah mengerutkan dahi mendengar ucapan Rehan, hingga kemudian memilih kembali duduk dan menahan emosinya.


“Apa maksudmu baik untuk semua orang?” tanya Gagah sambil menatap tajam Rehan. Pria itu pun mengulas senyum menanggapi pertanyaannya barusan.


Gagah terdiam sejenak untuk menelaah maksud ucapan Rehan, hingga kemudian sadar dengan apa yang dimaksud pria itu.


“Kamu ingin pura-pura menikah dengan Ariel? Apa itu maksudmu?” tanya Gagah dengan satu sudut alis tertarik ke atas.


Rehan mengedikkan kedua pundak menanggapi pertanyaan Gagah. “Aku yakin kalau kamu sangat cerdas, pasti bisa menebak apa yang aku rencanakan,” kata Rehan. Ia tak berbicara formal ke Gagah karena pria itu seusianya, dan lagi Gagah juga tidak ada sopan-sopannya berbicara padanya.


“Lalu, keinginan apa yang kamu maksud, kenapa ingin menikah pura-pura dengan Ariel?” tanya Gagah penasaran.

__ADS_1


Rehan tersenyum tipis menanggapi pertanyaan Gagah, kemudian dia berkata, “Hanya Ariel yang tahu alasanku ingin menikah pura-pura dengannya.”


Gagah terus menatap Rehan, dia merasa sedikit tak percaya dengan niatan pria itu. Jika memang pernikahan pura-pura itu sangat penting untuknya, kenapa tidak menjelaskan saja alasannya.


__ADS_2