Godaan Pelakor Belia

Godaan Pelakor Belia
Bab 81 : Pria Baik Hati


__ADS_3

Ariel memandang Rehan sambil menyelipkan helaian rambut yang sedikit berantakan, kemudian mengalihkan tatapan karena pria itu juga memandang dirinya.


“Tempat Anda sudah siap,” ucap Ariel sambil menunjuk ke kamar yang akan ditempati Rehan. “Saya permisi dulu karena masih harus bekerja,” imbuh gadis itu kemudian.


Ariel sedikit membungkukan badan, kemudian meninggalkan Rehan. Pria itu masih memandang ke mana Ariel pergi. Ia nampak seumuran dengan Gagah, tapi mungkin sedikit lebih muda dari wali kota tampan itu.


Rehan adalah seorang CEO sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata, dia sengaja pergi ke Jogja secara diam-diam dan menyembunyikan identitasnya, selain untuk liburan dia juga mencari beberapa penginapan lokal yang bisa diajak kerjasama dengan perusahaannya.


Setelah meletakkan barang di kamar, Rehan duduk di kursi kayu yang ada di dekat joglo. Dia memandang Ariel yang sedang sibuk menyapu halaman, di mana daun kering berguguran. Rehan terus memperhatikan Ariel, tapi dia tidak tahu jika gadis itu pernah terkena skandal sebagai selingkuhan calon wali kota, karena Rehan tak pernah menonton channel gosip dan jarang membuka media sosial.


Rehan masih terus memperhatikan Ariel, saat sebuah bola tiba-tiba menyenggol kaki dan membuatnya terkejut.


Ternyata Abil sedang main bola, anak itu melempar cukup keras sampai bola menggelinding mengenai kaki Rehan.

__ADS_1


Rehan mengambil bola itu, hingga melihat Abil yang berjalan mendekat sambil menunduk.


“Maaf, Om. Aku tidak sengaja,” kata Abil masih dengan kepala menunduk. Bahkan meremas jari-jemari karena takut.


“Ini bolamu?” tanya Rehan dengan suara lembut.


Abil mengangguk-angguk pelan karena takut, apalagi Rehan adalah tamu dan Abil takut dianggap tidak sopan juga nakal. Dia terus menunduk karena tak berani memandang


Rehan tersenyum melihat Abil yang tampak ketakutan, serta melihat jika bocah itu bertanggung jawab dengan mau meminta maaf.


Abil terkejut mendengar pertanyaan Rehan, berpikir jika pria itu pasti akan memarahi dirinya karena tidak sopan. Namun, saat mengangkat kepala dan melihat senyum di wajah pria itu, Abil begitu lega.


“Om, tidak marah?” tanya Abil memastikan. Ditatapnya pria yang terus mengulas senyum kepadanya.

__ADS_1


“Tidak, aku malah senang karena ada yang bisa aku ajak main. Di sini aku kesepian,” jawab Rehan sedikit berbisik di akhir kalimat.


Abil tersenyum lebar, kemudian mengangguk tanda setuju untuk bermain bersama pria itu. Keduanya berakhir bermain bola bersama di halaman, terlihat gelak tawa dari Abil karena ulah Rehan yang bermain sambil bercanda.


Di sisi lain, Ariel pergi ke dapur setelah selesai menyapu. Dia membantu Mbok Supri—pembantu Anisa yang memang bertugas membuat makanan untuk tamu homestay.


“Makanannya semua direbus?” tanya Ariel ketika melihat sayur maupun ikan semuanya direbus dan tak ada yang mengandung minyak.


“Iya, ini sesuai daftar yang diminta sama tamu itu,” jawab Mbok Supri menoleh sekilas ke Ariel yang berdiri di sampingnya.


“Pak Rehan?” tanya Ariel memastikan karena hanya Rehan yang menyewa selama beberapa hari.


“Iya,” jawab Mbok Supri sambil masih mengolah sayur. “Kata Bu Anisa, dia akan menginap tiga hari, lalu minta hidangan untuknya jauh dari minyak. Jadi semua memang minta direbus saja, nggak boleh digoreng,” imbuh wanita paruh baya itu.

__ADS_1


Ariel pun mengangguk-angguk paham, meski terlihat aneh tapi itu adalah permintaan tamu, jadi Ariel dan Mbok Supri hanya bisa menuruti.


__ADS_2