Godaan Pelakor Belia

Godaan Pelakor Belia
Bab 77 : Mencari Ariel


__ADS_3

Ariel masih menundukkan kepala, bingung apakah harus jujur ke Anisa. Namun, dirinya sudah beberapa hari tinggal di sana dan menerima kebaikan yayasan itu, jadi tak mungkin bagi Ariel untuk berbohong.


“Iya Bu, semua itu benar,” ucap Ariel jujur.


Anisa tidak terkejut, wanita itu masih memandang dan menunggu cerita, dari gadis yang dia tampung karena tahu Ariel adalah gadis yang digosipkan dengan Gagah Wiryawan.


Ariel pun menceritakan semuanya, dari niat dirinya mau menjadi seorang selingkuhan karena dendam, hingga akhirnya mencintai dengan tulus Gagah, sebelum memilih pergi.


Anisa mengembuskan napas pelan, sebagai orang yang sudah makan asam garam, dia merasa jika Ariel masih terlalu labil dalam mengambil sebuah keputusan.


“Kamu salah jika memilih pergi dan lari dari masalah, seharusnya kamu menyelesaikan apa yang sudah kamu mulai,” kata Anisa setelah mendengarkan cerita Ariel.


“Aku tidak bisa, aku takut terjadi sesuatu dengan bayiku,” kata Ariel, dia membantah sedang lari dari masalah.


“Tapi tetap saja, seharusnya kamu tidak kabur. Sebaik-baiknya masalah bisa diselesaikan agar tidak ada beban yang mengganjal di hatimu,” kata Anisa mencoba menasihati.

__ADS_1


Ariel terdiam tidak berani membalas ucapan Anisa. Benar, dirinya hanya takut jika semua pemikiran tentang Gagah yang tak menginginkan dan ingin membuangnya adalah benar, hanya saja dia tidak siap jika mendengarnya langsung dari bibir Gagah.


***


Dua hari berlalu sejak pelantikan Gagah. Kini pria itu sudah memiliki rumah dinas dan hendak mengurus perceraiannya dengan Meta.


“Apa Anda sudah yakin?” tanya pengacara Gagah saat menemui pria itu di rumah dinas.


“Sangat yakin, aku tidak ingin menundanya lagi,” jawab Gagah.


“Pak, Anda harus melihat ini,” kata sang asisten.


Gagah pun memperhatikan layar televisi yang sedang menyiarkan sebuah berita gosip tentang Gagah. Ia dituduh telah melakukan suap dan korupsi untuk kampanye. Tentu saja ini sangat buruk untuk Gagah, mengingat dirinya baru saja dilantik dan sudah ada berita negatif tentangnya.


“Siapa yang menyebar berita ini?” Gagah tampak geram karena berita yang muncul sama sekali tidak benar.

__ADS_1


Gagah pun meminta asistennya untuk menghubungi timnya guna membahas gosip itu.


Di sisi lain, ternyata Pradana lah biang kerok yang menyebarkan berita palsu itu. Dia tahu jika Gagah pasti akan menceraikan Meta setelah mendapat jabatan, hal ini membuat Pradana berpikir untuk memojokkan Gagah agar pria itu tak meninggalkan Meta karena jelas membutuhkan putrinya itu.


Gagah meminta Roni untuk datang menemuinya. Dia juga meminta pengacara untuk mengurungkan dulu mengajukan gugatan cerai.


“Kamu sudah lihat berita itu?” tanya Gagah saat Roni menemui.


“Ya, saya tahu itu tidak benar,” jawab Roni.


Gagah menghela napas kasar, kemudian mengusap wajah dan memandang Roni. Dirinya baru saja dilantik tapi lagi-lagi masalah dan berita buruk menghampiri, seolah banyak orang yang memang menginginkan dirinya jatuh. Masalah gosip ini membuat Gagah juga tak bisa mencari keberadaan Ariel secara langsung, perpindahan tugas ke tangannya sudah cukup memakan waktu, kini masih ditambah dengan berita yang sama sekali tidak benar.


“Ron, aku ingin sekali mencari Ariel, tapi tak bisa karena masalah yang tak ada habisnya seperti ini. Aku ingin minta bantuanmu, tolong cari informasi tentang keberadaannya, temukan dia,” pinta Gagah memberikan mandat ke Roni.


Roni mengangguk, selama beberapa hari ini juga sudah mencari informasi tentang Ariel tanpa diperintah oleh Gagah. Dia juga merasa kehilangan, karena bagaimanapun Ariel adalah keponakannya.

__ADS_1


__ADS_2