Godaan Pelakor Belia

Godaan Pelakor Belia
Bab 32 : Menginginkan


__ADS_3

Gagah menunduk, dia melihat Ariel masih sibuk membaca buku yang ada di tangan. Bibirnya menipis manis, pria itu menutup buku di tangan dan meletakkannya ke samping. Terang saja Ariel yang melihat langsung mendongak, alisnya bergelombang. Ia tutup buku dan memeluknya di depan dada.


“Mas Gagah sudah selesai?” tanya Ariel, dia hendak meneggakkan badan tapi Gagah menahannya.


“Kenapa?” Ariel semakin heran dan Gagah hanya menggeleng.


“Sudah lanjutkan saja bacanya.” Setelah menjawab istri belianya itu, Gagah mengusap pipi. Ia belai rambut Ariel penuh kasih sayang, sedangkan gadis itu melakukan apa yang dia perintahkan.


Namun, terang saja Ariel tidak bisa kembali fokus karena sadar Gagah sedang memindai wajahnya. Ariel pun salah tingkah, dia kembali menutup bukunya dan mendongak untuk melihat sang suami.

__ADS_1


“Mas Gagah ngapain lihat aku terus?” tanya Ariel heran, dan bukannya jawaban yang dia dapat tapi sebuah kecupan lembut di kening.


Gagah tak langsung menjauhkan kepala, dia masih menunduk hingga wajahnya dan Ariel begitu sangat dekat. Ariel pun tersenyum, dia angsurkan sebelah tangan untuk membelai pipi Gagah lalu memejamkan mata. Ia seolah bisa membaca pikiran Gagah bahwa selanjutnya pria itu pasti akan memberikan kecupan lembut di bibir.


Ariel tersenyum, sentuhan hangat bibir Gagah selalu bisa menghangatkan hatinya. Meski awalnya hanya menggoda, tapi kini dia pun ikut tergoda. Jiwanya yang haus akan kasih sayang sosok orangtua seperti terisi kembali. Meski menjadi yang kedua, meski Gagah tak seutuhnya menjadi miliknya, tapi Ariel yakin pria itu sangat mencintainya, meski dia juga tahu konsekuensi dari perbuatannya. Dia mungkin tidak bisa memiliki Gagah selamanya.


“Leherku pegal,” ucapnya diiringi tawa renyah dari Gagah sebagai balasan.


Pria itu kembali mengusap pipinya, dan Ariel tahu Gagah pasti menginginkan kehangatan tubuhnya. Ia mengalungkan tangan ke leher Gagah, lalu mendekatkan wajah.

__ADS_1


Kali ini Ariel yang memulai, dia biarkan Gagah terdiam sedangkan dia menikmati, gadis itu melumaat bibir pria yang dia rebut cintanya dari sang istri sah. Bahkan secara naluriah Ariel naik ke pangkuan Gagah dan meremas rambut bagian belakang pria itu.


Ariel tak malu menunjukkan bahwa dirinya juga sangat menginginkan Gagah, bahkan dia raih tangan pria itu dan mengangsurkannya ke dada. Ariel ingin Gagah meremas dadanya. Tak butuh waktu lama, bermesraan adalah hal yang paling membahagiakan untuk orang yang sedang dimabuk asmara, begitu juga dengan Ariel dan Gagah, mereka mulai melucuti satu persatu pakaian sebelum kembali berciuman dan membuat inti tubuh mereka geli.


Birahi menguasai hingga Gagah membalik tubuh Ariel, membaringkan istrinya itu ke ranjang dan mengurungnya di bawah kendali.


Netra Ariel benar-benar penuh nafsu, dia tidak tahu sejak kapan mulai candu dengan sentuhan dan milik Gagah yang gagah berani menjamah dan mengacak-acak lembah surganya. Gadis itu mendesau saat Gagah memasukinya dengan sekali dorong. Ariel meremas dadanya sendiri membuat Gagah semakin kehilangan kewarasan. Yang ada di pikiran pria itu sekarang hanyalah memuaskan nafsu yang sudah naik sampai ubun kepala.


Gagah mendorong pinggulnya lebih dalam, dia menumbuk dengan lembut hingga lama-kelamaan desaah halus lolos dari bibir Ariel. Gadis itu sejak kemarin tidak lagi meminum obat yang diberikan Roni, dia tidak ingin lepas dari Gagah dan bahkan sekarang berniat untuk hamil anak pria itu. Ariel berniat merahasiakan selamanya alasan dia mendekati Gagah, karena menurutnya yang paling penting dia bisa menghancurkan Meta.

__ADS_1


__ADS_2