Godaan Pelakor Belia

Godaan Pelakor Belia
Bab 60 : Jatuh Cinta


__ADS_3

Sementara itu, Mika membawa Ariel pergi. Mereka ke kafe yang jauh dari jangkauan wartawan, kemudian Ariel menghubungi Roni agar menjemputnya karena tak mungkin jika pulang sendiri, karena yakin jika wartawan pasti masih akan terus mengejar.


Tak butuh waktu lama, Roni pun datang ke kafe tempat Ariel berada, hingga terkejut saat melihat Mika juga ada di sana.


“Kenapa kalian bisa bersama?” Roni bingung hingga bertanya sambil menunjuk Ariel dan Mika bergantian.


“Duduk dulu, Om.” Ariel meminta Roni untuk duduk agar dirinya bisa bercerita.


“Ada apa?” tanya Roni setelah duduk.


Ariel menceritakan jika tadi dirinya dikejar wartawan dan Mika menolongnya kabur. Roni mendengarkan dengan seksama, sambil sesekali melirik Mika yang duduk berseberangan dengannya.


Mika sendiri melakukan semua ini karena tentu saja tujuannya untuk mendapatkan perhatian Roni, agar pria itu berpikir jika dirinya sangat baik dan kemudian benar-benar bisa jatuh cinta kepadanya.


Sedangkan bagi Roni sendiri mau baik atau tidak, yang terpenting Mika tidak membuat onar.


“Jadi seperti itu, Om. Kemungkinan aku dan Mas Gagah tidak akan bisa bertemu di apartemen. Aku saja ingin pulang tidak bisa,” ucap Ariel setelah selesai bercerita.

__ADS_1


Roni tampak berpikir, mencoba mencari solusi tentang masalah wartawan yang memburu Ariel. Sedangkan, Mika tampak tersenyum mendengar kegelisahan Ariel, hingga ingin memanfaatkan hal ini untuk bisa semakin membuat Roni memperhatikan dirinya.


“Aku punya ide.”


Suara Mika membuat Roni dan Ariel langsung menatap gadis itu.


“Ide apa?” tanya Ariel dengan dahi berkerut.


“Ide agar kamu bisa bertemu Pak Gagah. Aku punya tempat yang aman untuk kalian bertemu, bagaimana?” tanya Mika penuh harap agar Ariel mau menerima tawarannya.


Ariel dan Roni saling tatap, kemudian sama-sama memandang Mika dan akhirnya setuju dengan ide gadis itu.


Ariel terkejut melihat unit apartemen Mika yang berada di kawasan elite di kota itu, kini dia baru sadar betapa kayanya Mika.


Tak berselang lama Gagah datang dan begitu senang bisa bertemu Ariel, apalagi tadi Roni sempat bicara jika Ariel diburu wartawan.


Mika meletakkan gelas berisi air di meja depan Roni, sebelum kemudian duduk berseberangan dengan pria itu. Mereka berdua duduk di meja makan, sedangkan Ariel dan Gagah duduk di ruang tamu.

__ADS_1


Roni memandang Mika yang terus tersenyum kepadanya, merasa heran karena gadis itu berusaha keras untuk bisa mendapatkan dirinya.


“Aku masih heran denganmu,” kata Roni.


“Heran kenapa?” tanya Mika dengan senyum yang tak pudar dari wajah.


“Kenapa kamu sangat tergila-gila dan terus berusaha ingin berdekatan denganku? Padahal di luar sana masih banyak pemuda tampan dan kaya yang bisa kamu pacari?” tanya Roni penasaran.


“Pemuda itu biasa, yang luar biasa itu pria sepertimu. Apalagi sekarang om-om memang lebih menggoda,” jawab Mika blak-blakkan.


Roni tersedak ludah mendengar jawaban Mika, bagaimana bisa gadis itu bicara tanpa rasa malu seperti itu.


“Ya, kalau om-om itu pria kaya. Sedangkan aku ini hanya pria biasa, bagaimana bisa kamu menyukaiku?” tanya Roni lagi.


Mika menggunakan siku untuk bertumpu di meja, kemudian telapak tangannya menyangga dagu.


“Jatuh cinta pada pandangan pertama itu layak diperjuangkan. Aku menyukaimu sejak pertama kali bertemu, jadi aku akan terus berusaha agar bisa mendapatkanmu,” jawab Mika dengan tatapan tak teralihkan dari Roni.

__ADS_1


Roni salah tingkah, tak percaya kenapa bisa ada gadis seperti Mika ini. Hingga dia memilih menenggak air di gelas untuk mengalihkan pandangan dari Mika.


__ADS_2