
Ariel dan Rehan masih berbincang, membahas masalah tawaran pria itu, hingga tanpa mereka sadari seseorang mendekat ke arah mereka. Ariel mendongak karena sebuah bayangan menutup wajahnya. Ia sangat terkejut melihat siapa yang berdiri di hadapannya sekarang.
Ariel berdiri begitu juga dengan Rehan. Ariel menatap Gagah yang kini berdiri di hadapan dan memandang dirinya. Gagah sengaja datang di malam hari, agar tidak ada yang menyadari keberadaannya.
“Mas Gagah,” lirih Ariel karena tak menyangka jika Gagah akan berada di sana. Bibirnya bergetar dan tatapan matanya tak teralihkan dari wajah yang sudah lama tak dilihatnya itu.
Gagah terus menatap Ariel, sorot matanya menunjukan kerinduan yang amat dalam. Bahkan matanya sampai tak berkedip ketika akhirnya bisa melihat istri sirinya itu.
Ariel mengalihkan pandangan dari Gagah karena jantungnya berdegup dengan cepat, kemudian melirik ke belakang, melihat Roni yang sedang bicara dengan penjaga homestay.
“Pasti Om yang memberitahu Mas Gagah,” gumam Ariel dalam hati.
__ADS_1
Rehan tahu siapa pria yang kini sedang memandang Ariel, kemudian memilih pergi karena tak ingin mengganggu serta memberikan ruang untuk keduanya berbicara.
Begitu Rehan pergi, Gagah langsung memeluk Ariel begitu erat. Ariel terkejut dengan apa yang dilakukan Gagah, hingga tangisnya pun pecah. Ia membalas pelukan Gagah tak kalah erat. Ariel tidak menyangka bisa melihat pria yang sangat dicintainya itu di sini. Keduanya berpelukan sangat lama, Ariel sendiri tak henti menangis untuk meluapkan rasa rindu yang ingin diingkarinya.
“Kenapa kamu pergi begitu saja meninggalkanku?” tanya Gagah masih memeluk. Rasanya tak ingin dia melepas Ariel meski hanya sedetik.
Ariel tak mampu menjawab, suaranya seolah tercekat di tenggorokan. Dia seolah sedang terlena dalam dekapan rasa rindu yang menggunung.
Ariel mengganggukkan kepala. “Maaf, Mas. Maaf.”
Saat ini hanya kata maaf yang mampu diucapkan Ariel demi menebus rasa bersalahnya meninggalkan Gagah. Awalnya Ariel sudah membulatkan tekad untuk melupakan cintanya kepada pria itu, tapi kenyataannya benteng yang sudah dibangunnya runtuh karena pelukan hangat pria yang dicintainya itu.
__ADS_1
Ariel kemudian memeluk perutnya, masih dengan terisak dia berkata, “Aku hanya takut jika sampai anak kita dilukai. Aku mohon Mas Gagah jangan menemuiku lagi, demi keselamatannya. Aku mohon!"
“Percayalah kepadaku, Riel. Aku benar-benar akan menceraikan Meta. Kemarin aku kembali tersandung kasus miring tentang gosip korupsi dan suap, sehingga aku terpaksa memundurkan proses perceraianku dengan Meta demi mengamankan posisiku lebih dulu,” ucap Gagah untuk meyakinkan Ariel.
“Tapi setelah ini, aku benar-benar akan menceraikannya. Aku mohon tunggu dan bersabarlah! jangan pergi dariku!” pinta Gagah lagi.
Ariel menggelengkan kepala, dia tetap merasa kalau keputusan Gagah tidaklah benar.
“Mas, meski kalian bercerai, kemudian kita menikah, maka kita tetap akan kena hujatan. Aku nggak mau nama baik Mas Gagah tercoreng karena menikahiku yang sudah dicap sebagai wanita perusak rumah tangga orang. Aku juga tidak mau jika nantinya anak kita dibully dan dianggap sebagai anak haram hasil perselingkuhan,” ucap Ariel terisak. Dia tak mampu membayangkan jika semua itu terjadi kepada mereka dan anaknya kelak.
Gagah juga bingung jika sampai nantinya sang anak nanti yang akan menjadi korban, tapi bolehkah dia egois? Dia menginginkan Ariel tetap bersamanya. Dia takkan melepas Ariel setelah susah payah menemukan istri belianya ini.
__ADS_1