Godaan Pelakor Belia

Godaan Pelakor Belia
Bab 80 : Mengurus Homestay


__ADS_3

Roni memandang Anisa, kemudian menceritakan siapa dirinya. Bahkan dia memperlihatkan foto-fotonya bersama Ariel dan Abil untuk meyakinkan wanita itu.


Setelah mengetahui jika Roni adalah saudara Ariel, akhirnya Anisa pun mengizinkan Roni. Pria itu diantar ke rumah Anisa karena Ariel memang sudah pindah ke sana setelah keluar dari rumah sakit.


“Riel, ada yang ingin menemuimu,” kata Anisa saat memanggil Ariel di kamar.


“Siapa?” Ariel terkejut karena ada yang mencarinya.


“Katanya dia om mu,” ucap Anisa.


Ariel terkejut mendengar ucapan Anisa, apakah om yang dimaksud adalah Roni. Ariel pun bergegas keluar kamar dan pergi menuju ruang tamu, hingga benar melihat Roni di sana.


“Om,” lirih Ariel memanggil Roni.


Roni begitu lega bisa melihat Ariel lagi, tapi juga bersiap marah karena keponakannya itu pergi begitu saja tanpa bicara. Anisa sendiri memilih meninggalkan keduanya, agar Roni dan Ariel bisa bicara dengan tenang.


“Kenapa kamu kabur, hah?” tanya Roni yang sudah cemas setengah mati.

__ADS_1


“Om, dengarkan aku dulu. Keselamatanku dan bayiku sekarang sedang dipertaruhkan, Om. Ada yang ingin mencelakaiku,” ujar Ariel dengan cepat sebelum Roni marah.


Ariel langsung mengajak duduk Roni, membuat pria itu bingung.


“Mencelakai?” Roni tak menyangka jika memang ada yang mengincar Ariel.


Ariel mengangguk, kemudian menceritakan yang terjadi kepadanya. Roni cukup terkejut, serta merasa jika Ariel takkan aman jika tidak disekitar orang-orang yang dikenal dan melindunginya.


“Kalau ada yang ingin mencelakaimu di sini, artinya tempat ini tidak aman untukmu, Riel. Kamu lebih baik ikut bersamaku pulang, aku akan menjagamu,” bujuk Roni.


Ariel menggelengkan kepala tanda menolak. “Tidak bisa, Om. Aku tidak bisa kembali.”


“Aku juga tidak bisa kembali kepadanya, aku mohon jangan beritahukan keberadaanku kepadanya. Aku ingin membesarkan anakku sendiri, aku tidak mau menambah dosaku, Om,” ujar Ariel menjelaskan.


“Tapi Pak Gagah pun berhak menjaga kalian, Riel. Apa kamu tidak memikirkan hal itu?” tanya Roni mencoba membujuk. “Pulang bersamaku, ya,” pinta Roni.


Ariel menggelengkan kepala, hingga tiba-tiba berlutut di hadapan Roni dan membuat pria itu terkejut.

__ADS_1


“Aku akui semua yang aku lakukan salah, Om. Aku sudah jadi pelakor dan itu sangat buruk. Aku mohon, aku hanya ingin hidup tenang bersama anakku kelak, Om.” Ariel sampai memohon agar Roni tak sampai bicara ke Gagah akan keberadaannya.


“Tapi itu bukan kesalahanmu, Riel. Semua itu terjadi karena kamu pun terpaksa,” ucap Roni. “Pak Gagah masih menerimamu, Riel. Pulang ya bersamaku, kamu akan aman jika ada yang melindungi,” bujuk Roni.


“Tidak, Om. Jika Om sayang kepadaku, tolong jangan buat aku semakin merasa bersalah dan berdosa,” ucap Ariel dengan kedua bola mata berkaca-kaca.


Akhirnya Roni tidak bisa berkata-kata, tidak tega melihat Ariel berlutut dan hampir menangis.


“Baiklah, aku akan membiarkanmu di sini. Tapi berjanjilah untuk menjaga diri baik-baik, serta jika ada masalah segera beritahu aku. Aku tidal akan memberitahu keberadaanmu ke Pak Gagah.” Janji Roni sebelum pulang.


***


Akhirnya Roni pulang dan Ariel aman di sana karena tak pernah keluar dari rumah Anisa. Anisa memiliki homestay di dekat rumah, Ariel di sana membantu membersihkan tempat itu. Hingga hari itu homestay kedatangan tamu dari luar kota, ternyata tamu itu adalah pria yang ditabrak Ariel saat di rumah sakit.


“Kamu, bukannya yang menabrakku di rumah sakit,” kata pria itu ketika melihat Ariel sedang bersih-bersih.


“I-iya,” balas Ariel sedikit canggung karena dirinyalah yang salah.

__ADS_1


“Anda Pak Rehan? Tadi Bu Anisa memberitahuku kalau Anda akan datang,” ujar Ariel ke pria bernama Rehan itu.


“Ya, Bu Anisa juga berkata jika akan ada yang mengurus tempatku menginap. Tak kusangka itu kamu,” balas Rehan dengan senyuman manis.


__ADS_2