
Hari berikutnya. Proses hukum tindak penganiayaan terhadap Ariel pun berlangsung. Meta digiring ke kantor polisi atas bukti-bukti dan saksi yang melihat, wanita itu melakukan tindak kekerasan di tempat umum hingga mengakibatkan Ariel keguguran.
Saat ditangkap, Meta terlihat tak takut sama sekali, bahkan sempat tertawa seolah dirinya menghina pihak berwajib yang sedang menangkapnya guna menjalani proses hukum.
“Jadi polisi sudah menangkapnya?” tanya Gagah ke Roni yang pagi itu bertandang ke rumah sakit.
Ariel hanya mendengarkan percakapan antara Gagah dan Roni, tidak berani berkomentar karena dirinya yakin saja dengan keputusan sang suami.
“Sudah dan langsung dijadikan tersangka karena bukti-bukti yang kita miliki. Bahkan pegawai kafe pun mau bersaksi untuk kita, jadi kita sudah menang besar,” jawab Roni penuh kelegaan karena akhirnya Meta akan merasakan dinginnya dinding penjara.
Gagah pun bernapas lega, hingga kemudian berkata, “Sekarang waktunya untukku mengundurkan diri sebagai walikota.”
Ariel menatap iba ke Gagah, karena dirinya sekarang pria itu harus merelakan impiannya menjadi seorang pemimpin.
Gagah pamit ke Ariel untuk pergi mengajukan surat pengunduran diri. Hingga Gagah dan Roni dibuat terkejut dengan banyaknya massa yang sedang berkerumun di depan rumah dinas wali kota.
Bukan untuk mendemo karena Gagah bercerai dan memiliki istri lain, melainkan untuk mempertahankan Gagah sebagai pemimpin mereka.
“Itu mobil Pak Gagah!” teriak salah satu warga yang berkumpul di depan rumah dinas.
__ADS_1
Orang-orang itu mengangkat banner bertuliskan ‘Jangan mundur menjadi walikota kami.’ Tentu saja hal itu membuat Gagah bingung dan terkejut.
Ditemani Roni dan beberapa penjaga yang langsung keluar gerbang saat melihat mobilnya, Pria itu menemui massa yang berkumpul di depan rumah dinas.
“Pak Gagah, jangan mundur menjadi walikota!” teriak salah satu warga.
“Benar! Pak Gagah juga manusia yang pernah berbuat salah, jadi kami tidak mempermasalahkan tentang keputusan Bapak bercerai!” timpal yang lain.
“Lagi pula istri Bapak juga jahat dan kejam, Bapak sudah benar dengan menceraikannya,” balas yang lain lagi.
“Pak Gagah tidak boleh mundur jadi wali kota, tetaplah jadi wali kota. Setuju!” Warga lainnya memprovokasi.
Gagah benar-benar terharu karena warganya mau memahami kondisi kehidupannya, hingga kemudian berjanji tidak akan mengundurkan diri jika memang itu kehendak warga.
Pradana sendiri sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Bukti yang diberikan Gagah, sudah sangat memberatkan sang putri, hingga akhirnya Pradana hanya bisa mencoba untuk meringankan hukuman Meta, dengan menyewa pengacara terbaik.
***
Setelah kejadian demo yang meminta Gagah tetap menjabat, akhirnya pria itu tetap memutuskan meneruskan masa jabatannya selama lima tahun ke depan. Meskipun harus beberapa kali menemui pejabat yang lebih tinggi darinya untuk dimintai klarifikasi.
__ADS_1
Gagah juga berencana untuk menikahi Ariel secara resmi, serta sudah mengurus segala keperluan yang dibutuhkan.
Kondisi Ariel sudah membaik. Setelah berhari-hari istirahat, akhirnya dia bisa kembali berangkat kuliah.
“Ariel!”
Mika dan Claudia langsung berhambur dan memeluk Ariel saat melihat temannya itu berangkat.
Mereka begitu senang karena akhirnya Ariel kembali ke kampus.
“Bagaimana kondisimu?” tanya Claudia.
“Sudah sangat baik,” jawab Ariel dengan seulas senyum.
“Senang melihat keponakanku sudah kuliah lagi,” ucap Mika sambil menatap Ariel.
Ariel menyipitkan mata, kenapa Mika masih saja bersemangat mengakui jika akan menjadi tantenya.
“Ayo ke kelas!” ajak Mika.
__ADS_1
Saat mereka akan masuk ke gedung perkuliahan, Ariel melihat beberapa mahasiswa yang memandangnya aneh. Namun, Ariel sekarang tak peduli, baginya kini kenyamanan dirinya sendiri dan tak mau memedulikan pendapat orang lain.
“Ayo!” Ariel merangkul lengan Mika dan Claudia, kemudian mereka pun berjalan ke gedung perkuliahan sambil bercanda dan tertawa.