Godaan Pelakor Belia

Godaan Pelakor Belia
Bab 69 : Siap Menerima


__ADS_3

Setelah bicara dengan Niken, Ariel pun memutuskan untuk pulang ke apartemen. Langkahnya begitu lemas saat menapaki setiap pijakan, rasanya begitu berat memikirkan bagaimana kalau Gagah benar-benar mengetahui semuanya.


Ariel menatap pintu apartemen, kemudian menghela napas berat sebelum menekan password pintu.


“Kamu di mana, Mas Gagah?” gumam Ariel. Ia masih berdiri di sana memandang daun pintu apartemennya.


Akhirnya Ariel pun membuka pintu dan masuk, hingga gadis itu terkejut saat mendapati siapa yang kini berdiri di ruang tamu.


“Mas Gagah?’ Ariel tak percaya bisa melihat pria yang sejak tadi memenuhi pikirannya itu.


Gagah menoleh ketika mendengar suara Ariel. Ternyata pria itu sedang mencari keberadaan Ariel yang tak ada di apartemen. Gagah tersenyum hangat saat mendapati istri sirinya itu datang, tampak satu tangan menenteng kantong plastik dengan logo salah satu minimarket ternama.


“Kamu dari mana? Aku baru mau menghubungi, ternyata kamu sudah pulang duluan. Lihat apa yang aku bawah?” Gagah menunjukkan kantong plastik di tangan. “Aku membeli susu khusus ibu hamil untukmu,” imbuh Gagah masih dengan senyum di wajah.


Ariel tertegun dengan rasa tak percaya bisa melihat senyum pria itu, hingga langsung mendekat dan memeluk suaminya itu. Dia memejamkan mata, merasakan sebuah kelegaan saat bisa melihat Gagah, tapi juga ada ketakutan akan sesuatu.

__ADS_1


“Aku sangat rindu Mas Gagah.” Ariel memeluk erat pria itu.


Gagah mengulas senyum, kemudian membalas pelukan istri sirinya itu.


“Aku juga merindukanmu,” balas Gagah kemudian mendaratkan sebuah kecupan di pucuk kepala Ariel.


Ariel merasa lega karena Gagah bersikap seperti biasanya, meskipun masih ada rasa takut jika Gagah membahas tentang hal yang ditakutkannya sejak kemarin.


Gagah mengajak Ariel ke kamar, kesibukan membuatnya mengabaikan sang istri. Kini Gagah ingin menatap sepuasnya wajah Ariel.


“Kenapa wajahmu tampak panik seperti ini? Apa ada sesuatu?” tanya Gagah saat menyadari jika ada kecemasan dalam tatapan Ariel.


Gagah sepertinya tahu apa yang membuat Ariel gelisah. Dia menarik napas panjang kemudian menggenggam telapak tangan Ariel.


“Apa kamu takut aku mengetahui sesuatu atau rahasia tentangmu?” tanya Gagah mencoba menebak.

__ADS_1


Ariel tentu terkejut mendengar pertanyaan Gagah, dia bisa menebak suaminya pasti sudah tahu tentang siapa dirinya.


“Meta sudah menceritakan semuanya kepadaku. Dia memberitahu semua tentangmu,” ucap Gagah jujur.


Jantung Ariel langsung berdegup dengan cepat saat mendengar ucapan Gagah, rasanya sesak serta ketakutan semakin merayap dalam diri.


“Riel, aku ingin kamu jujur,” pinta Gagah. “Apa benar kamu mendekatiku hanya karena ingin balas dendam?” tanya Gagah sambil memandang lekat wajah Ariel.


Ariel gelagapan mendengar pertanyaan Gagah, bahkan sampai ingin melepas tangan dari genggaman Gagah tapi ditahan oleh pria itu. Ditatapnya wajah sang suami yang menanti jawabannya, Ariel memejamkan mata sekilas dan berpikir jika mungkin dirinya takkan bisa lari dari masalah ini. Bukankah dia sudah mempersiapkan diri jika suatu hari hal ini diketahui Gagah, jadi inilah waktu baginya untuk jujur.


“Maaf!" hanya kata itu yang bisa Ariel ucapkan untuk mengakui kesalahannya.


Setelah mengaku, Ariel menunduk dan memandang perutnya yang masih datar.


Gagah menghela napas berat, jadi benar jika semua yang dikatakan Meta bukanlah sebuah kebohongan agar dirinya membenci Ariel.

__ADS_1


Ariel mengangkat wajah, memberanikan diri memandang Gagah yang tampak kecewa.


“Mas Gagah boleh marah, karena semua ini memang salahku. Aku sudah siap menerima semua konsekuensi dari apa yang aku perbuat.”


__ADS_2