Godaan Pelakor Belia

Godaan Pelakor Belia
Bab 34 : Niatan Bercerai


__ADS_3

Ariel meletakkan ponsel setelah Gagah membalas dengan pilihannya. Ia tersenyum dan membuat Claudia - yang sedang duduk di depannya menyesap es teh mengernyit heran.


“Apa aku boleh bertanya sesuatu?” tanya gadis berkacamata tebal itu.


“Hem … tanya saja,” jawab Ariel dengan seringai di wajah, dia mengaduk minumannya sambil menunggu Claudia bicara.


“Tapi janji jangan marah, aku sebenarnya tidak enak menanyakan hal ini.” Claudia mengatupkan bibir, dia menatap Ariel yang menggeleng memberi tanda bahwa dia tidak perlu merasa tidak enak padanya.


“Apa kamu memang sudah punya kekasih? Atau apa mungkin dia memang lebih tua. Ah … maksudku.” Claudia merasa tak enak hati, dia takut Ariel berpikir bahwa dia juga menganggap gadis itu sugar baby. “Maaf Riel, aku tidak …. “


“Tidak apa-apa!” potong Ariel cepat. “Aku akan menjawab pertanyaanmu karena aku menganggap kamu tidak hanya teman tapi saudara, sebenarnya aku sudah menikah dan memiliki suami.”


“A-a-apa?” Claudia melongo, dia bahkan mengerjab saking tak percaya. “Me-me-menikah?”


Ariel tersenyum, dipukulnya punggung tangan temannya itu. Ia sama sekali tidak menunjukkan sedikit pun rasa sungkan dan malu. Ariel memang tidak ingin menutup-nutupi statusnya, jika sampai dia nanti hamil setidaknya Claudia tahu bahwa dia sudah memiliki suami, tapi siapa pria yang sudah menikahinya Ariel tidak menyebutkan nama.

__ADS_1


 


“Jadi apa yang disebarkan oleh Mika itu …. “


“Ya itu benar, aku sedang berbelanja di mall saat Mika mengambil foto itu, aku membelikan kemeja untuk suamiku, maka dari itu aku sangat marah saat dia menyebarkan gosip murahan bahwa aku sugar baby, aku sudah menikah tapi memang aku tidak bisa mempublikasi karena suamiku orang yang cukup introvert.”


Ariel menjelaskan ke Claudia panjang lebar, dia mengedipkan mata seolah meminta temannya itu mempercayainya.


_


_


“Untuk saat ini saya menemukan beberapa kejanggalan dari Pak Gagah, tapi saya belum yakin, jadi saya tidak ingin memberikan informasi yang salah ke Anda,” ucap sekretaris Pradana yang bernama Johan.


Pradana mengepalkan tangan lalu memukul meja, matanya memancarkan kebencian yang tak bisa diungkapkan. Ia benar-benar merasa kecewa saat tahu Gagah hanya anak pungut. Begitulah jika menikahkan anak dengan tujuan untuk menambah kedikdayaan. Ia tidak bisa menerima saat tahu Gagah ternyata bukan anak kandung besannya. Ia memaksa pria itu untuk menjadi wali kota dengan tujuan agar Gagah membalas kebaikan hatinya.

__ADS_1


Namun, kebaikan hati yang mana? selama ini apa yang dia tunjukkan ke sang menantu ternyata hanya sebuah kepalsuan belaka. Ia tidak tulus menerima Gagah sebagai menantu, begitu juga dengan Meta yang berkata malu karena sang suami bukan anak kandung Wiryawan. Selama ini Gagah bertahan hanya demi putra mereka, tapi sepertinya pria itu sudah memutuskan untuk menceraikan Meta.


Tepat setelah menemui Pradana, Gagah meminta Roni mengantarnya menemui pengacara. Terang saja Roni kaget dan bahkan bertanya untuk apa. Gagah pun menjelaskan bahwa dia ingin berkonsultasi soal perceraian.


 


“Apa Anda sudah memikirkannya dengan baik Pak? jangan sampai langkah ini Anda ambil hanya karena emosi sesaat.” Meski ini tujuan Roni dan Ariel, tapi dia tak menyangka Gagah secepat ini mengambil keputusan.


“Kenapa kamu seolah menghalangi? Bukankah bagus jika aku bercerai dengan Meta dan menikahi keponakanmu secara resmi,” jawab Gagah.


Roni terdiam, dia memilih memikirkan jawaban yang tepat sebelum membalas ucapan majikannya ini. Hingga saat lampu lalu lintas berwarna merah, Roni menatap Gagah dari kaca spion tengah.


“Jika Anda bercerai sekarang maka Anda bisa jadi kehilangan banyak suara dalam pemilihan, jika sampai itu terjadi Anda sendiri yang akan rugi, Anda juga harus memikirkan Ariel, apa jadinya jika Anda bercerai lalu menggandeng keponakan saya itu di depan khalayak, Ariel pasti akan dicap pelakor,” ucap Roni panjang lebar.


“Bicarakan dulu niatan Anda ke Ariel, Pak. Bagaimanapun dia istri Anda juga, langkah apa yang akan Anda ambil sebaiknya bicarakan ke Ariel," imbuh Roni membujuk. Ia berharap Gagah terpengaruh, dia yakin Ariel tidak mengantisipasi hal ini. Roni tahu keponakannya itu masih ingin bermain-main dengan Meta.

__ADS_1


 


__ADS_2