
Niken benar-benar syok dengan hal yang baru dijelaskan oleh Ariel, wanita itu memegangi kepalanya yang terasa sangat pening.
“Kenapa kamu melakukan semua ini, Riel?” tanya Niken tak percaya. Dia merasa jika masa depan Ariel masih sangat panjang, lantas kenapa harus menikah siri dengan pria beristri.
“Karena aku ingin balas dendam, Bu,” jawab Ariel.
Niken pun terkejut mendengar jawaban Ariel, dia semakin bingung kenapa gadis itu ingin balas dendam.
“Meta adalah penyebab kedua orangtuaku meninggal, aku ingin membuatnya menderita seperti yang aku dan Abil rasakan. Dia harus merasakan bagaimana kehilangan. Aku tidak akan pernah rela jika dia hidup bahagia,” ujar Ariel menjelaskan.
“Berarti kamu menikah dengan calon Pak Wali kota karena ingin memanfaatkannya saja?” tanya Nikan yang takut jika Ariel berpikiran licik.
Ariel menggelengkan kepala. “Tidak Bu,” jawabnya.
“Meski awalnya memang aku ingin memanfaatkan, tapi akhirnya aku jatuh cinta ke Mas Gagah. Aku ingin bersama dia, meski tahu jika sejak awal semua ini salah,” imbuh Ariel.
Niken terdiam, dia tak tahu lagi harus berbuat apa, Ariel sudah mengambil jalannya dan dia sendiri tidak akan bisa mengubah karena sejatinya dia bukan siapa-siapa Ariel.
***
Gagah baru saja selesai membersihkan diri, dia keluar dari kamar mandi dan melihat Meta masih berada di kamar. Gagah ingin mengabaikan, tapi wanita itu kembali memulai pertengkaran.
“Kamu ini apa tidak pernah berpikir imbas dari semua perbuatan yang kamu lakukan? Selain rumah tangga kita, kamu juga sedang mempertaruhkan masa depan Azka. Bagaimana mentalnya jika tahu kalau ayahnya berselingkuh!”
Gagah begitu geram mendengar Meta lagi-lagi mengajak adu mulut, dia sampai membanting handuk yang melingkar di leher ke kasur.
__ADS_1
“Aku lelah berdebat denganmu, jangan bawa-bawa Azka dalam masalah kita!” Gagah memilih pergi meninggalkan Meta di kamar untuk menuju ruang kerja, perdebatan itu tidak akan ada ujungnya jika terus diladeni.
Meta sangat geram melihat Gagah pergi, hingga mengepalkan kedua telapak tangan di samping tubuh dengan tatapan penuh kebencian.
***
Gagah memilih mengecek pekerjaan, sambil sesekali memijat kening yang terasa pening. Dia merasa heran karena Meta tak menyusulnya ke ruang kerja, mungkinkan istrinya itu sudah sedikit tenang.
Beberapa menit kemudian Gagah pun memilih untuk kembali ke kamar, hingga heran karena tak mendapati Meta di sana. Gagah bertanya ke pelayan, bahkan pelayan pun tidak melihat keberadaan sang nyoya di rumah.
“Ke mana dia?” Gagah bertanya-tanya.
Hingga dia mendapat firasat buruk, wajah Ariel tiba-tiba melintas di kepala dan Gagah merasa jika bisa saja Meta mendatangi gadis itu. Dia pun bergegas pergi dari rumah untuk mengecek apakah Meta benar-benar pergi ke tempat sang istri kedua.
Di sisi lain. Meta benar-benar pergi ke apartemen Ariel, tentu saja dirinya ingin melabrak dan memberi pelajaran kepada gadis itu. Meta menekan bel berulang kali, tapi sayangnya tidak ada yang membuka karena Ariel memang tidak berada di tempat.
Meta menganggap Ariel di dalam dan takut keluar, sebab itu dia terus menekan bel bahkan sesekali menggedor pintu.
Tak selang beberapa lama, Gagah sampai di apartemen. Dia melihat Meta yang ternyata ada di sana. Gagah pun bergegas menghampiri untuk mengajak Meta pergi karena tak ingin ada keributan.
“Ayo pulang!” Gagah menarik tangan Meta agar mau pergi dengannya.
“Lepas! Aku tidak akan pergi sampai bertemu Ariel!” Meta menghempaskan tangan Gagah.
“Jangan keras kepala dan membuat keributan! Pulang sekarang bersamaku!” Paksa Gagah mencoba meraih tangan Meta.
__ADS_1
Namun, wanita itu terus mengelak, dia takkan puas sampai bisa memberi pelajaran ke Ariel yang sudah menghancurkan hubungannya dengan Gagah.
Saat Gagah mencoba memaksa Meta pulang, tiba-tiba pintu lift terbuka dan Ariel keluar dari sana. Gadis itu kaget melihat pemandangan di depannya.
Meta yang melihat kedatangan Ariel, langsung menerobos melewati Gagah dengan cepat. Wanita ituberjalan sambil merogoh tas. Meta mengeluarkan sebuah gunting, tentu saja hal ini membuat Gagah terkejut dan panik. Gagah berlari untuk mengejar Meta, tapi sayangnya ibunda Azka itu terlebih dahulu bisa meraih lengan Ariel.
Ariel ingin menghindar, tapi sayangnya Meta langsung meraih rambut dan menjambaknya begitu kuat, hingga kemudian menggunting rambut Ariel secara membabi buta.
Ariel mencoba melepaskan rambut dari tangan Meta, tapi wanita itu mencengkeram dengan sangat kuat. Gagah masih mencoba melerai, dia memaksa melepas tangan Meta dari rambut Ariel.
“Lepaskan dia!” bentak Gagah.
“Kamu jangan ikut campur!” hardik Meta mencoba kembali menggunting rambut Ariel.
Gagah mencoba menghalangi agar Meta tak semakin merusak rambut sang istri siri, bahkan terlihat tarik-menarik gunting antara dirinya dan Meta. Ariel pun pada akhirnya bisa terlepas dari cengkeraman Meta, tapi dia masih panik melihat Gagah berusaha merebut gunting dari tangan wanita itu.
“Lepaskan!” teriak Meta.
“Kamu jangan gila!”
Meta masih berusaha melepaskan diri dari Gagah, hingga....
“Mas!” Ariel berteriak keras saat melihat darah menetes di lantai.
Meta terkejut, hingga melepas gunting yang dipegang sampai jatuh ke lantai. Kemudian membungkam mulut dengan kedua telapak tangan.
__ADS_1
“Apa yang aku lakukan?”