Godaan Pelakor Belia

Godaan Pelakor Belia
Bab 56 : Gosip Perselingkuhan


__ADS_3

Gagah memilih bermalam bersama Ariel di apartemen, setelah Meta datang dan melukai tangannya tadi pria itu memang tak ingin meninggalkan Ariel, dia juga tidak ingin pulang karena tahu jika Meta pasti akan mengajaknya bertengkar.


Hingga keesokan harinya, tersebar berita tentang perselingkuhan Gagah di media masa. Banyak channel berita dan gosip yang menyiarkan tentang hubungan gelap calon wali kota itu. Tentu saja hal ini membuat gaduh parlemen dan beberapa jajaran partai yang menyokong Gagah sebagai calon wali kota, apalagi pemilihan tinggal tiga hari lagi.


Kabar itu pun tak luput dari pantauan Gagah dan Ariel. Pagi itu, mereka melihat siaran televisi yang sedang menyiarkan gosip perselingkuhan mereka, Ariel memandang Gagah yang tampak tenang, dan tiba-tiba merasa bersalah. Padahal seharusnya dia senang karena akhirnya apa yang dia rencanakan sejak awal terwujud.


Namun, seiring dengan kedekatan dan cinta yang tumbuh di hatinya untuk Gagah, membuat Ariel merasa tak tega melihat sang suami yang dijelekkan oleh awak media.


Keduanya masih terdiam, hingga Ariel terganggu dengan ponsel Gagah yang ada di atas meja, benda pipih itu terus berdering dengan nomor yang menghubungi berubah-ubah.


“Mas, apa tidak mau menjawab panggilan itu? ” tanya Ariel.


Gagah menggeleng, kemudian dengan tegas berkata, “Matikan saja dayanya!”


Ariel terkejut mendengar perintah Gagah, tapi tetap memilih melakukan perintah pria itu. Gagah menghela napas kasar, terlihat begitu santai dan biasa saja saat melihat berita jelek tentangnya di televisi.


“Apa kamu mau aku buatkan sarapan? Bukankah sejak kemarin sepertinya kamu belum makan?” tanya Gagah dengan senyum di bibir.


Ariel semakin keheranan dan juga merasa bersalah, mungkinkah pria itu sedang menutupi kesedihannya?


“Kenapa Mas yang buat sarapan? Aku saja yang buatkan,” kata Ariel. la tahu Gagah sedang tidak baik-baik saja, sebab itu dia ingin membuat suaminya senang, berharap bisa sedikit meringankan beban pria itu.


“Bagaiamana kalau kita masak barsama?” Gagah meraih tangan Ariel, kemudian mengajak sang istri siri menuju ke dapur.

__ADS_1


Keduanya pun memasak bersama, Ariel bersikap biasa, dia tidak menanyakan bagaimana kondisi Gagah karena tak ingin membuat pria itu sedih. Ia malah sesekali bercanda dan membuat suaminya tertawa.


Sementara itu, di sisi lain Roni mencoba menghubungi Gagah, tapi sayang tidak tersambung karena ponsel pria itu tidak aktif. Dia pun mencoba mengirimkan pesan ke Ariel, tapi ternyata juga tidak dibaca.


“Ke mana mereka?” tanya Roni kebingungan.


Roni akhirnya mencoba menghubungi, karena gosip yang tersebar tentang Gagah sedang menjadi perbincangan panas di masyarakat.


Ariel masih memasak bersama Gagah, hingga mendengar ponselnya terus berdering.


“Aku lihat dulu siapa yang menghubungiku ya, Mas.” Ariel pun meninggalkan Gagah di dapur dan berjalan ke ruang tamu di mana ponselnya berada.


Ariel melihat nama Roni, lantas segera menjawab panggilan itu.


“Halo, Om.”


“Ada di dapur,” jawab Ariel sambil menoleh sang suami.


“Riel, tolong sampaikan ke Pak Gagah. Pak Wiryawan menghubungiku, dia meminta Pak Gagah pulang. Tadi katanya sudah beberapa kali menghubungi Pak Gagah, tapi nomornya tidak aktif.”


Ariel mengangguk paham, kemudian berkata akan menyampaikan apa yang dikatakan oleh Roni. Setelah panggilan itu berakhir, Ariel pun kembali ke dapur untuk bicara dengan Gagah.


“Mas, Om Roni menghubungi,” kata Ariel.

__ADS_1


“Dia bilang apa?” tanya Gagah tanpa menoleh Ariel.


“Katanya Mas Gagah diminta pulang ke rumah Pak Wiryawan,” jawab Ariel.


Gagah menoleh dan memandang sang istri, tak ada kata yang terucap dan hanya sebuah anggukan kepala saja yang diberikan pria itu untuk menjawab.


Setelah sarapan bersama. Ariel terkejut mendengar niatan Gagah yang ingin mengajaknya ke rumah Wiryawan.


“Tidak, Mas. Kedatanganku hanya akan memperburuk masalah,” tolak Ariel karena tak ingin Gagah terlibat masalah yang jauh lebih pelik.


“Tidak apa-apa, aku akan menjelaskan semua ke Papa,” bujuk Gagah.


Ariel tampak bingung, hingga akhirnya setuju ikut karena suaminya memaksa.


***


Saat sampai di rumah Wiryawan, pria itu ternyata sudah menunggu kedatangan Gagah. Hingga dia melihat tangan Gagah yang dibalut perban, sebelum beralih memandang Ariel yang datang bersama putra angkatnya itu. Gagah seolah ingin menjawab gosip yang beredar, tanpa perlu ditanya oleh Wiryawan lebih dulu.


“Maaf, jika sudah membuat Papa malu,” ucap Gagah mengakui kesalahannya.


“Papa tidak menyalahkanmu, hanya saja kamu sebagai pria harus bisa mempertanggung jawabkan apa yang kamu lakukan, Gah!” ujar Wiryawan menasihati.


Ariel hanya diam, dia berada di posisi dan situasi canggung yang membuatnya sangat tidak nyaman.

__ADS_1


“Tentu saja aku akan bertanggungjawab. Aku akan memanggil wartawan untuk mengklarifikasi semuanya," ujar Gagah.


"Mas!" Ariel terkejut, dia bahkan memegang lengan Gagah erat, tak peduli dengan sorot mata Wiryawan.


__ADS_2